Gelar Rapat Evaluasi PJJ SMK Dewi Sartika Terapkan Protokoler Kesehatan.

Gelar Rapat Evaluasi PJJ SMK Dewi Sartika Terapkan Protokoler Kesehatan.
Kepala sekolah SMK Dewi sartika Drs.H.Bambang

 JAKARTA,TABLOIDKONTRAS.com Memutus mata rantai Covid-19 dengan kondisi yang ada semaksimal mungkin, dengan tetap berupaya memenuhi layanan pendidikan.

Sekolah SMK Dewi Sartika Jakarta yang beralamat di Tanjung Duren Barat 1 blok AY Komp Green Vile , Duri kepa , Kec.kebon jeruk ,terapkan  Protokoler kesehatan dalam gelar rapat evaluasi Pembelajaran Jarak. Jauh (PJJ)  beberapa lalu.

Rapat tersebut dilaksanakan diruang kantor kepala sekolah dan dihadiri oleh  wali kelas masing – masing yang terdiri dari kelas 10 , 11 dan kelas 12. dengan menerapkan protokoler kesehatan.
Seperti
” Kepala sekolah SMK Dewi sartika Drs.H.Bambang sumiran,menyampaikan, anak-anak didampingi dalam persiapaan pembelajaran, reminder tugas, evaluasi harian.

Evaluasi pembelajaran jarak jauh kepsek tekankan para wali kelas agar dapat memperhatikan para siswa dari kelas 10 s.d.12 apakah dalam jumlah murid yang ada di masing- masing kelas dapat mengikuti PJJ semua atau tidak.

Masih banyaknya peserta didik yang tidak aktif dalam mengikuti pembelajaran jarak jauh ( PJJ) pihak sekolah perintahkan pada wali kelas agar dapat berikan motipasi kepada para peserta didik agar tetap selalu mengikutinya.

Jika masih banyak murid yang tidak aktif agar dapat memberikan alesanya , karena semua kebutuhan untuk PJJ sudah diberikan  pihak sekolah seperti Pulsa dan KJP sekolah hanya mengurus saja.” Ujar kepsek

Kendali mutu tes kendali mutu yang tiap sekolah di tes kendali mutu ketentuan secara internal.
Semua tenaga pengajar sarjana tapi kinerja nya belum sarjana .Semua pasilitas disekolah ada, seperti perpustakaan besar  tapi tidak pernah di gunakan  dan leb komputer sekitar 60 yunit juga tidak pernah di gunakan.

Jadi harapanya sekolah agar bisa memanfaatkan yang ada untuk kebutuhan sekolah dan apa yang kurang saat ini atau kita  lemah untuk kedepan lebih baik lagi.

Ketiga Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) jadi kemampuan kompetesi minimum anak – anak  pengganti UN .
Istilahnya pengganti UN kalo AKM bedanya itu diberikan semua mata pelajaran jadi satu soalnya. Sedangkan Ujian Nasional ada Bahasa inggris, Bahasa indonesia ,matematika dan kompetensi keahlian ”  pungkas nya.

 

(Nisin)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan