Prajurit dan PNS Kodim 1310 Bitung Terima Penyuluhan Narkoba dan P4GN

Prajurit dan PNS Kodim 1310 Bitung Terima Penyuluhan Narkoba dan P4GN
personil dan PNS Kodim saat menerima penyuluhan P4GN

BITUNG,TABLOID KONTRAS.com – Penyuluhan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta kegiatan Tes Urine bagi Prajurit dan PNS Kodim 1310/Bitung TW. IV TA. 2019, berlangsung di Aula Makodim 1310/Bitung, (11/11/2019).

Penyuluhan Program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), dilanjutkan Tes Urine terhadap Prajurit dan PNS Kodim 1310/Bitung, diselenggarakan oleh Kodim 1310/Bitung bekerja sama dengan BNN Kota Bitung.

Hadir dalam kegiatan, Kasdim 1310/Bitung (Mayor Inf Vino Onibala, S.Pt), Danramil 1310-03/Likupang (Kapten Inf Sunaryo), Pasi Intel Dim 1310/Bitung (Lettu Czi Sardi O. Mamonto, SH), Pasi Pers Dim 1310/Bitung (Lettu Inf Fredrik Liwutang), Pasi Ter Dim 1310/Bitung (Letda Kav. A Gansa), Danunit Intel Dim 1310/Bitung (Letda Inf Adri Malinti), Plh. Danramil 1310-04/Dimembe (Pelda Alexander Budiman), Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Bitung (Jean R. Rondonuwu, S.Si), Konselor BNN Kota Bitung (Jouryni Umboh, S.Kep), Penyuluh Non PNS BNN Kota Bitung (Olivia Lorangasal, SE) serta Personel Militer dan PNS Kodim 1310/Bitung.

Sambutan Dandim 1310/Bitung yang diwakili oleh Kasdim 1310/Bitung, Mayor Inf Vino Onibala, S.Pt, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mencegah agar anggota dan keluarga terhindar dari penyalahgunaan Narkoba (obat – obat yang terlarang) karena, kita sebagai prajurit menjadi panutan dan contoh bagi masyarakat disekitar kita.

“Ikuti kegiatan ini dan diharapkan pada seluruh anggota untuk pahami dan bertanya jika tidak mengerti serta menyampaikan kepada keluarga terutama istri dan anak serta lingkungan tempat tinggal kita,” ujar Kasdim.

Penyampaian Materi oleh Kepala Seksi Rehabilitasi BNN Kota Bitung, Jean R. Rondonuwu, S.Si, menjelaskan, Istilah narkoba umumnya digunakan oleh para penegak hukum seperti BNN dan Polisi. Sedangkan istilah Napza umumnya digunakan oleh para praktisi kesehatan.

“Narkoba mengacu pada senyawa-senyawa yang pada umumnya mempunyai resiko candu bagi penggunanya. Narkoba sendiri sebetulnya adalah kelompok senyawa psikotropika yang biasa digunakan untuk keperluan medis, seperti pembiusan atau obat-obatan khusus untuk penyakit tertentu,” jelasnya.

Lanjutnya, jenis ini masuk kedalam kategori New Psychoactive Substances (NPS). Adapun contoh jenis-jenis tersebut diantaranya, tanaman ganja, opium, kokain, morfin, ekgonina dll, tersmasuk turunan-turunannya, ekstasi, shabu dll. Contoh psikotropika adalah valium, amfetamine, magadon, sedatin, Rohypnol dll.

Bahan adiktik adalah bahan alamiah, baik itu sintetis ataupun semi sintetis yang dapat menggangu sistem saraf pusat. Contoh zat adiktif : alkohol yang mengandung ethanom, karbon, zat pelarut, lem/perekat, ether dll.

Menurut Undang-Undang atau UU No 35 tahun 2009 Narkotika adalah zat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman. baik sintetis maupun non sintetis yang dapat mengakibatkan perubahan atau penurunan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan juga dapat menimbulkan ketergantungan.

Rehabilitasi Narkoba adalah sebuah tindakan represif yang dilakukan bagi pencandu narkoba. Tindakan rehabilitasi ditujukan kepada korban dari penyalahgunaan narkoba untuk memulihkan atau mengembangkan kemampuan fisik, mental, dan sosial penderita yang bersangkutan.

“Selain untuk memulihkan, rehabilitasi juga sebagai pengobatan atau perawatan bagi para pecandu narkotika, agar para pecandu dapat sembuh dari kecanduannya terhadap narkotika,” ungkapnya.

Dalam ketentuan Umum Undang-Undang No. 22 Tahun 1997 tentang Narkotika, rehabilitasi dibedakan dua macam, yaitu meliputi:

  1. Rehabilitasi Medis adalah suatu proses kegiatan pengobatan secara terpadu untuk membebaskan pecandu dari ketergantungan narkotika.
  2. Rehabitasi Sosial adalah suatu proses kegiatan pemulihan secara terpadu baik secara fisik, mental maupun sosial agar bekas pecandu narkotika dapat kembali melaksanakan fungsi sosial dalam kehidupan masyarakat.

Pemberian materi selesai, dilanjutkan dengan pemeriksaan/tes Urine yang dilakukan oleh seluruh personel Militer dan PNS Kodim 1310/Bitung.

 

(Laode)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses