Beberapa Kepala Desa di Tasik Prihatin

Beberapa Kepala Desa di Tasik Prihatin
Penerima bantuan usaha mikro. Foto Risto

TASIK, TABLOIDKONTRAS.com – Sebagian besar kepala desa di beberapa wilayah kecamatan di kabupaten Tasikmalaya, prihatin terhadap pemenuhan hak yang harus dibayar  oleh pemerintah untuk perangkat desa yang selama ini.lesu karena selama 3 belum gajian  yakni September, Oktober dan November tahun 2020.

” Adanya BPUM dari pemerintah sebagai bentuk upaya mendukung ekonomi usaha mikro kepada masyarakat pada masa pandemi -19, ” ujar pejabat Dinas Sosial di  Tasikmalaya, Rabu (18/11)

Dengan adanya program BPUM agaknya semua kepala desa menyampaikan  terima kasih kepada pemerintahan pusat yang sangat  memperhatikan masyarakat kecil di tanah air.

Akan tetapi di pihak lain  banyak kepala desa yang menyayangkan dan mengeluhkan tentang program  Usaha Menengah Kecil dan Menengah ( UMKM) tahun 2020.

Oleh karena itu, katanya,  pemerintahan desa berkewajiban melayani masyarakat.untuk penerbitan Surat Keterangan Usaha (SKU) ke desa desa sehingga permintaan warga untuk membuat SKU meningkat.

Permintaan warga untuk membuat SKU di setiap.kantor Desa dari pagi hingga .petang penuh sesak tetapi setelah SKU dibuat dan warga mencairkan dana hibah dari negara sebesar Rp.2.400.000 untuk modal usaha tersebut, putus komunikasi,

” Sayangnya komunikasi dan koordinasi tidak ada kebanyakan kepala desa mengeluhkan dari pihak Bank yang mencairkan BPUM dan siapa saja warga desa nya yang sudah menerima BPUM, ” katanya.

Pihak pemerintahan desa tidak berniat atau ingin tahu.tetapi setidaknya warga kami bisa diketahui yang sudah menerima BPUM agar tidak terjadi ” Tumpang Tindih ” dengan bantuan lainnya.

Oleh karena itu, Pimpinan Desa, mengharapkan kepada warga yang sudah pernah menerima bantuan BPUM, agar menyampaikan ke aparat desa, tutur beberapa kepala Desa di  Tasikmalaya.

 

DESA JADI SASARAN

Dengan tidak adanya komunikasi dan koordinasi tersebut maka aparat  desalah yang menjadi sasaran oleh warga yang tidak mendapatkan BPUM.

Menurut para kepala desa, inilah yang menjadi dilema buat kami di desa ketika pemerintah pusat memberikan bantuan buat warga miskin, warga mengajukan menjadi warga miskin.

Kabupaten Tasikmalaya Jabar, dengan.luas sekitar 2.712.52 km, terdiri dari 39 kecamatan dengan jumlah penduduk 1801.882 jiwa.

Kepala Keluarga (KK) tercatat 668.009 orang, dengan kehidupan sosial di bawah garis kemiskinan 189.000 orang dan  pengangguran 67.374 orang bertebar di 351 desa.

Pemerintah pusat yang memberikan bantuan untuk modal usaha untuk pedagang, seperti BPUM, maka jadilah warga yang mampu, mereka mengaku sebagai usaha kecil seperti Pedagang Kaki Lima ( PKL) dan asongan di pasar Singaparna, Tasikmalaya.

 

(Risto)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan