Kasubag TU SMKN 56 : Karakter Siswa Juga Menjadi Pendukung, Bukan Penentu.

Kasubag TU SMKN 56 : Karakter Siswa Juga  Menjadi Pendukung, Bukan Penentu.
SMKN 56 , Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara.

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com- Kenaikan kelas bagi siswa siswi di setiap sekolahan bagian dari kriteria bahwa siswa tersebut mampu dan  berprestasi. Secara psikologis menjadi kebanggaan bagi siswa siswi, wali murid serta wali kelas.

Terus bagaimana ketika siswa siswi itu tidak naik kelas, tentu ini menjadi beban fsikologis yang harus ditanggung, secara bijak ke depan untuk intropeksi diri agar ke depannya lebih baik.

Dalam konfirmasi di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 56 (SMKN 56) Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara,  Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU) Herman Runkito mengatakan.

“Selama pandemi covid 19 ini, kegiatan Ujian/ semester akhir siswa siswi di lakukan secara on-line.Nilai hasil ujian itulah yang menjadi penentu, dengan nilai rata-rata..Selain nilai rata-rata, juga ada karakter siswa siswi bukan sebagai penentu tapi pendukung kenaikan kelas, “terang Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Kasubag TU). Kamis 9/7/20.

Kasubag TU, Herman Runkito juga menyampaikan  kepada media terkait jika ada anak didik yang tidak naik kelas.

“Selanjutnya jika memang ada siswa maupun siswi yang tidak naik kelas, saya tidak berkompeten memberikan jawaban.  Karena setiap keputusan perihal kenaikan kelas biasanya di rapatkan dengan kepala sekolah wakil kurikulum dan guru didik, bukan kewenangan Kasubag TU, “pungkasnya kepada media.

 

Iwan HT.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses