Kalangan Arsitek dan Desainer Inggris Anggap Hasil Referendum “Brexit” Mimpi Buruk

Kalangan Arsitek dan Desainer Inggris Anggap Hasil Referendum “Brexit” Mimpi Buruk
Perusahaan Studio London Egret Wes menunjukkan dukungannya untu Uni Eropa dengan mengecat jendela dengan wajah tersenyum berdasarkan bendera Uni Eropa.

LONDON, KONTRASNEWS.com – Menggetarkan dan menjadi sejarah keluarnya Inggris dari Uni Eropa berdasarkan Referendum rakyat Inggris yang menginginkan negaranya keluar dari Uni Eropa. Namun tidak demikian dengan sejumlah arsitek dan desainer Inggris yang merasa terguncang akan hasil referendum saat negara tersebut meninggalkan Uni Eropa tersebut.

Hasilnya kemarin terbagi atas 52 persen mendukung Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, dan 48 persen bertahan. Arsitek dan desainer asal Inggris antara lain Richard Rogers, Amanda Levete, Ilse Crawford , Philippe Malouin dan Benjamin Hubert menyatakan kekecewaan mereka terhadap hasil referendum tersebut.

“Sebuah mimpi buruk. Kurangnya perdebatan yang tepat dalam referendum sangat mengkhawatirkan. Referendum ini telah menghasilkan hal buruk pada beberapa orang dan hal baik pada sangat sedikit orang,” kata Roger Hawkins, pendiri firma arsitektur Hawkins\Brown.

“Saya sangat kecewa, baik dalam apa yang akan terjadi dan mentalitas negara di mana kita tinggal,” komentar desainer dan pendiri studio Layer Benjamin Hubert.

Setiap desainer dan arsitek yang berbicara pada Dezeen mengatakan mereka akan memilih untuk tetap di Uni Eropa. Pandangan mereka tercermin di beberapa area London, Scotland, Irlandia Utara, yang semuanya menyatakan kuat untuk menetap. Di luar ibu kota dan kota-kota besar, hampir setiap daerah Inggris sepakat untuk meninggalkan.

Terkait hasilnya, banyak arsitek dan desainer menyatakan keprihatinan atas dampak langsung ketidakpastian selama beberapa tahun ke depan yang akan memengaruhi bisnis dan karyawan mereka.

“Semua pertanyaan itu dibiarkan menggantung oleh orang-orang terkemuka yang sepakat meninggalkan Uni Eropa. Sekarang mereka harus menjawab,” mitra di Rogers Stirk Harbour mengatakan dalam sebuah pernyataan.

“Hasil ini tidak hanya signifikan untuk praktik kami, tetapi khususnya bagi proporsi penting dari staf kami. Karena kurang terbuka Inggris, dapat menyebabkan perubahan yang nyata dan praktis dalam kehidupan mereka,” tambah partner dari Rogers Strik Harbour.

Beberapa di antaranya mencoba untuk membuat catatan yang lebih optimistis, memilih untuk melihat tingkat keterlibatan politik di seluruh referendum sebagai hal positif.

“Tentu saja saya sangat kecewa, tapi saya harus menghormati keputusan mayoritas,” kata Amanda Levete, arsitek dan pendiri AL_A.

Ia menambahkan, perdebatan telah melibatkan bangsa-bangsa, terutama orang muda. Hal ini dapat menjadi positif untuk melihat orang-orang berbicara penuh semangat tentang masa depan.

Sementara itu, The Royal Institute of British Architects mengeluarkan pernyataan menyikapi ketidakpastian atas penarikan dan berusaha untuk meyakinkan industri.

“Secara umum dengan bisnis dan organisasi Inggris Raya lain, RIBA menilai efek jangka pendek dan panjang dari penarikan pada anggota kami dan Institute, dan kami akan memberikan panduan lebih lanjut pada waktunya,” kata Presiden RIBA Jane Duncan.

Yang paling penting, tambah Duncan, pihaknya akan bekerja dengan rekan-rekan di industri dan pemerintah untuk memastikan bahwa arsitek memiliki suara yang kuat dalam beberapa waktu mendatang.

Tok/Jok.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses