LSM Minta Kajari Tidak Mengulur Waktu Menahan Tersangka Korupsi Pasar Genggulang.

LSM Minta Kajari Tidak Mengulur Waktu Menahan Tersangka Korupsi Pasar Genggulang.
Ketua LP2BM Ali Imran Aduka dan Kajari Kotamobagu Bapak Hadhiyanto SH

KOTAMOBAGU,TABLLOIDKONTRAS.com – Ketua LSM Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka, Selasa (18/05/21) Mengatakan, diminta kajari kotamobagu Bapak Hadhiyanto SH, untuk segera menahan tersangka korupsi pasar genggulang.

Menurutnya, Ketika seseorang sudah ditetapkan tersangka, apa terlebih dalam kasus korupsi, harusnya Kejaksaan negeri kotamobagu ( Kajari ) sudah langsung bisa menahan kedua TSK yang diduga terlibat pada kegiatan tersebut.

” Selaku lembaga kontrol menyarankan Jaksa tidak perlu beralasan ataupun mengulur waktu dalam melakukan penahanan kepada kedua tersangka, Yakni, HA Alias Herman dan SI Alias Stefy, sehingga tidak menimbulkan spekulasi negatif serta hilangnya kepercayaan masyarakat atas penegakan hukum kasus korupsi,” Pintah Ali Imran Aduka.

Iapun menegaskan LP2BM akan terus memberikan suport serta dukungan dalam kapasitas kontrol untuk berupaya membantu dan membangun kemitraan yang baik dengan kejaksaan di bawah Kepemimpinan Kajari Kotamobagu Hadhiyanto SH yang di kenal kritis memberantas korupsi di wilayah tanah totabuan. 

” Bulan lalu alasanya menunggu hasil audit BPK, maka hemat kami hasil auditnya sudah bisa di beber berapa kerugian yang terjadi, agar kedua tersangka bisa langsung di jebloskan ke dalam penajara, sambil menjalani proses hukum selanjutnya. Pungkas Ketua LP2BM Ali Imran Aduka.

Sebelumnya Kejaksaan telah menetapkan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kotamobagu, berinisial HA Alias Herman sebagai tersangka ( TSK ) dan SI alias Stefy ( Kontraktor ) dalam status yang sama. 

Penetapan tersangka ini telah melalui proses, mulai dari tahap penyelidikan hingga ke penyidikan dan keduanya sudah beberapa kali menjalani pemeriksaan atas dugaan kasus korupsi proyek pasar genggulang tahun anggaran 2016 yang berbandrol 6 Miliar. 

Namun menariknya,  kedua bersangkutan yang sudah menyandang status Tersangka, hingga kini  masih berada diluar dan belum ditahan oleh pihak kejaksaan negeri kotamobagu.

Status Herman yang semulanya sebagai saksi pada pemeriksaan pertama dan berlanjut pada pemeriksaan kedua oleh penyidik kejaksaan menjadikan HA alias Herman sebagai tersangka atas kasus proyek pasar genggulang tersebut, tepatnya yang berada di kecamatan kotamobagu utara ( Kota Kotamobagu).

Dugaan kuat Herman terlibat Pada pelaksanaan proyek pasar Genggulang tahun anggaran 2016. Dimana Saat itu dirinya sebagai pengguna angaran (PA) merangkap Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) pada Proyek yang bersumber dari APBN lewat Kementrian Perdagangan dan langsung ke KPPN dengan besaran pagu mencapai 6 miliar rupiah lebih.

Sementara itu, Kepala dinas perdagangan koprasi dan UKM kotamobagu HA Alias Herman ketika di hubungi awak media Jumat (16/04/21) bulan lalu,  tidak mau menanggapi lebih jauh soal penetapan tersangka atas dirinya. Sebab menurutnya, penetapan tersangka adalah kewenangan kejaksaan.

” Maaf saya tidak bisa menanggapi atas penetapan tersangka tersebut. Karena itu Wewenang kejaksaan,” Jawab Herman melalui Via Tlp pada Wartawan sembari menutup sambungan tlpnya saat di konfirmasi.

Sayangnya tersangka SI Alias Stefy sampai berita ini naik tayang belum berhasil dimintai konfirmasi. Beberapa kali di hubungi melalui Via tlp, sayangnya belum di respon. Begitupun ketika di temui Wartawan di kediamannya, bersangkutan tidak berada dirumah.

Perlu diketahui Penyidik Kejaksaan Negeri Kotamobagu resmi menetapkan HA alias Herman sebagai tersangka dan SI Alias Stefy dalam kasus dugaan korupsi proyek pasar Genggulang.

Meski resmi sudah menyandang status sebagai tersangka baik Herman maupun Stefy belum ditahan oleh penyidik kejaksaan, disebabkan kejaksaan masih menunggu hasil audit BPK terkait jumlah nilai kerugian yang ada.

“Untuk Sementara ini belum ditahan.Tapi proses hukumnya tetap berjalan,, sebab kejaksaan masih menunggu hasil audit BPK atas kerugian uang negara,” Ujar Kepala Kejaksaan Negeri Kotamobagu Hadhiyanto SH, kepada wartawan.

Menurut Kajari, Herman ditetapkan sebagai tersangka terkait jabatan sebagai kepala dinas, terkait proyek pasar gengugulang tahun anggaran 2016 dan Stefy sebagai pihak yang melaksanakan proyek tersebut.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan