SEHAN : Kami Bukan Pemimpin Yang Suka “Berdagang” Apa Lagi Membuat Rakyat Miskin.

SEHAN : Kami Bukan Pemimpin Yang Suka “Berdagang” Apa Lagi Membuat Rakyat Miskin.
Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur Nomor Urut 1. (CEP-SEHAN)

SULUT,TABLOIDKONTRAS.Com – Kondisi kontalasi politik pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulawesi utara ( Sulut ) makin menarik saja.

Pasalnya sesudah Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) telah melaksanakan debat tahap 1 yang di ikuti oleh semua pasangan calon.

Publik mulai menimang siapa calon pemimpin Sulut terbaik di antara pasangan calon yang ikut pada kompetisi pilgub 9 desember 2020.

Apa lagi, kehadiran penatang baru Calon Gubernur Nomor Urut Satu (1) Christiany Eugenia Tetty Paruntu yang berpasangan dengan putra BMR sebagai Wakil Gubernur Sehan Salim Landjar ( CEP-SEHAN) menjadi trend topik utama, di susul Paslon Gubernur Nomor Urut dua (2) Vonnie Anneke Panambunan dan Wakil Gubernur Hendry Runtuwene (VAP-HENDRY) yang tampil apa adanya dan selalu bersentuhan dengan masyarakat, kedua perempuan cantik ini di ketahui melawan Petahana ( Incambent) Calon Gubernur dan wakil gubernur Olly Dondokambey – Steven Kandouw (OD-SK) yang hingga hari ini masih sebagai gubernur dan wakil gubernur Sulut. Hanya karena mengikuti kampanye,maka untuk sementara cuti selama 70 hari.

Dari tiga pasangan ini, sebagian warga yang di wawancarai awak media memiliki kriteria pilihan gubernur dan wakil gubernur yang  ideal dan hampir rata rata sama dalam menilai. Mereka tidak mau calon gubernur berjiwa dagang. Apalagi dagang tanah ke negara melalui mekanisme anggaran dan kelolah anggaran proyek hanya diberikan pada lingkaran keluarga.

“Pastinya begini, kami tidak mau memilih apabila ada paslon memiliki jiwa dagang tanah. Beli tanah Rp30.000 per meter, lalu jual lagi ke negara di atas Rp1.000.000 per meter. Ini merugikan negara. Tidak pantas untuk di pilih,” ujar Stenly, warga Manado, Selasa 10 November 2020.

Hal yang sama dikatakan Evan warga Bolmong, Bahwa Mereka butuhkan sosok pemimpin yang mampu mengelola sumber-sumber pertanian. Sebab, Kami butuh pemimpin yang mampu mengelolah pertanian maupun hal hal lain yang bersentuhan dengan kepentingan dan kesejahteraan rakyat.

” Kalau Calon Pemimpin cuma beli tanah ratusan hektar, lalu lobi proyek nasional supaya melintas lahan sendiri, lalu jual tanah ke negara, itu bukan pemimpin yang cocok membangun Sulut. Saya tidak berminat pilih jika ada calon model begitu,” kata Evan, warga Bolmong.

Begitupun Menurut Terry bahwa Fenomena pemimpin dengan naluri dagang hanya akan menyita uang rakyat dalam jumlah besar. Maka perlu kehati hatian dalam menilai karakter calon. Minimal pemimpin yang pas itu bisa mengerti dan mengetahui apa yang di butuhkan oleh rakyat dan bukan sebaliknya membuat rakyat melarat dan miskin.

” Kriteria kami sederhaan yaitu memilih pemimpin yang tidak membuat rakyat miskin. Karena biasa yang terjadi pemimpin mengaku memiliki akses besar ( Jejaring ) maupun kekuatan lobi anggaran, Tetapi sesudah anggaran yang di loby ada, malah hanya di kelolah oleh Orang Dekat Semua Keluarga saja, Nah naluri pemimpin seperti ini yang harus di waspadai karena pasti bakal mengeruk uang negara melalui paket lelang yang sudah awal di setting demi mengejar Fee besar.” Tukas Terry.

Terpisah, Calon Wakil Gubernur Sulut Sehan Salin Landjar mengatakan, jika dirinya Mengaku perna beli tanah. Tapi setelah tanah itu ia beli, diberikan lagi ke rakyat. Baik itu di bangun ribuan rumah untuk rakyat di Boltim pada posisi sebagai Bupati boltim.

“Saya tidak pernah jual tanah ke pemerintah. Saya memang beli tanah. Tapi saya bangun ribuan rumah rakyat saya. Tahun ini kurang lebih 800 unit rumah untuk warga miskin,” jelas Sehan.

Ia menambahkan, dirinya bersama CEP berkomitmen tidak berurusan dengan usaha dagang pribadi. Apa lagi memperkaya diri.

“Saya Sering berdiskusi dengan ibu Tetty (CEP), kalau kita berdua insya ALLAH terpilih lewat doa dan dukungan rakyat sulut menjadi gubernur dan wakil gubernur, jangan sibuk beli tanah lalu jual lagi ke negara. Berdosa itu. Rakyat sengsara.dan Uang dikeruk menjadi haram bagi keluarga,” tandas Sehan Salim Landjar ( ( SSL ).

 

(Fik/Lk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan