Dugaan Pemotongan Sepihak Dana Nasabah. LSM LAKI Bakal Lapor Bank Citra Lolak.

Dugaan Pemotongan Sepihak Dana Nasabah. LSM LAKI Bakal Lapor Bank Citra Lolak.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.com – Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Bolaang Mongondow, Indra Momonto, Pada awak media Jumat (21/08/20) Siang tadi, menyampaikan bahwa Dalam waktu dekat akan melayangkan laporan resmi terkait adanya pengaduan salah satu oknum nasabah berinisial DM atas dugaan Pemotongan dana yang diduga dilakukan oleh pihak Bank BPR Citra unit Lolak secara sepihak, tanpa ada surat kuasa dari pemilik dana ( Nasabah).

Dikatakan Indra Mamonto Dimana Pemotongan sepihak tersebut jelas sudah melanggar ketentuan aturan perbankan yang ada. Apa terlebih tidak diketahui oleh pemilik dana ( Nasabah) lantas kemudian dana yang berada dalam rekening bank BNI ketika di cek telah ludes alias sudah di potong untuk pembayaran angsuran kredit nasabah di bank lain?

” Selaku Lembaga tugas kami untuk mendampingi setiap aduan masyarakat dan atas persoalan ini kami bersama korban bersepakat akan melakukan somasi kepihak bank BPR Citra Dumoga Cabang lolak melalui jalur Hukum, sebab setelah kami pelajari nyatanya pinjaman DM di bank citra memiliki jaminan sertifikat ” Tegas Mamonto

Menurutnya, jika merujuk pada ketentuan UU perbankan No.10 tahun 1998. Pasal 40. dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 1tahun 2013 pasal 31. Dimana disebutkan tentang kerahasiaan yang dimaksud untuk lebih meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Selain untuk melindungi nasabah juga untuk melindungi kepentingan masyarakat dan menciptakan sistem perbankan yang sehat.

Begitupun kata Mamonto pelaku usaha jasa keuangan atau industri keuangan dilarang dengan cara apa pun memberikan data informasi tanpa sepengetahuan ataupun tanpa izin dari pemilik data tersebut. Ucapnya.

Senada juga di ceritakan Oleh Salah satu Nasaba berinisial DM bahwa dirinya melakukan pinjaman di Bank Citra Dumoga Cabang Lolak pada april 2017 sebesar Rp : 60 juta, pinjaman itupun dipergunakan untuk bisnis sembako dengan agunan Sertifikat Hak Milik ( SHM ) berupa sebidang tanah dan angsuran perbulannya sayapun setor langsung.

Kemudian berjalan waktu 1 tahun saya  mengangsur, usaha yang saya bangun mengalami bangkrut dan menyebabkan macet kredit,  kemudian saya mendapat panggilan dari pihak Bank Citra untuk membicarakan proses penyelesaian kemacetan kredit tersebut ke bagian kredit macet.

Alhasil pertemuan bersama pihak bank citra Unit lolak saat itu melahirkan kesepakatan dimana saya akan mengangsur sesuai kemampuan yakni Rp.500 ribu/perbulanya.

Terhitung saat itu Saya mulai melakukan angsuran berdasarkan pembicaraan yakni 500 ribu per bulannya, dan itu sudah berlangsung tiga kali.

Namun mengherankan saat saya akan melakukan penarikan dana melalui ATM BNI untuk melakukan setoran yang  ke empat kalinya, ternyata uang yang saya simpan di rekening  Bank BNI sudah berkurang sebesar Rp.1 juta rupiah,

Melihat adanya kejanggalan tersebut akhirnya saya bertanya ke pihak Bank BNI yang ada di Lolak, kenapa uang saya berkurang sebesar 1 juta, lalu pihak Bank BNI menjawab ada pemotongan dari pihak Bank Citra menyangkut pinjaman  kredit saya.

Saya langsung komplein ke bank BNI kenapa pihak Bank BNI berani potong uang TPP saya tanpa ada  kuasa dari saya, sementara Itu kan hak saya  dan tidak di perbolehkan dilakukan pemotongan  tanpa ada tanda-tangan atau kuasa/persetujuan dari saya. ungkap korban.

DM juga berkesimpulan dimana pihak Bank Citra sudah wanprestasi, sebab dirinya sudah melakukan storan angsuran pada setiap bulan sesuai kemampuan atas pembicaraan, kenapa justru ada potongan sepihak, dan potongan itu di ambil dari uang TPP nya yang berada di rek bank BNI serta tidak ada kuasa darinya sebagai pemilik dana.

DM juga menduga pihak Bank BNI Lolak dan Bank Citra Lolak sudah melakukan kerja sama? ini adalah suatu pelanggaran dan sudah melanggar UU Perbankkan No.10 Tahun 1998 pasal 40 yang menyebutkan bahwa bank, manajemen, karyawan yang afiliasinya dan sebagainya itu dilarang memberikan informasi kepada siapa pun yang berupa nasabah dan simpananya. Sanksinya hukuman 5 tahun sampai 8 tahun penjara dan denda 4,8 milyar. Ujar DM selaku korban atas pemotongan sepihak oleh bank yang di maksud.

Sayangnya hingga berita ini di tayangkan, Pihak bank BNI maupun pihak bank citra dumoga unit lolak belum berhasil di mintai konfirmasi terkait dugaan pemotongan sepihak tanpa ada kuasa dari nasabah.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan