Bastari Terkesan Lempar Tanggungjawab Kepada Satker dan Plh Terkait Proyek ‘Bermasalah’ Di Bolmong.

Bastari Terkesan Lempar Tanggungjawab Kepada Satker dan Plh Terkait Proyek ‘Bermasalah’ Di Bolmong.
Kepala Balai Sungai Manado Ir.Bastari M,Eng

SULUT, TABLOIDKONTRAS.com – Kepala Balai Sungai Manado ( Sulut) Ir.Bastari M,Eng ketika di konfirmasi oleh awak media Jumat  (10/09/21) kemarin terkesan lempar tanggungjawab untuk menanggapi terkait persoalan dugaan ketidakberesan pekerjaan penangkal ombak yang berbandrol 6,2 Miliar, Tepatnya di Kecamatan Poigar ( Bolmong).

Meski Wartawan beberapa kali berupaya menanyakan sejauh mana tanggungjawab dirinya melihat indikasi korupsi pada pekerjaan tersebut. Tapi dijawab olehnya, Silakan Tanyakan saja ke Satker atau Plh, karena saya sudah pindah tugas.

” Maaf silakan ke satkernya, saya baru pindah tugas,”  Kata Bastari melalui pesan WhatsApp. Seraya menambahkan” Saya sudah konfir ke Satkernya ada rekayasa disana, jika demikian mungkin satker dapat mengaduhkan balik terhadap rekayasa tersebut.” Ucapnya.

Sementara ketika awak media meminta no tlp kasatker yang disebutkan olehnya, untuk kebutuhan konfirmasi, sayangnya Bastari belum menjawabnya.

Begitupun ketika awak media berupaya menghubungi Plh Kepala Balai Sungai manado yang baru melalui arahan pak Bastari, Yaitu ibu Jacqueline yang sebelumnya bersangkutan diketahui selaku KTU Balai Sungai. Sayangnya konfirmasi yang disampaikan Wartawan yang dikirim melalui pesan WhatsApp  belum di respon olehnya.

Perlu di ketahui bahwa Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Firdaus Mokodompit di dampingi indra mamonto telah mengaduhkan dugaan penyimpangan proyek penangkal ombak yang terbagi di tiga desa di kecamatan poigar ( Bolmong)  ke pihak Aparat Penegak Hukum ( APH ).

Proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Abdikarya Andhika selaku pemenang tender ( Pelaksana) dengan pagu anggaran pembiayaan berkisar 6,2 Miliar yang bersumber dari Dana APBN pusat.

Indikasi ketidakberesan tersebut diantaranya, Realisasi fisik yang diduga tidak sesuai spek. Baik matrial pasir yang digunakan pada pekerjaan itu dinilai tidak beres. Belum lagi hasil atas apa yang sudah di kerjakan saat ini kuat dugaan beraroma korupsi.

Firdaus mokodompit Menyampaikan bahwa dugaan ketidakberesan pekerjaan proyek penangkal ombak ini diminta di bidik. Pasalnya, Miliaran rupiah uang negara digelontorkan pada kegiatan tersebut.

” Diminta APH untuk dapat melakukan penyelidikan atas ketidakberesan pekerjaan ini,” Pintah Firdaus Mokodompit.

Senada juga dikatakan oleh Ketua DPC LAKI Bolmong Indra Mamonto, Bahwa dugaan penyimpangan proyek penangkal ombak yang di kelolah oleh Balai Sungai manado ini harus diseriusi oleh Aparat Penegak Hukum. Apa terlebih dana pembiayaan atas proyek itu berasal dari APBN.

Seraya menambahkan, Kementrian PUPR diminta turun lapangan guna melihat kondisi realisasi fisik saat ini. Tandas Indra Mamonto Jumat (10/09/21).

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan