Derek: Penyelidikan Dugaan Korupsi Anggaran RTLH Bolmong Belum Tidak Jelas

Derek: Penyelidikan Dugaan Korupsi Anggaran RTLH Bolmong Belum Tidak Jelas
LP2KP Ahmad Derek Ismail Bersama Salah Satu Warga Yang Belum Menerima Bantuan RTLH. Menariknya Rumah Warga ini sudah di bongkar Tapi Bantuan RTLH dari Kementrian RI Tak Kunjung Datang Hingga 2021 saat ini.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Penyelidikan atas dugaan kasus korupsi Anggarqn Pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) di Kabupaten bolaang mongondow ( Bolmong) sampai hari ini belum jelas perkembangannya.

Demikiam hal ini dikatakan oleh Ketua Devisi Intelijen dan Investigasi LP2KP, Ahamd Derek Ismail Sabtu (16/01/21).

Dikatakan Derek, Anggaran RTLH yang di bandrol Rp 750 juta, bersumber dari bantuan kementrian sosial ( Kemensos RI ) di peruntukan untuk pembangunan Rumah Warga kurang mampu, tepatnya di dua kecamatan di bolmong. Antara lain, Kecamatan Lolak dan Kecamatan Bolaang Timur tahun anggaran 2019.

Masih Derek, beberapa Desa yang tercantum pada dua kecamatan yang di maksud. Yakni, untuk Kecamatan lolak meliputi, Desa lolak, desa Mongkoinit,  dan desa Motabang. Sementara, Untuk Kecamatan Bolaang Timur ( Bolaang) Yaitu, desa tadoi, desa lolan, serta desa ambang.

Pada edisi pemberitaan Media Online TABLOIDKONTRAS.COM, sebelumnya, Kasat Reskrim polres bolmong menyampaikan, Penyidik Tipikor sudah melayangkan pemanggilan kepada JS alias Jim ( Pihak ke tiga ) untuk dimintai keterangan, Tapi bersangkutan tidak hadir.

” Pihak ke tiga (3) sudah dipanggil sehubungan dugaan koruspi RTLH, akan tetapi bersangkutan tidak hadir tanpa alasan yang jelas,?” Jawab Kasat Reskrim, pada awak media Kamis (07/01/21).

Disinggung apakah Tipikor bakal melayangkan pemanggilan ke 2 kepada JS selaku Puhak ke tiga, kasat reskrim Menjawab, Tentu akan melayangkan pemanggilan lagi. “iya pak, Tipikor akan menjadwalkan pemanggilan ke dua kepada bersangkutan” Jawab Pria yang di kenal tegas ini.

Dikatakan Ali Taher, Untuk Kepala dinas sosial bolmong, Abdul Haris Bambela sudah di panggil dan di mintai keterangan oleh penyidik tipikor seputar peran dan tanggungjawabnya atas kegiatan RTLH tersebut.

” Kepala dinasnya sudah dimintai keterangan seputar tanggungjawab dirinya pada pelaksanaan kegiatan RTLH di bolmong.” Tandas kasat reskrim polres bolmong AKP. M Ali Taher SH, melalui via tlp.

Menariknya,Ketika Wartawan kembali Menghubungi Kapolres bolmong melalui Kasat Reskrim AKP M.Ali Taher SH, Sabtu (16/01/21) Siang tadi, dengan maksud mengkonfirmasi atas perkembangan pemanggilan dan pemeriksaan ke 2 kepada pihak ke tiga, sesuai dengan pernyataan bersangkutan pada edisi pemberitaan TABLOIDKONTRAS.COM sebelumnya, sayangnya upaya konfirmasi Wartawan belum di jawab.

Di susul dengan Via WhatsApp dengan Nomor: +62 811-4663xxx….Juga belum ditanggapi oleh kasat reskrim polres bolmong.

Perlu Diketahui dana bantuan kemensos RI ini dicairkan pada bulan november tahun 2019 melalui salah satu bank, ketika dana tersebut dicairkan,  harusnya anggaran bantuan itu langsung di pergunakan pada pembangunan puluhan Rumah Tidak Layak Huni milik warga kurang mampu yang tersebar di dua kecamatan di bolmong.

Namun entah kenapa, hingga berakhirnya tahun anggaran 2019, berlanjut berakhir pula tahun 2020, bangunan RTLH yang ditunggu warga tak kunjung dibangun. Diduga kuat anggaran sudah digelapkan.

Atas dugaan korupsi itu, hingga Tipikor melakukan penyelidikan, sekaligus pemanggilan beberapa pihak yang terkait dalam kegiatan itu.Diantaranya, Kepala dinas sosial, Kelompok penerima yang di usulkan, dan di susul direktur perusahan CV. Anugerah Abadi berinisial JS Alias Jim. Tapi, bersangkutan diduga sengaja mengabaikan panggilan Tipikor.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan