Dengan Dalih Cairkan Uang Beku, Kelompok Penipu Gondol Rp 510 Juta

Dengan Dalih Cairkan Uang Beku, Kelompok Penipu Gondol  Rp 510 Juta
Haris Supriyadi (kanan), ketika dimintai keterangannya oleh penyidik Polres Sragen.

SRAGEN, TABLOIDKONTRAS.com – Sekelompok penipu yang diduga kuat terdiri dari Haris Supriyadi, Rini Hadayani dan Slamet Harjaka bersekongkol, dengan dalih bisa mencairkan dana miliaran rupiah, namun  tetapi mereka malah gondol (membawa lari) uang milik suami isteri Sudarno dan Paryanti  senilai Rp 510 juta.

Tindak kejahatan penipuan itu berawal, Haris Supriyadi, warga Margo Mulyo RT 01/11 Gergunung Klaten Utara,  mengajak bertemu pasangan suami isteri Paryanti dan Sudarno, warga Butuh RT 34 Banaran, Sambungmacan, Sragen. Dengan alasan saat Haris Supriyadi melakukan meditasi selalu terbayang wajah Sudarmo.

Maka pada saat itu pula, sekitar bulan April 2021 Haris Supriyadi, telepon Sudarno untuk mengajak ketemuan. Setelah bertemu disalah satu rumah makan di Sragen, Haris bercerita , bahwa ada uang beku milyaran rupiah yang bisa dicairkan dengan cara ada aset yang dijual.

Mendengar cerita Haris yang meyakinkan itu, membuat Sudarno percaya. Maka Sudarno langsung mencari aset yang dijual sesuai yang dikehendaki. Benar, ada SPBU Jati Sumo, Sambungmacan Sragen dijual dengan penawaran Rp 35 milyar. Seketika itu Sudarno memberitahu Haris Supriyadi. Tetapi Haris Supriyadi minta satu syarat, setiap 1 milyar harus bayar Rp 1 juta sebagai administras.

Sudarno menyanggupi, malah mengajukan Rp 65 milyar dan membayar uang administrasi Rp 65 juta kepada Haris Supriyadi. Begitu menerima uang itu Haris mengatakan, bahwa uang beku yang Rp 65 miliar akan cair secepatnya, setelah di survei. Sampai disitu Sudarno masih percaya. Beberapa hari kemudian, Sudarno didatangi dua orang yang mengaku sebagai Tim Survei. Mereka itu masing-masing Slamet Harjaka dan Rini Hadayani.

Sudarno bahkan mengantarkan ke lokasi SPBU Jati Sumo, Sambungmacan untuk keperluan survei. Disana, Harjaka dan Rini Hadayani menjelaskan, bahwa tim survei mengabulkan bahwa SPBU bisa dibayar dengan uang yang sudah disiapkan. Setelah beberapa hari kemudian, secara berangsur-angsur mereka selalu meminta uang, baik kepada Paryanti dan Sudarno untuk mengurus pencairan dana yang dijanjikan.

Misalnya, minta uang untuk buka rekening dan lain-lain, hingga mencapai Rp 430 juta, di transfer ke rekening Rini Hadayani. Sehingga total uang yang sudah dikeluarkan Sudarno Rp 510 juta. sampai ditunggu 2 tahun, namun janji-janji kelompok penipu ini tidak kunjung datang.

Diketahui, ternyata Haris Supriyadi, Slamet Harjaka dan Rini Hadayani sekelompok penipu yang menguras uang pasangan Sudarno dan Paryanti. Karena kesal, maka Sudarno dan Paryanti, pada tanggal 27 April 2021 melaporkan kelompok penipu yang terdiri dari, Haris Supriyadi, Rini Hadayani dan Slamet Harjaka di Polres Sragen. Bahkan Sudarno, Paryanti dan Haris Supriyadi sudah  dimintai keterangan penyidik Polres Sragen. Setelah menunggu 7 bulan, akhirnya pada tanggal 5 Nopember 2021 penyidik Polres Sragen melakukan gelar perkara dan hasil gelar perkara akan dikirim via surat ke pelapor.

Secara terpisah, Amir Junaidi SH, sebagai kuasa hukum Sudarno dan Paryanti mengatakan, bahwa dalam kasus ini, akan diseplid untuk masing-masing pelaku. Haris Supriyadi dijerat dengan dugaan penipuan uang senilai 80 juta dan kerugian 430 juta yang masuk ke rekening atas nama Rini Hadayani, dipisah untuk laporan tersendiri. “Maka kelompok penipu itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya didepan hukum” katanya.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan