Penyelidikan Atas Dugaan Korupsi RTLH Bolmong Molor. Ada apa ?

Penyelidikan Atas Dugaan Korupsi RTLH Bolmong Molor. Ada apa ?
LP2KP Ahmad Derek Ismail bersama warga ( Penerima) yang belum direalisasikan. Menariknya rumah warga tersebut sudah di bongkar ketika mengetahui bahwa dirinya mendapatkan bantuan RTLH. Namun nyatanya hingga memasuki tahun baru 2021 realisasinya belum ada?

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Penyelidikan dugaan kasus korupsi Anggaran bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) bolmong, yang dilakukan oleh penyidik tindak pidana korupsi ( Tipikor ) polres bolmong, yang menyeret beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut terkesan molor. Ada apa?

Dugaan ketimpangan dan ketidakjelasan penggunaan anggaran Bansos kemensos RI ini, menyebabkan realisasi fisik atas pembangunan RTLH itu belum tuntas hingga 2021saat ini.

Pada hal ratusan juta bantuan yang bersumber dari kemensos RI itu, telah di kucurkan sejak tahun 2019 lalu.Anehnya, ketika dana tersebut dicairkan melalui salah satu bank, dengan tujuan ketika dana cair dapat dipergunakan pada pembangunan RTLH di beberapa kelompok yang tersebar di dua kecamatan ( Bolmong-red) belum direalisasikan oleh pihak ke tiga? Ujar Ketua Bidang Intelijen dan Investigasi LP2KP Ahmad Derek Ismail Senin ( 04/01/21).

Lanjut Derek Mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum ( Tipikor ) dalam menangani persoalan dugaan penyimpangan Anggaran RTLH di bolaang mongondow.

Dimana menurut derek, Proses penyelidikan atas dugaan korupsi dana bantuan kemensos RI itu telah lama bergulir. Menariknya, belum ada titik terang atas hasil penyelidikan yang sudah memasuki tahun baru 2021.

” Selaku Lembaga kontrol kami terus memberikan suport kepada penyidik Tipikor. Tapi, Sisi lain kami juga mempertanyakan apa kendala yang terjadi, hingga proses penyelidikan begitu lambat dan belum ada titik terang naik ke tahap penyidikan,” Tanya Derek.

Derek mengatakan, Harusnya sudah ada perkembangan penyelidikan. Sebab, Bukti bahwa fisiknya belum di bangun telah ada di hadapan mata dan mudah di deteksi oleh tipikor untuk dijadikan salah satu unsure pembuktian atas penggunaan anggaran bantuan kemensos tersebut, apa tersalur dan di pergunakan berdasarkan peruntukan atau tidak?

Derek menambahkan, Hukum akan dinilai tumpul apabila penegakan nya tidak tegas. Sehingga kami akan terus mengawasi sampai dugaan kasus ini tuntas. Tutup Ahmad Derek Ismail pada awak media.

Terpisah Kasat Reskrim polres bolmong AKP. M.Ali Taher SH, ketika di konfirmasi atas molornya penyelidikan RTLH di bolmong, sayangnya bersangkutan belum menjawab konfirmasi awak media.

Data pantauan Wartawan, Penyelidikan tipikor atas dugaan kasus korupsi anggaran RTLH bolmong sudah bergulir sejak 2020.

Kuat dugaan anggaran yang berbandrol Rp 750 juta, bersumber dari bantuan kemensos RI pada tahun 2019, khusus untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH) tepatnya di dua kecamatan di. Yakni, Kecamatan Lolak dan Kecamatan Bolaang (Bolmong-red) di sunat.

Beberapa pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut juga telah di panggil dan dimintai keterangan. Antara lain, pihak Penerima ( Kelompok ), Kepala Dinas Sosial ( Ka-Dinsos ) Bolmong, dan menyusul pemanggilan pihak ke tiga selaku pelaksana kegiatan.

Meskipun begitu pada proses penyelidikan yang berjalan, ada kejanggalan yang terlihat. Yaitu, Sampai dengan tahun baru 2021 pihak ke tiga belum di panggil dan dimintai keterangan oleh tipikor.

Begitupun, harusnya bupati bolmong selaku penanggungjawab wilayah dan melekat sebagai pimpinan daerah semestinya di panggil dan dimintai keterangan oleh tipikor seputar persoalan belum di realisasikan fisik bangunan RTLH tersebut.

Adapun Penerima yang tercantum dalam kelompok yang lolos dalam usulan RTLH Kemensos ini tersebar di beberapa desa di bolmong. Untuk Kecamatan bolaang timur Diantaranya,  desa Ambang Satu, desa Lolan dan desa Tadoy.

Sementara itu khusus kecamatan Lolak Meliputi, desa Motabang, desa Mongkoinit dan desa Lolak.

Menariknya dari total kelompok penerima yang di usulkan, hanya beberapa penerima yang direalisasikan, Sementara lainnya belum di bangun atau di realisasikan?

Lebih parah lagi, ada salah satu warga rumahnya telah di bongkar dan dijanjikan akan di bangun melalui Bantuan anggaran RTLH. Namun janji tersebut tak kunjung ada.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan