“Diduga 600 Juta Pembangunan RTLH Bolmong Di Korupsi” Haris: Saya Sudah Dimintai Klarifikasi.

“Diduga 600 Juta Pembangunan RTLH Bolmong Di Korupsi” Haris: Saya Sudah Dimintai Klarifikasi.
LP2KP Ahmad Derek Ismail dan Kepala Dinsos Bolmong Abdul Haris Bambela

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Dugaan korupsi anggaran bantuan Pembangunan Rehabilitasi 40 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH ) dari kementrian sosial ( Kemensos ) tahun anggaran 2019, yang terbagi pada 4 kelompok tepatnya di dua kecamatan di bolmong, masing masing Kecamatan lolak dan kecamatan bolaang Diminta dapat di usut oleh kejaksaan dan kepolisian.

Pasalnya, Total Bantuan 40 unit Rehabilitasi RTLH, diduga kuat anggarannya telah raib dan dikorupsi. Menyebabkan, realisasi fisik dari puluhan rumah itu Tidak tuntas dan hanya 3 rumah saja yang sempat dibangun. Ungkap Ahmad Derek Ismail.

Menurutnya, Anggaran Ratusan juta yang diketahui peruntukannya khusus rehabilitas rumah warga kurang mampu itu, di duga kuat telah dibagi bagi oleh oknum oknum tertentu tanpa merealisasikan fisik dari puluhan bangunan  yang semestinya harus di bangun karena dananya telah dicairkan.

” Bantuan anggaran kemensos itu cair pada bulan november 2019 berkisar Rp 600 juta, total nilai anggaran tersebut untuk rehabilitasi pembangunan 40 unit rumah tidak layak huni. Yakni, desa motabang, desa mongkoinit, desa tadoi dan desa lolan. Namun anehnya, dari 40 unit rumah yang semestinya harus dibuat, hanya 3 unit rumah yang di bangun. Yang lainnya tidak ada?” Beber Derek Ismail pada awak media Rabu (16/12/20).

Derek juga menyoroti terkait kinerja Dinsos Bolmong yang dinilai gagal melakukan pengawasan dan ada indikasi kuat turut ‘Terlibat’ dalam dugaan ketidakberesan pembangunan rehabilitasi 40 unit RTLH tersebut.

” Dugaan kami ada konspirasi dan keterlibatan besar dari dinsos bolmong hingga puluhan unit rumah itu tidak di bangun dan anggarannya lenyap entah kemana,” Pungkas Derek.

Olehnya LP2KP Mendesak kejaksaan dan kepolisian dapat mengusut dan memanggil kepala dinas sosial bolmong bapak Haris Bambela selaku penanggungjawab kegiatan atas tidak tuntasnya pembangunan rehabilitasi 40 unit RTLH di bolmong yang berbandrol 600 juta rupiah, bersumber dari Kemensos RI.” Desak Ahmad derek ismail Ketua bidang Intelijen dan Investigasi LP2KP.

Terpisah Kepala Dinas Sosial ( Dinsos ) Bolmong Abdul Haris Bambela Ketika di konfirmasi atas dugaan korupsi Anggaran RTLH tersebut mengatakan bahwa dirinya beberapa minggu lalu sudah di panggil dan dimintai klarifikasi.

” Masalah tersebut sudah ditangan aph….kami sudah dipanggil beberapa minggu lalu untuk diminta klarifikasi, itu saja Makasih.” Jawab Abdul Haris Bambela pada awak media melalui Via WhatsApp.

Disinggung atas dugaan keterlibatan dirinya Pada RTLH ini. Haris Bambela mengatakan Maaf pak saya lagi dampingi BPKP ke desa desa pengawasan bansos covid.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan