Akibat Pembiaran PETI. 5 Orang Penambang Meninggal Dunia.

Akibat Pembiaran PETI. 5 Orang Penambang Meninggal Dunia.
Ormas LAKI Indra Mamonto dan Sekretaris Daerah ( Sekda) Bolmong Thalis Gallang.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.com – Menyedihkan menyimak berbagai peristiwa kematian yang terjadi di lokasi Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) tepatnya diKecamatan Lolayan ( Bolmong-red) Rabu ( 08/09/21).

Pasalnya sudah sekian kali peristiwa kematian di lokasi tambang ilegal disana ( Kec-Lolayan) terjadi. Bahkan, jika di hitung secara keseluruhan baik yang sempat di beritakan maupun yang tidak sempat diberitakan, mungkin sudah mencapai ratusan nyawa yang hilang di beberapa lokasi PETI diwilayah tersebut,  Baik itu Lokasi PETI Blok Bakan, Busa, Potolo, Rumagit dan hari ini, hal serupa terjadi kembali di lokasi PETI Tapa Gale, dengan 5 orang penambang di kabarkan meninggal dunia akibat terjebak dalam kumbangan galian yang memiliki sat azam.

Sontak saja ini menjadi perhatian publik, terutama bagi Lembaga Swadya Masyarakat ( LSM ) di Bolmong. Dimana mereka menyesalkan PETI di wilayah kecamatan Lolayan terus menerus dibiarkan tanpa ada tindakan terukur dari pemerintah maupun APH untuk menutup lokasi yang tidak berijin. Ucap Ketua DPC LAKI Bolmong Indra Mamonto.

Ia pun berharap atas adanya peristiwa ini, tentunya bisa memberikan teguran keras kepada pemerintah maupun APH untuk kemudian segera mungkin menindak dan menutup lokasi PETI lainya. Seperti PETI Potolo dan PETI Rumagit yang hingga kini terus beroperasi, merusak perbukitan dengan puluhan alat berat excavator secara terbuka, pembuatan bak rendaman pemurnian emas yang berukuran skala besar, penggunaan bahan kimia Cianida, dan belum pula adanya keterlibatan oknum preman bayaran yang di tempatkan menjaga lokasi PETI cukong yang kabarnya hasil dari produksi emas dilokasi PETI tersebut kuat dugaan mencapai ratusan kilogram.

” Sebagai Lembaga Yang memiliki kepedulian yang tinggi akan keselamatan masyarakat dan keberlangsungan Hidup mereka, Diminta Pemerintah tidak tidur dan sudah saatnya bertindak semisal legalkan dengan perijinan atau kemudian di tutup saja. Sekaligus atas nama pribadi maupun kelembagaan kami sampaikan Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya 5 orang penambang, dan mendoakan untuk keluarga yang ditinggalkan selalu di berikan kekuatan serta ketabahan dalam menerima ujian dari ALLAH SWT,” Tutur Mamonto.

Sementara itu Sekretaris Daerah ( Sekda ) Bolmong Thalis Gallang ketika dihubungi membenarkan adanya peristiwa 5 warga yang meninggal dilokasi PETI Tapa Gale.

Tahllis Mengatakan saat kejadian Bupati Bolaang Mongondow Dra Yasti Sopredjo Mokoagow langsung memerintahkan kepada dirinya untuk segera mempercepat proses evakuasi korban.

” Ketika mendapatkan informasi atas kejadian tersebut, saya langsung menghubungi asisten 1 pemkab bolmong untuk secepatnya melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan TNI,” Jawab Thallis.

Lebih lanjut kata Thalis, Bahwa terkait dengan PETI, Pemerintah Sudah beberapa kali melakukan himbauan kepada masyarakat untuk kemudian jangan melakukan penambangan di areal yang tidak memiliki ijin. Akan tetapi dalam kondisi pandemi saat ini, apa lagi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, inilah yang terjadi.

” Pemerintah tidak perna jenuh untuk menghimbau masyarakat sekaligus berkoordiansi dengan pihak Kepolisian dan TNI dalam melakukan penindakan dilapangan, tapi menariknya pada saat dilakukan penindakan dilokasi, nyatanya tidak ada aktivitas disana. sebab, namanya PETI baik dilihat dari aspek keselamatan tidak ada jaminan maupun aspek pengelolaan lingkungan tidak ada juga jaminannya.” Ujar Thallis.

Disinggung apakah pemerintah tidak mengupayakan lokasi PETI tersebut dijadikan Wilayah Pertambangan Rakyat ( WPR). Seperti PETI Potolo dan PETI Rumagit yang hari ini dikuasai oknum pemodal alias Cukong dengan puluhan alat berat excavator merusak perbukitan? Thallis menjawab semua sudah di usulkan dan tinggal menunggu realisasinya. Tutup Sekretaris Daerah pemkab Bolmong Thalis Gallang.

Seraya menambahkan ini menjadi pembelajaran bahwa jangan melakukan penambangan PETI karena hal tersebut bertentangan dengan aturan dan tidak ada jaminan keselamatan untuk diri.

Perlu di ketahui 5 Orang yang dikabarkan meninggal dunia di PETI Tapa Gale  (Kec- Lolayan ) diantaranya, RM Alias Ril, DM Alias Doly, AD Alias Ahmadi, RM Alias Rep dan R Alias Ras. Kelimanya adalah warga bakan Kecamatan Lolayan

 

( Bolmong.(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan