Warga Keluhkan Belum Menerima Bantuan Dari Pemerintah Akibat Dampak Covid-19?

Warga Keluhkan Belum Menerima Bantuan Dari Pemerintah Akibat Dampak Covid-19?
Ilustrasi bantuan pemerintah

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.com – Menjamurnya beberapa postingan dalam media sosial ( Medsos) terkait penerima bantuan pemerintah akibat dampak Covid-19, Nyatanya hal tersebut menuai keluhan bagi warga lain yang belum menerima.

Seperti Yang disampaikan salah satu warga yang minta namanya tidak disebutkan Sabtu (02/05/20) mengatakan sampai hari ini mereka hanya di data dan setelah itu bantuan yang ditungguh tak kunjung ada.

waga berharap pemerintah harus lebih arif melihat persoalan atas dampak pembatasan aktivitas akibat covid-19, menyebabkan merekapun ( Warga) tidak bisa beraktivitas banyak maupun hasil panen mengalami penurunan nilai jual pasar.

Dikatakan warga, sampai hari ini mereka belum menerima bantuan apapun dari pemerintah, sehingga butuh perhatian dan bantuan yang di janjikan dapat di realisasikan secepatnya.

Ketua LSM Swara Bogani Rafik Mokodongan menanggapi keluhan warga menyampaikan ini perlu menjadi perhatian pemerintah. Baik itu pemerintah daerah, provinsi maupun pusat.

Menurutnya sangat wajar dan menjadi hak warga menuntut jaminan pemerintah Atas pemberlakukan pembatasan aktivitas. Manakala distribusi bantuan kepada warga belum juga tiba, hal ini menjadi pertanyaan apa yang menjadi kendala?

Mokodongan mengingatkan agar pemerintah jangan lambat, bantuan akibat dampak covid-19 harus segera di distribusikan kepada warga berdasarkan data yang ada. Ucap Ketua LSM Swara Bogani Rafik Mokodongan.

Dilansir dalam keterangan Pers Menteri PDTT Abdul Halim Iskandar melalui CNN Indonesia, ada dua peryaratan utama yang menjadi rujukan bagi penerima bantuan. Yakni,

  1. Penerima merupakan masyarakat desa yang masuk dalam pendataan RT/RW dan berada di desa. Begitupun masyarakat yang masuk dalam pendataan mereka yang kehilangan mata pencarian ditengah pandemi corona.
  1. Calon penerima tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial ( Bansos) lain dari pemerintah pusat.

Artinya calon penerima bantuan BLT dari dana desa merupakan mereka yang tidak menerima program keluarga harapan ( PKH ) Kartu sembako, paket sembako, bantuan non tunai ( BPNT ) lain hingga kartu prakerja.

Jika kebetulan calon penerima tidak mendapatkan bansos dari program lain, tapi belum di data oleh RT/RW maka bisa langsung mengkomunikasikan ke aparat pemerintah desa di masing masing wilayah.

Bila sudah masuk ke dalam data dan dinyatakan valid, maka BLT pun akan diberikan melalui tunai dan non tunai.

Yang tunai akan diberikan secara door-to-door kerumah penerima mamfaat dengan protokoler kesehatan nasional, dan non tunai, langsung di transfer ke rekening penerima.

Jumlah bantuan bagi masyarakat penerima mamfaatbakan mendapatkan Rp 600 ribu per bulan per keluarga selama tiga bulan.

Dengan demikian, masyarakat desa bisa mendapatkan 1,8 juta selama tiga bulan dari dana desa yang sebelumnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan, Namun dialihkan untuk penanggulangan dampak covid-19.

 

(Lucky ) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses