Polres Boltim Ungkap Modus Pura-Pura Kehilangan Motor

Polres Boltim Ungkap Modus  Pura-Pura Kehilangan Motor
kapolres AKBP Irham halid SIK didampingi kasat Reskrim AKP. M. yugo Amboro SIK saat Press release di Polres Boltim

BOLTIM. TABLOIDKONTRAS.com – Polres Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang dipimpin langsung oleh Kapolres AKBP. Irham Halid SIK didampingi oleh Kasat Reskrim AKP. M.Yugo Amboro SIK gelar Press release terkait pemalsuan laporan .

Dimana dalam perkara ini ada tiga tersangka yang berinisial WM umur 50 tahun, MM umur 43 tahun dan AA umur 33 tahun, ketiga tersangka ini berdomisili di Desa Tombolikat Selatan dan Tombolikat Induk Kecamatan tutuyan.

Dalam  penyampaian Kapolres bahwa kronologis kejadian pada tanggal 26 November 2019, WM dan MM meminta pada AA untuk menjual kendaraan roda dua pada pihak lain yang diketahui beralamatkan di Desa Kakenturan Kab. Minahasa Selatan (Minsel) .

Setelah kendaraan itu terjual AA meminta pada  WM dan MM untuk membuat laporan polisi tindak pidanan pencurian  kendaraan roda dua di Polsek Urban Kotabunan, usai melaporkan hal tersebut WM dan MM juga melaporkan kejadian tersebut pada pihak perusahaan finance dengan alasan seperti diatas.

Alasan kedua tersangka melaporkan ke pihak finance agar membebaskan keduanya dari  pembayaran angsuran.

Kasus pemalsuan laporan polisi ini terungkap oleh Tim Reskrim, berdasarkan dari hasil penyelidikan sampai pada tanggal 8 Agustus 2020 menemukan satu unit kendaraan motor di desa kakenturan yang dikuasai oleh JR.

Sementara itu dari keterangan JR pada polisi bahwa kendaraan tersebut dibelinya sekitar bulan januari 2020 dengan harga Rp.4 juta pada AA, setelah menerima informasi tersebut, petugas melakukan interogasi pada AA dan diakuinya bahwa kendaraan tersebut dimintakan untuk dijual oleh pemiliknya WM, dari rangkaian kasusu ini ternyata AA pernah melakukan modus yang sama pada MM.

Atas rankaian peristiwa tersebut, kemudian ketiga orang tersebut (WM, MM dan AA) ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara membuat keterangan palsu dan ketiga tersangka tersebut dapat disangka melakukan pidanan penipuan atau pengelapan diancam dengan pasal  220 KUHP jo pasal 55, 56 KUHP dan atau pasal 378 KUHP dan atau pasal 372, tandas kapolres.

 

(Rinto)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.