Pak Kapolri Tangkap Pelaku PETI. Negara Harus Hadir Melindungi Hutan Agar Tidak Dirusak.

Pak Kapolri Tangkap Pelaku PETI. Negara Harus Hadir Melindungi Hutan Agar Tidak Dirusak.
Aktivitas PETI di Areal Terlarang Di Bolmong

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Sorotan demi sorotan terus saja di suarakan oleh berbagai LSM yang begitu perihatin melihat adanya kondisi aktivitas pertambangan emas tanpa ijin ( PETI ) yang kian menggurita di BMR.

Bahkan beberapa LSM mempertanyakan Ada apa ilegal mining belum ditindak oleh aparat penegak hukum? Sementara menurut mereka perusakan hutan terus terjadi dan dilakukan oleh oknum cukong dengan menggunakan puluhan alat berat excavator di beberapa lokasi PETI. Seperti contoh dilokasi potolo, Lokasi gunung rumagit dan beberapa lokaso lainnya tepatnya berada diKecamatan lolayan ( Bolmong-red). Ujar Ketua LP2BM Ali Imran Aduka Selasa (19/01/21).

Lanjut Aduka, khususnya di wilayah Bolaang Mongondow Raya ( BMR ) keberadaan PETI sudah menjadi rahasia umum. Apa terlebih wilayah ini cukup menjanjikan, berlimpahnya matrial batu yang mengandung emas ini, Menyebabkan Aktivitas ilegal mining begitu bebas dilakukan tanpa melihat dan memperdulikan apa yang nantinya bakal terjadi dikemudian hari, bila hutan telah rusak dan aparat penegak hukum pun terkesan tak berkutik menangkap para pelaku PETI.

logam mulia berjenis emas di lokasi kawasan hutan gunung rumagit dan Potolo seakan menutup mata para pihak yang memiliki peran untuk menindak. Penilaian ini bukan hal yang keliru, sebab, sampai hari ini pengarukan matrian batu yang mengandung emas tersebut masih berjalan, sekaligus oknum cukong juga membuat bak rendaman dengan ukuran berskala besar dilokasi yang di maksud yang sudah tentu pelaku PETI ini pasti menggunakan bahan kimia B3. Pungkas Ali Imran Aduka.

Senada juga dikatakan oleh Ketua Devisi Intelijen dan Investigasi LP2KP Ahmad Derek Ismail Pada Wartawan, Bahwasanya Sulawesi Utara sangat terkenal dengan kekayaan SDA yang berlimpah ruah, Kandungan Emas yang ada di Sulut dari data Potensi Sumber Daya Mineral dan Migas, khususnya emas berkisar 51,150,448 ton tersebar di Bolmong Raya, dan Sekitarnya.

Derek Imail mengatakan, bahwa akibat besarnya kekayaan Sumber Daya Alam (SDA) di Sulut ini, seolah memberi ruang dan mengguritanya ilegal mining yang hingga kini belum dilakukan penindakan yang terukur. terutama di wilayah BMR yang kian hari bukan berkurangnya PETI, sebaliknya terus bertambah, maka ini seperti menciptakan bencana besar bagi masyarakat yang hidup dan tinggal berdekatan dengan lokasi PETI yang di olah oleh para cukong.

” Pak Kapolri diminta tindak aktivitas Ilegal Mining di wilayah bolaang Mongondow ( Bolmong). Kalau kegiatan ilegal mining tersebut dibiarkan, sama halnya negara ikut menciptakan bencana besar bagi rakyatnya sendiri, ketika hutan tidak lagi dijaga dan dilestarikan serta sudah dirusak oleh para oknum pelaku ilegal di tanah totabuan,” Pintah Derek Ismail.

Masih Derek, untuk pengawasan pengolahan pertambangan di Sulut masih Jauh dari kata “Baik”. Maaf, pasalnya masih banyak persoalan yang muncul dimasyarakat akibat lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah maupun aparat penegak Hukum atas aktivitas liar alias ilegal.

Begitupun Beber derek, Maraknya Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) di BMR, telah banyak memakan korban Jiwa. Berjudi nasib di kedalaman tanah sudah tak asing lagi bagi mereka ( Penambang) meskipun nyawa jadi taruhannya.

Menariknya Ujar Derek,  para penambang lokal di tindak dan ada beberapa sempat di jebloskan ke dalam penjara akibat menambang di lokasi areal terlarang. Namun herannya,  cukong cukong ( Pemodal ) yang datang berjudi nasib dan menggunakan alat berat di areal terlarang di Bolmong seolah dibiarkan begitu saja? Ada ap? Bertanya Tandas Ahamd Derek Ismail pada awak media Selasa 19/01/21) Sore tadi. Seraya menambahkan Diminta Pak Kapolri Tangkap Pelaku Ilegal Mining, karena Negara harus hadir untuk melindungi hutan di BMR. Khususnya sulawesi utara.

Perlu di ketahui sebelumnya di zaman Kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Royke Lumowa SH, Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI) di tutup dan beberapa aktivitas Ilegal Mining di sapu bersih olehnya.

Penindakan terukur oleh Sang Jenderal ini kepada pelaku PETI cukup menyedot perhatian publik (masyarakat) Sulut, Lebih Khusus BMR. Namun kemudian tiba tiba masyarakat dikabarkan bahwa bersangkutan mendapat mutasi dan dipindah tugaskan di mabes polri.

Seiring dengan hal itu, aktivitas PETI kembali menggurita lagi. Bahkan beberapa lokasi hutan di BMR tak tanggung tanggung di bongkar menggunakan excavator. Inilah yang diharapkan negara hadir untuk melakukan penegakan hukum dan tangkap para pelaku PETI yang merusak hutan dan melakukan kegiatan ilegal tanpa ijin.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan