Menyikapi Merebaknya Koruptor, Henry Menulis Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi

Menyikapi Merebaknya Koruptor, Henry Menulis Tafsir Pasal Tindak Pidana Korupsi
Henry saat berada di kantor KPK

SOLO, TABLOIDKONTRAS.com – Belakangan ini marak terjadinya koruptor di berbagai lini, baik di lingkungan pemerintahan maupun di instasi lain, untuk itulah maka KP Henry Indraguna, SH, MH, CLA, CIL, advokat (Officium Nobile) kondang ini terbersit hati dan fikirannya untuk menerbitkan buku sebagai salah satu langkah untuk menyikapi merebaknya koruptor di negeri ini. Buku yang ditulinya itu berjudul ‘Memahami Tafsir Pasal Tindak Pidana  Korupsi  (Kaidah-Kaidah  Hukum  dan  Doktrin-Doktrin)’. “Membaca buku ini sangat bermanfaat bagi jajaran penegak hukum” ujarnya

Buku ini di tulis oleh Henry,  berawal dari ketika dia sedang menangani suatu perkara tindak pidana korupsi, juga di sadari  bahwa tidak semua orang yang memiliki profesi yang mulia sebagai Advokat (Officium Nobile), memiliki kesempatan untuk menangani suatu perkara tindak pidana korupsi di tingkat pengadilan. Namun demikian ketika  seorang  Advokat  memiliki  kesempatan  untuk  menangani  suatu  perkara  tindak  pidana  korupsi di tingkat Pengadilan, terkadang seorang  Advokat mengalami kesulitan untuk  mencari referensi-referensi hukum yang tepat dan relevan guna melakukan pembelaan secara maksimal terhadap Kliennya.

Atas  dasar  hal  tersebutlah  kemudian  Henry mencoba  mengumpulkan  beberapa referensi-referensi hukum, terkait  tafsir pasal tindak pidana korupsi, baik referensi yang bersumber dari peraturan  perundang-undangan,  putusan-putusan  hoge  raad,  surat  edaran  Mahkamah  Agung  RI, yurisprudensi  putusan-putusan  Mahkamah  Agung  RI,  yurisprudensi  putusan-putusan  Mahkamah Konstitusi, kitab undang-undang hukum pidana (KUHPidana), buku-buku ahli hukum, dan lain-lain. Setelah Henry mencoba mengumpulkan beberapa referensi-referensi hukum terkait tafsir pasal tindak pidana korupsi yang dimaksud. “Maka kami  bermaksud untuk saling berbagi ilmu pengetahuan dengan semua orang yang memiliki profesi yang mulia sebagai Advokat (Officium Nobile), para penegak hukum, maupun masyarakat luas” tandasnya

Dengan  memahami  tafsir  pasal  tindak  pidana  korupsi  dimaksud,  tindak  pidana  korupsi semakin hari semakin sedikit  dan  bukan  malah semakin hari  semakin  meningkat,  sebab hal tersebut tentunya akan berpotensi menyengsarakan masyarakat. Buku ini bisa dijadikan acuan  serta pedoman bagi advokad atau pengacara, untuk  membangun  dalil-dalil  Nota  Pembelaan (Pledoi) Klien yang sedang tersangkut perkara tindak pidana korupsi. “Kalau bagi polisi (penyidik) buku  ini  dapat  dijadikan  sebagai  acuan  untuk  menelaah,  apakah  perbuatan  seseorang/badan hukum/ pejabat/ penyelenggara negara telah dapat di duga sebagai tindak pidana korupsi” paparnya

sedangkan manfaat bagi pihak kejaksaan maupun penuntut umum, buku ini  dapat  dijadikan  sebagai  acuan  untuk  menyusun  dan  menyempurnakan dalil  tuntutan terhadap pelaku tindak pidana korupsi. Sementara bagi Hakim,  Buku ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk menyempurnakan keyakinan di dalam mengadili pelaku tindak pidana korupsi. “ Bagi Mahasiswa, buku ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk bahan diskusi, bedah buku, dan lain, untuk masyarakat bisa dijadikan acuan untuk memahami beberapa unsur-unsur tindakan pidana korupsi”  pungkasnya.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan