Pembagian Sembako “Tak Merata” Berpotensi Memicu Kecemburuan Sosial & Kelaparan.

Pembagian Sembako “Tak Merata” Berpotensi Memicu Kecemburuan Sosial & Kelaparan.
"Y" mendampingj istrinya yang sedang sakit.

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com -pembagian sembako dalam rangka penanganan covid 19 terkait PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) berpotensi memicu kecemburuan sosial dan “kelaparan”.

Bansos pertama yang disalurkan beberapa hari yang lalu dari Gubernur DKI melalui dinas sosial diduga tidak sesuai domisli maupun identitas, KTP (KartuTanda Penduduk) maupun KK (Kartu Keluarga).

Dari pantauan media Tabloidkontras.com bahwa bantuan ke 2 sembako dengan logo Kemensos pun tidak jauh berbeda, hanya sebagian kecil yang mendapatkan. Bahkan ada warga yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan belum mendapatkan bantuan sama sekali dari Dinsos maupun Kemensos.

“Y”salah seorang warga yang ber KTP DKI Kelurahan Rawa Buaya, namun tinggal di wilayah Kelurahan Kembangan Utara mengeluh belum memdapatkan bantuan dari Dinsos DKi maupun Kemensos.

Dalam keluhannya “Y” menuturkan, selama  virus corona ada hingga sekarang ini saya sekeluarga belum dapat bantuan dari pemerintah. Saya hanya dapat bantuan dari tetangga-tetangga, ada beras, mie dan lainya, “terangnya (30/4/20).

“Apa lagi sekarang ini saya sudah ga kerja lagi, istri juga lagi sakit, bingung saya mau bawa kemana karena sekarang lagi musim corona,”keluhnya lagi.

“Sebelumnya istri saya pernah dirawat di rumah sakit Cengkareng. Abis pulang dari rumah sakit sekitar 5 bulan yang lalu, badanya tambah habis, sekarang saya pasrah aja bang, istri say sudah ga bisa apa-apa lagi,”ucapnya lirih.

Tak jauh dari tempat “Y” terdapat juga kedua orang tuanya mengalami Stroke dan pengapuran tulang sehingga  mengalami kelumpuhan dan tak bisa jalan secara normal.

“P” anak dari kedua orang tua tersebut menuturkan, sudah lama juga pak bapak saya sakit stroke, dan ibu juga sakit pengapuran tulang. Kalau bapak udah ga bisa jalan sama sekali, ibu bisa sedikit-dikit dibantu pakai tongkat,”ucanya saat ditanya sakit apa dan sudah berapa lama kedua orang tua sakit oleh media (30/4/20).

Terkait bantuan, “P” juga menuturkan, selama ada pembagian sembako masalah corona  ini belum dapat,”tutur “P” sambil pamit pulang ke rumah.

Jika memang demikian, jelas pemerintah tidak menjalankan sila kelima pancasila : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, bunyi itu menyuarakan adanya keseimbangan kelas. Di masyarakat Indonesia. Penggambaran padi dan kapas adalah simbol dari pangan dan sandang.

Undang-undang juga mengatur sesuai nomor 6 Tahun 1974 tentang ketentuan pokok kesejahteraan sosial, yang telah diubah dengan UU 11 tahun 2009 tentang kesejahteraan dosial. Kesejahteraan sosial adalah kondisi terpenuhinya kebutuhan material, sosial warga negara agar dapat hidup layak dan mampu mengembangkan diri.

Sementara ini lurah Kembangan Utara saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya belum menjawab, (3/5/20)

Bukan hanya lurah, Kepala dinas sosial DKI Jakarta saat dikonfirmasi 3 kali via telepon selularnya juga belum memberikan jawaban.(3/5/20).

 

Iwan HT.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses