Razia Petugas, Napi Kedapatan Memiliki Hp Bakal Tidak Mendapatkan Remisi Asimilasi

Razia Petugas, Napi Kedapatan Memiliki Hp Bakal Tidak Mendapatkan Remisi Asimilasi
Lapas Kayuagung Kelas IiB, Lakukan Pemusnahan Barang Bukti.

OKI, TABLOIDKONTRAS.com – Narapidana Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Kelas IIB Kayuagung Kabupaten Ogan Komering Ilir(OKI), bakal tidak mendapatkan remisi asimilasi dan lainnya karena kedapatan memiliki handphone(hp) saat dilakukan razia oleh petugas.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan(Lapas) Kelas IIB Kayuagung, Reza Mediansyah mengatakan,” ada 7 unit handphone dan berbagai kabel selundupan milik napi yang ditemukan petugas.

“Barang ini langsung dimusnahkan bersama barang lainnya, di semua ULP di Sumsel pemusnahannya dipusatkan disini,” terangnya, Selasa (23/02/2021).

Ditambahkan dia,” selama ini memang untuk penggunaan handphone(hp) dilarang bagi tiap napi. Untuk itu guna memudahkan komunikasi, pihaknya sudah menyiapkan warung telepon dan layanan video call bagi para napi.

“Kedepan, kami akan semakin memperketat razia, bahkan akan digelar razia gabungan bersama dengan Polres serta BNNK mengantisipasi adanya narkoba. Kalau selama ini dari hasil razia tidak ditemukan barang haram tersebut,” tegasnya.

Tempat terpisah, Kepala Kanwil Kemenkumham Sumsel Indro Purwoko SH MH menambahkan,” pemusnahan barang tersebut jumlahnya ratusan ini hasil razia selama 1 tahun lalu di 29 ULP yang ada. Kedepan, pihaknya terus berusaha mendukung tiap ULP menggelar razia, karena memang barang ini tidak boleh ada di dalam sel napi.

“Siap-siap mereka yang kedapatan memiliki barang ini akan dikenakan sanksi tegas,” Ujarnya.

Selain, memusnahkan barang hasil razia, ada kegiatan deklarasi janji kinerja pencanangan zona integritas menuju WBK/WBBM unit pelaksana teknis pada jajaran Kanwil Kemenkumham Sumsel. Ada 6 ULP, antara lain Lapas Kelas II Tanjung Raja, Lapas kelas IIA Banyuasin, Lapas Kelas II b Sekayu, Lapas kelas IIB Kayuagung, Lapas Kelas IIB Martapura serta Lapas kelas IIB Muaradua.

“Zona integritas jangan seremoni, tapi targetnya tercapai karena prosesnya berbulan-bulan meluangkan waktu 1 tahun. Komitmen para pimpinan dan jajaran disini jelas bukan pegawai saja, tapi ada warga binaan dan integritas keluarga mereka disini dalam pembentukan zona integritas. Perubahannya harus terlihat jelas,” Pungkasnya.

 

(Mael/Effi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan