2 LSM Pertanyakan Hasil Penyelidikan PETI Yang Sudah Dilaporkan?

2 LSM Pertanyakan Hasil Penyelidikan PETI Yang Sudah Dilaporkan?
Ahamad Derek Ismail (LP2KP) dan Ketua LP2BM Ali Imran Aduka Mempertanyakan proses penyelidikan Terkait Laporan PETI Potolo dan Rumagit.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.com – Dua LSM Mempertanyakan hasil penyelidikan Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI) sudah sejauh mana perkembangannya?

Demikian hal itu di sampaikan oleh Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka pada awak media Senin (1/02/21) Siang tadi.

Menurut Kepolisian harus bisa transparan terkait perkembangan atas proses penyelidikan tersebut, untuk kemudian baik LSM ataupun Wartawan dapat mengetahui sejauh mana penindakan yang sudah dilakukan.

Dikatakan Aduka, Sebagai mana prinsip Transparansi dan Berkeadilan yang menjadi moto polri. Baik sistem yang terbuka, akuntabel, responsif, humanis dan mudah untuk di awasi, Sehingga Pelaksanaan Tugas Tugas Kepolisian dapat di Publis serta di ketahui oleh publik.

” Pada Rabu  Tanggal 27 Januari 2021, LP2BM dan LP2KP di dampingi oleh beberapa Wartawan telah menyerahkan laporan pengaduan atas dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa ijin ( PETI ) yang menggunakan alat berat dilokasi Potolo dan Rumagit. Tentunya atas bukti bukti yang kami telah serahkan tersebut, Berharap Proses Penyelidikan PETI Juga Harus Transparan. Agar kami selaku pihak pelapor dapar Mengetahui Langkah penindakan Yang Dilakukan serta hasil dari perkembangan atas penyelidikan  ilegal mining Tersebut,” Harap Ali Imran Aduka.

Senada juga dikatakan Ketua Devisi Intelijen dan Investigasi Ahmad Derek Ismail. Bahwa aktivitas ilegal tersebut jelas jelas dilakukan secara terbuka, maka hemat kami proses penyelidikanpun bukan hal yang sulit yang kemudian memakan waktu lama?

” Kan jelas ada kegiatan disana. Baik bak rendamannya maupun oknum oknum yang diduga terkait pada aktivitas PETI itu antara lain RM Alias Onal, SM Alias San, RL Alias Rio dan beberapa oknum lainnya,sehingga dasar untuk melakukan penyelidikan juga tidak terlalu sulit serta memakan waktu cukup lama,” Ujar Derek.

Meskipun begitu ucap Derek. Dirinya sangat menghormati Wewenang aparat penegak hukum ( APH ) dalam melakukan penyelidikan. ” Kasus kalikit saja cepat di proses, lantas kasus PETI menggunakan alat berat harus butuh waktu berapa lama?” Tanya Ahmad derek ismail.

Terpisah kapolres kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, Ketika di konfirmasi Wartawan atas hasil perkembangan penyelidikan PETI ini. Sayangnya upaya konfirmasi tersebut belum di jawab olehnya sampai berita ini naik tayang.

Konfirmasipun di upayakan Wartawan melalui WhatsApp kepada kasat reskrim polres kotamobagu. Namun kemudian Wartawan belum mendapatkan jawaban atas kabar dari proses penyelidikan Pertambangan  Emas Tanpa Ijin ( PETI ) Potolo dan Rumagit yang sudah dilaporkan itu.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan