Pemkot Depok Terbitkan SE Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Itikaf, Sholat Idul Fitri

Pemkot Depok Terbitkan SE Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Itikaf, Sholat Idul Fitri
SE Walikota Nomor 451/203-HUK Tentang Penyelenggaran kegiatan itikaf, Salat Idul Fitri, dan Perayaan Idul Fitri 1442 H/ 2021 M.

DEPOK, TABLOIDKONTRAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor : 451/203-HUK tentang Penyelenggaran Kegiatan Itikaf, sholat Idul Fitri, dan perayaan Idul Fitri 1442 H/ 2021 M.

Surat edaran yang diterbitkan 29 April itu, mengatur pelaksanaan itikaf 10 hari terakhir di bulan Ramadan, pelaksanaan sholat Idul Fitri, serta perayaan Idul Fitri.

Surat edaran itu berisi pertama pelaksanaan sholat Idul Ffitri, supaya membentuk kepanitiaan khusus yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaannya baik di masjid atau lapangan untuk mengatur dan mengawasi pelaksanaan sholat. Selain itu, panitia mengawasi penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan salat Idul Fitri, dengan membuat surat pernyataan.

Lalu, pelaksanaan sholat Idul Ffitri dapat dilaksanakan dengan memenuhi sejumlah aturan, seperti melakukan pembersihan atau desinfeksi ruangan, serta area pelaksanaan sholat. Kemudian, membatasi jumlah pintu masuk atau jalur keluar masuk tempat pelaksanaannya, untuk memudahkan penerapan dan pengawasan protokol kesehatan.

Menyediakan fasilitas cuci tangan,sabun, hand sanitizer di pintu masuk dan keluar tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri, menyediakan alat pengecekan suhu bagi para jemaah serta melakukan pemeriksaan sebanyak dua kali dengan jarak tiga menit. Jika ditemukan jemaah dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat celcius, tidak diperkenankan memasuki area tempat pelaksanaan Salat Idulfitri.

Selanjutnya, menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus, minimal jarak antar jemaah 1,5 meter, serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 30 persen dari kapasitas ruangan yang ada. Mempersingkat watu pelaksanaan ibadah tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.

Lalu memasang imbauan penerapan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri pada tempat yang mudah terlihat. Setiap jemaah menggunakan masker, dan membawa perlengkapan ibadah sendiri. Sebelum dan setelah sholat Idul Fitri, tidak diperkenanan bersalam-salaman atau kontak fisik.

Jemaah lanjut usia yang memiliki penyakit komorbit dan orang yang sedang sakit untuk tidak mengikuti kegiatan Salat Idulfitri.  Seluruh jemaah diminta ikut peduli terhadap penerapan protokol kesehatan di tempat pelaksanaan Salat Idulfitri sesuai dengan ketentuan.

Untuk perayaan Idulfitri, kegiatan open house dan halal bihalal dengan mengundang banyak orang ditiadakan. Kegiatan silahturahmi Idulfitri hanya dapat dilakukan dalam lingkungan keluarga, dengan menerapkan protokol kesehatan, serta kegiatan silahturahmi Idul Fitri diimbau untuk dilaksanakan secara virtual.

 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan