Jamwas Diminta Awasi Laporan LBH Phasivic,Yang Menyeret Nama Bupati Bolsel

Jamwas Diminta Awasi Laporan LBH Phasivic,Yang Menyeret Nama Bupati Bolsel
Anton Hulingguto dan Iskandar Kamaru

BOLSEL,TABLOIDKONTRAS.com– Penanganan Dugaan kasus Gratifikasi yang di laporkan oleh LBH Phasivic pada tanggal 4 Ferbruari 2020  di kejaksaan negeri kotamobagu yang menyeret nama bupati bolsel iskandar kamaru menjadi terlapor dan Salah Satu Oknum ASN Bolsel Muliyono Rohim, diminta dapat di awasi oleh Jamwas Kejagung.

Pasalnya perkembangan atas kasus yang dilaporkan tersebut terkesan rawan ‘Konspirasi’ bila ini luput pengawasan JAMWAS, sehingga perlu dilakukan pengawasan dalam penegakan hukum atas kasus yang dilaporkan tersebut.

Demikian hal tersebut dikatakan oleh Ketua LP2BM Ali Imran Aduka Pada awak media Selasa (31/03/20) Kemarin.

” Saran Saya dugaan kasus yang di laporkan oleh LBH Phasivic ( Pelapor ) yang saat ini lagi ditangani oleh pihak kejaksaan untuk kemudian dapat di awasi oleh jaksa pengawas ( Jamwas) agar penanganan kasus ini bisa tuntas dan jauh dari kongkalingkong,” Ucap Aduka.

Dirinya menilai, laporan LBH Phasivic tersebut sudah menjadi kosumsi publik di beberapa bulan terakhir ini, terhitung sejak kasus itu mencuat di permukaan melalui konfrensi Pers pihak pelapor Anton Hulingguto yang di dampingi Ketum LBH phasivic Agus Florez ( Pelapor ) ketika di kotamobagu.

Selanjutnya disusul dengan keterangan PERS pihak kejaksaan dihadapan awak media yang membenarkan laporan tersebut akan di seriusi dan tidak ada beban walaupun ada penyerahan bantuan mobil dinas oprasional oleh pemkab bolsel.

” Masyarakat menanti kelanjutan dan kepastian hukum atas kasus yang dilaporkan oleh LBH Phasivic tersebut. Sebab, kasus yang menyeret Iskandar Kamaru yang di ketahui bersangkutan sebagai bupati bolsel dan Salah Satu ASN bolsel Muliyono Rohim itu telah dibuka oleh saksi pelapor Anuwar Moduto lewat kekerangan pers di ruang kasi pidsus kejaksaan negeri kotamobagu saat bersangkutan usai di mintai keterangan oleh pihak kejaksaan,” Kata Aduka.

Ia berharap kejaksaan tidak memiliki beban dalam mengusut dan mengungkap kasus ini hingga tuntas, apa terlebih kasus yang menyeret bupati bolsel iskandar kamaru yang saat ini menjadi terlapor, sebelumnya juga pemkab bolsel diketahui telah menyerahkan bantuan mobil operasional Kejari. Yakni ,ANJASPARA, Sesudah laporan LBH Phasivic masuk dan terjadi penyerahan kendaraan dinas tersebut.

” Selaku Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow Raya, Kami menilai laporan LBH Phasivic tersebut perlu di kawal dan di awasi, agar kepastian hukumnya jelas dan tidak dijadikan kepentingan tertentu? Dan kamipun cukup yakin bahwa kejaksaan pasti bekerja tanpa beban,” Pungkas Ketua LP2BM Ali Imram Aduka.

Sementara itu, Kasi intel kejari kotamobagu Suhendro G Kusuma SH, ketika di konfirmasi wartawan menegaskan bahwa laporan LBH Phasivic yang menyeret nama bupati bolsel iskandar kamaru masih terus di dalami untuk pemenuhan unsure yaitu dua alat bukti yang cukup, baik Itu petunjuk, keterangan Saksi dan saksi Ahli dalam dugaan kasus tersebut.

Ditanya kenapa penanganan kasus ini terkesan lambat, Suhendro menjawab Kejaksaan harus melihat dua alat bukti yang cukup, sehingga perkembangan kasus itu masih seputar pemeriksaan saksi saksi. Terang Suhendro menjawab konfirmasi Wartawan.

Diketahui Sebelumnya Saksi Pelapor Anwar Moduto ( Saksi Kunci ) dalam keterangan Persnya diruang kasi pidsus kejari kotamobagu membeberkan bahwa kasus ini bermula dari persoalan janji oleh terlapor Iskandar Kamaru dan Muliyono Rohim kepada dirinya yang tidak tuntas, menyebabkan Anuwar Moduto merasa dirugikan dan di khianati oleh kedua terlapor karena sudah terlanjur menyerahkan uang yang diminta, akan tetapi tidak mendapatkan apa yang di janjikan mereka tersebut.

Bukan hanya itu saja, Di ungkapkan Anwar moduto bahwa dirinya menyerahkan uang tunai sebesar 750 juta kepada pihak terlapor, yakni, 100 juta melalui Rekening Muliyono, di susul 50 juta yang di serahkan tunai kepada muliyono kembali tepatnya di kost muliyono berdasarkan petunjuk bupati saat itu, dan 600 juta Di serahkan ke iskandar kamaru, tidak menunggu lama, iskandar kamaru mengajak anuwar moduto ke salah satu Villa, selanjutnya uang 600 juta tersebut di bawah oleh iskandar Kamaru dan Anuwar moduto kepada HM yang sudah menunggu di salah satu Villa di Bolsel. Jelas Anwar moduto dalam keterangan persnya dihadapan awak media.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses