Diduga Tanpa Safety Line, Kontraktor Abaikan Keselamatan Anak-Anak & Penghuni Rusunawa.

Diduga Tanpa Safety Line, Kontraktor Abaikan Keselamatan Anak-Anak & Penghuni Rusunawa.
Bekas galian diduga tanpa Safety Line di Rusunawa Pesaki, Daan Mogod, Cengkareng, Jakarta Barat.

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com – Sebelum dimulainya kegiatan, biasanya diakan pertemuan Triparti, atau sosialisasi antara Dinas terkait, Kontraktor, serta warga setempat maupun tokoh masyarakat lainya.

Sosialisasi tersebut guna membahas tentang rencana akan dimulainya pekerjaan sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan yang ada, tentunya ada dampak bagi warga, maupun anak-anak jika pekerjaan dilakukan agar semuanya dapat berjalan tanpa kendala dan  mengganggu ketentraman, serta keselamatan anak-anak bermain.

Namun apa yang keluhkan oleh penghuni, diduga kontraktor mengabaikan keselamatan anak-anak bermain dan penghuni Rusunawa lainya. Hal ini terlihat bahwa bekas galian yang nanti untuk tanam pipa pralon tidak terdapat “Safety Line” atau “Tiger Mark” tanda untuk hati-hati melintas daerah berbahaya. Bukan itu saja galian tersebut juga tidak di tutup secara  bertahap.

Kegiatan Pemeliharaan Berkala Rumah Susun Daan Mogod (Pesaki) demikian nama yang tertera pada papan proyek, salah satu kegiatan Dinas Perumahan dan Pemukiman Rakyat.

Tahun Anggaran : 2019

Lokasi Kegiatan : Jakarta Barat

Kode Rekening :

No Kontrak : 5278/-1.796-32

Tgl :24-9-2019

Perusahaan : PT. I I M

Jln. Kebon Bawang, Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Pengawas : Jagad Alam Semesta

Mulai :24/9/19 s/d 20/12/19.

“Rendi salah seorang pelaksana terkait Safety Line dan galian,, mengatakan bahwa untuk safety line dulu pernah dipasang tapi pada ditarikin sama anak-anak,”teragnya.

“Mengenai galian memang kita tidak bisa pasang secara bertahap. Banyaknya gangguan pipa yang tertanam sehingga harus digali semua untuk ambil sisi kemiringan, pipa itu tidak bisa dipasang secara bertahap, karena tadi adanya kendala di lapangan,”tuturnya lagi.

“Pemasangan pipa mungkin 1,2 hari ke depan. Sebelumnya mengenai kegiatan di Rusun sini sudah sosialisasi bersama masyarakat setempat bersama RT juga” Ujar Rendi.

“Sementara “UN” salah seorang penghuni Rusun Pesaki saat dikonfirmasi megeluhkan, bahwa selama ini kami tidak pernah melihat adanya “safety line” yang terpasang. Belum lama ini cucu saya terjatuh saat melintas di areal proyek. Jika apa yang disampaikan Rendi salah seorang pelaksana lapangan, pernah dipasang safety line, itu tidak benar karena aku tinggal di sini (Rusun).”keluh “UN” melalui telepon selularnya.

“Kami harap pihak kontraktor jangan membodohi kami, saya kecewa sama kontraktor yang kurang memperhatikan yang tinggal di sini. Jangan seenaknya sendiri bekerja tanpa memperdulikan penghuni Rusun. Rusun ini pemukiman, bukan hutan belantara yang seenaknya sendiri bekerja tanpa meperdulikan kami yang tinggal di sini, “pungkasnya dengan nada tinggi (29/11/19).

“Dalam konfirmasi di lapangan  (Selasa 3/12/19) “D” mengatakan setahu saya selama ini tidak ada tanda pita pengaman. Apalagi banyak anak-anak bermain ini kan berbahaya buat mereka.”terangnya.

 

Iwan HT.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses