Zulhan: Fenomena Klaim Kemenangan Sudah Lumrah Dalam Pemilihan Kepala Daerah

Zulhan: Fenomena Klaim Kemenangan Sudah Lumrah Dalam Pemilihan Kepala Daerah
Anggota DPRD Bolmong Zulhan Manggabarani SH

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – banyaknya Kontraversi angka persentase yang berseleweran di media sosial ( Medsos) terkait klaim angka kemenangan dari pasangan calon ( Paslon) mendapat tanggapan dari Anggota DPRD Bolmong Zulhan Manggabarani.

Menurutnya, Sejumlah hasil survei menjelang Pemilhan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), yang di jadwalkan jatuh pada tanggal 9 Desember 2020 Cukup banyak beredar di media sosial.

Kondisi ini kata Zulhan kemudian membuat publik menjadi bingung membaca peta politik bila merujuk dari hasil survei para kandidat yang maju dalam pemilihan kepala daerah.

Lanjut Zulhan, Fenomena klaim unggul dari hasil survei elektabilitas menjelang pilkada sudah lumrah terjadi. Sehingga publik harus cerdas dalam membaca dan mengamati hasil survei. Sebab, bisa jadi survei itu merupakan pesanan kandidat atau lembaga survei tersebut berafiliasi dengan kandidat?

“Rakyat harus hati-hati membaca hasil survei, apalagi menjelang hari pemilihan. Persoalannya hari ini mendadak banyak yang muncul hasil survei elektabilitas kandidat kemudian hasilnya berlawanan, semisal lembaga survei L mengunggulkan O dan lembaga survei J memenangkan C,” Ujar Zulhan Manggabarani Sabtu (7/112020).

Zulhan Menegaskan bahwa hasil survei bukanlah penentu mutlak kemenangan, Melainkan Hasil survei sebatas potret dari dinamika peta politik, itupun jika benar-benar dilakukan sesuai kaidah penelitian.

“Ya hasil survei itu bukan penentu kemenangan, bukan pula ‘kitab suci’ yang mana isinya merupakan kebenaran, apalagi banyak pengalaman hasilnya tidak akurat,” ucapnya pada awak media.

Diketahui berbagai survei telah banyak beredar di media sosial. Dimana ada beberapa paslon yang terkesan di unggulkan. Namun kemudian hal itu wajar wajar saja, apa lagi pembiayaan bajet untuk melakukan survei bukanlah sedikit.

Begitupun publik harus lebih teliti dalam mengkemas berbagai angka dalam survei yang di sebutkan. Sebab,sampai hari ini pihak penyelenggara KPU masih dalah tahapan melaksanakan jadwal kampanye paslon dan belum masuk pada tahapan pemilihan.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan