Kajari Eksekusi Tiga Terpidana PETI. LP2BM: Diminta Tidak Ada Pemberlakuan Khusus.

Kajari Eksekusi Tiga Terpidana PETI. LP2BM: Diminta Tidak Ada Pemberlakuan Khusus.
Kajari Kotamobagu Bapak Hadiyanto SH dan Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.Com – Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu ( Kajari KK ) Bapak Hadiyanto SH, Dalam keterangan Pers nya, di depan awak Media-Selasa (12/01/21) siang tadi, Menyampaikan bahwa tiga (3) terpidana PETI. Yakni, GL Alias Gus, SW Alias Sten, IO Alias Ismet, sudah di eksekusi oleh kejaksaan dan saat ini di titip di Polsek lolayan.

Menurutnya, Eksekusi tersebut berdasarkan putusan pengadilan negeri kotamobagu ( PN KK ), sambil menunggu putusan banding dari Gusri Cs yang di ajukan ke pengadilan tinggi manado.

” Gusri Cs mengajukan permohonan memori banding ke Pengadilan Tinggi manado, begitupun jaksa penuntut umum ( JPU ) juga mengajukan banding atas perkara yang dimaksud, Sehingga sambil menunggu putusan banding, maka ketiga bersangkutan ( Gusri Cs ) kami eksekusi dan titip di tahanan polsek lolayan,” Ujar Kajari.

Di Jelaskan Kajari, Kendala kenapa baru di eksekusi, di sebabkan pandemi Covid-19 dan ada pembatasan ruang serta jumlah tahanan. Olehnya, ketiga terpidana di eksekusi di polsek lolayan untuk sementara waktu, setelah itu akan di serahkan ( Pindah ) ke Rumah Tahanan ( Rutan ) kotamobagu, jika putusan banding dari PN Tinggi Manado  sudah keluar.

” Sebetulnya kami dilema, mau cepat di eksekusi, tapi akibat kondisi pandemi covid-19, sehingga terjadi pembatasan, maka kemudian mau tidak mau kami tetap eksekusi dan di tahan di polsek lolayan,” Jelas Kajari yang di dampingi Kasi intel bapak Arthur SH.

Disinggung terkait putusan PN Tingkat Pertama yang hanya menjatuhkan hukuman 1 tahun penjara dan denda 10 juta, dinilai terlalu rendah. Kajari menjawab, Jaksa bekerja berdasarkan berkas perkara yang masuk yang di ajukan oleh penyidik polres kotamobagu.

” Pak kami bekerja berdasarkan berkas perkara yang dilimpahkan oleh pihak penyidik kepolisian ke kejaksaan. Dimana dalam berkas itu disebutkan bahwa mereka tidak menggunakan alat berat dan hanya bekerja secara manual dengan istilah kalikit,” Tandas Kajari kotamobagu bapak Hadiyanto SH,

Sementara Itu, Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah bolaang Mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka memberikan Apresiasi yang tinggi atas eksekusi yang dilakukan oleh kajari kotamobagu kepada ke tiga terpidana.

Dikatakan Aduka, Bahwa eksekusi kepada ke 3 terpidana, semestinya dilakukan pada saat putusan pengadilan tingkat pertama keluar.

” Hemat Kami dalam melihat Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana ( KUHAP), Upaya hukum tidak menghalangi eksekusi, ketika sudah ada putusan Pengadilan Tingkat Pertama, Terhitung Sejak Putusan Tersebut Keluar ,maka sudah harus di eksekusi,” ketus Ali Aduka.

Aduka Menambahkan, Eksekusi tiga ( 3) terpidana PETI, jawaban kepastian hukum atas amar putusan yang dikeluarkan oleh pengadilan.

Ali juga meminta agar ke tiga ( 3) terpidana PETI, diharapkan tidak diberikan pemberlakuan khusus. Sehingga posisi mereka sama dengan para terpidana lainnya yang melakukan perbuatan perbuatan yang melanggar hukum.

” Sebagai lembaga kontrol, setiap saat kami akan mengecek keberadaan ke tiga (3) terpidana yang sudah di eksekusi itu. Hal ini kami lakukan untuk kemudian menimalisir terjadi pemberlakuan khusus,” Pungkas Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

Sementara itu, Kapolsek lolayan AKP. Joel Lalensang ketika di temui awak media di kantor polsek lolayan ( Bolmong-red ), Membenarkan bahwa tiga (3) terpidana Gusri Cs di titip di polsek lolayan pada kemarin malam.

” Iya pak kejaksaan Menitip Tiga orang terpidana dirumah tahanan polsek lolayan. Diantaranya, GL, Alias Gus, SW Alias Sten, dan IO Alias Ismet.” kata Lalensang saat bertatap muka dengan awak media.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan