Dugaan Pungli Ratusan Juta Menguap Di UPK Badan Air Jakut (red), Riyanto : Barbuk Sulit Dibuktikan.

Dugaan Pungli Ratusan Juta Menguap Di UPK Badan Air Jakut (red), Riyanto : Barbuk Sulit Dibuktikan.
Dugaan modus pungli di Jakut

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com-Bukan hal yang mudah mengungkap dugaa Pungutan liar (Pungli), perlu pembuktian yang cukup kuat. Dua individu harus saling membuktikan dan harus dibuktikan dengan bukti kuat.

Sekitar 1064  PJLP di 6 Kecamatan   Jakarta Utara. Jumlah tersebut disampaikan Sabar Gultom Kasatlak Jakarta Utara (15/9/20) di kantor LH DKI Jakarta.

Jika rata-rata 150 orang PJLP per Kecamatan maka 4 Kecamatan berjumlah 600 orang PJLP yang diduga menjadi korban pungli, dugaan modus yang dilakukan yakni,

  1. Pungutan bulanan setiap PJLP baru dan lama Rp. 100.000 dan Rp. 200.000,
  2. Surat peringatan RP. 1000.000,

3.Tunjangan hari raya atau (THR)PJLP lama Rp.200.000, PJLP baru RP.500.000

  1. Daftar ulang, tahun 2018-2019 lansia Rp. 2.000.000, umum Rp. 400.000, tahun 2019-2020 umum Rp. 400.000
  2. Daftar PJLP baru tahun 2018-2019 Rp. 5.000.000 s/d Rp. 7.000.000
  3. Uang Id-card tahun 2017 Rp. 50.000, Id -card 2020, Rp. 150.000

Diduga nama oknum Pungli PJLP di Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, inisial, JN, MT,  S,P, JN, BD, HR, SM, AD, DD, ER, TT, Kecamatan Penjaringan, NK, RB, HS, SP, AB, Kecamatan Priuk, SN, Kecamatan Koja, BB.

Saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya (Senin 14/9/20) Kepala dinas lingkungan hidup  DKI Jakarta H. Andono Warih mengarahkan ke Riyanto Naibaho sebagai Kasatlak Prasarana dan sarana UPK badan air LH DKI Jakarta.

Didampingi Kasatlak Jakarta Utara Sabar Gultom, kepada media Riyanto mengatakan.

“Kita proses bang, aku panggil 15 orang dengan total 300 orang di 2 Kecamtan. Saya bilang sisi negatifnya karena 300 orang 5000 orang yang mencari nafkah akan tercoreng.seolah olah semua seperti itu.  Sebagai manusia yang percaya saya yakin masih banyak orang-orang  yang baik, “terangnya

“Kadang sering terjadi simbiosis mutualisme, kalau ada yang memberi dan diberi barangkali ada.  tapi ya itu tadi supaya tidak dilaporkan ke pimpinan. Ada yang menyatakan di atas materai yang memberi, yang menerima kita klarifikasi juga. Ada filosofi hukum ketika seseorang menuduh melakukan sesuatu, maka yang membuktikan yang menuduh, bukan yang tertuduh. Sebagai contoh ketika saya menuduh bapak menerima harus ada buktinya, dengan kwitansi kah, rekamankah dan saksi mata. Jangan kita paksa orang yang kita tuduh menerima itu membuktikan,  kalau dia tidak menerima betdosa kita, “terangnya lagi (15/9/20).

Sabar Gultom kasatlak Jakarta Utara juga menimpali apa yang disampaikan Riyanto.

“Ada juga nih, ada yang mengaku melaporkan dimintain uang, kita panggil satu-satu,  mereka berani sumpah-sumpah, ternyata tidak melakukan, di situ berati ada juga persaingan mereka. Kalau ada kerugian tapi tidak melaporkan, itu kebodohan dia. Kalau sampai sekarang ada, saya tanggung jawab, akan saya pecat. Kan kejadian itu sudah lama sebelum saya masuk ke sini, saya masuk bulan April dan saya yang menyelesaikan,” ungkap Sabar Gultom kepada media.

Selanjutnya Riyanto juga menegaskan terkait dugaan  pembiaran pungli di UPK badan air LH.

“Kenapa hanya pindahkan karena tidak menemukan bukti yang kuat, bahkan pak Kadis kita seolah-olah ada pembiaran. Dari kepala dinas wakil dan kepala UPK badan air, kita sangat inten untuk memberantas pungli, kita tidak ada toleransi apapun mengenai pungli, “tegas Riyanto.

“Namanya pungki pembuktiannya sangat susah begitu BAP, bahkan kita bikin teori peta konflik.  Yang memberi ada pernyataan, dan itu hanya pernyataan sepihak. jika kita pecat nanti kita di PTUN kan karena pernyataan sepihak, “tegasnya.

“Kepala dinas dan Ka UPK Badan Air sedikit pun tidak mentolerir adanya praktek pungli di lapangan. Untuk itu kita sangat mengharapkan bantuan baik itu informasi ataupun laporan terkait praktek pungli agar bisa kami tindak. Selanjutnya untuk masyarakat jangan percaya atau tergoda apabila ada orang atau oknum yang menawarkan dengan mengiming-imingi untuk masuk sebagai PJLP degan tarif tertentu, “pungkas Riyanto Naibaho (17/9/20).

 

Iwan HT.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan