Kasus Pemutakhiran Data Penduduk : Gugatan Praperadilan Di Tolak, LSM Pusoko Lapor Ombudsman

Kasus Pemutakhiran Data Penduduk : Gugatan Praperadilan Di Tolak, LSM Pusoko Lapor Ombudsman
Nikodemus (kiri) ketika mendengarkan keputusan hakim di Pengadilan Negeri Klaten.

KLATEN, TABLOIDKONTRAS.com –  LSM Pusoko kali ini gagal, sebab hakim ketua Gandung SH, MH memutuskan, sidang pra peradilan kasus pemutakhiran data kependudukan Kabupaten Klaten tahun 2008 yang diperkarakan di tolak. Hakim menilai, bahwa pihak Kejaksaan Negeri Klaten sebagai termohon telah menjalankan serangkaian proses hukum sesuai prosedur. “Sehingga memandang bahwa gugatan pemohon tidak bisa dipenuhi” ujar hakim Gadung SH, MH di Pengadilan Negeri Klaten

Meski demikian Nikodemus, ketua LSM Pusoko pantang mundur dengan pedoman melangkah cerdas melawan mafia hukum, maka kini pihaknya telah mempersiapkan surat laporan kepada Ombudsman, karena dalam kasus ini muncul dugaan bermuatan kriminalisasi hukum dalam proyek pemutakhiran data kependudukan di Kabupaten Klaten. Niko memandang, bahwa semua alat bukti yang dibutuhkan sudah lengkap dan jelas. “Pihak kejaksaan negeri Klaten telah menyalahi prosedur, dengan mengeluarkan Surat Penghentian Proses Penyidikan (SP3) atas kasus yang membelit Ketua LPPM UGM,  Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit, M.Sc” Papar Niko

Dengan begitu untuk kesekian kalinya, Danang Parikesit terbebas dari proses hukum. Padahal sebelumnya dia sudah ditetapkan sebagai tersangka, di awal bergulirnya kasus itu.  “Saya menghormati putusan hakim. Tapi saya heran. Hukum kok seperti d ibuat main-main. Dulu Prof Danang Parikesit ini sudah ditetapkan sebagai tersangka, bahkan dia juga sudah mengembalikan uang hasil  dugaan korupsinya. Lha kok tiba-tiba di SP3. Bukankah dengan mengembalikan uang itu, jelas menunjukkan kalau dia terlibat. Tapi kenapa kok sekarang malah dianggap tidak bersalah,” ungkapnya

Bersama lembaganya, Nikodemus pun berencana akan melakukan gugatan pra peradilan lagi. Tapi untuk sementara dia akan mempelajari dulu seluruh hasil keputusan dalam sidang praperadilan tersebut. “Saya akan melaporkan hakim ke lembaga pengawas (Komisi Yudisial), karena saya anggap tidak serius dalam mengadili kasus ini. Bahkan ketidak seriusan itu juga terlihat dari cara dia membaca seluruh rangkuman hasil persidangan, dibacakan dengan volume suara pelan dan nyaris tak terdengar. Sehingga semua pengunjung tidak tahu bagaimana isinya. Dia baru bersuara keras begitu membacakan kalimat putusan menolak,” tambahnya

Secara terpisah pihak termohon yang diwakili Kasipidsus Kejaksaan Negeri Klaten, Ginanjar Damar Pamenang mengatakan, putusan hakim sudah sesuai dengan fakta. Sebab selama ini pihaknya sudah nelakukan serangkaian proses hukum, hingga kemudian memutuskan untuk mengeluarkan SP3. “Selama ini penyidik sudah menjalankan serangkaian proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku, semua alat bukti juga sudah kita sampaikan, mau apalagi. “ katanya.

 

(Hong)  

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan