Diduga Korupsi ADD dan DD, Kejari Halut Geledah Kantor dan Rumah Mantan Kades Wateto

Diduga Korupsi ADD dan DD, Kejari Halut Geledah Kantor dan Rumah Mantan Kades Wateto
Kejari Halut Lakukan penggeledahan

HALUT, TABLOIDKONTRAS.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Senin (28/11/2022), menggeledah kantor desa dan rumah mantan Kepala Desa (Kades) Wateto di kecamatan Kao Utara.

Penggeledahan tersebut dilakukan atas dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Wateto Kecamatan Kao Utara, tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019 yang tengah ditangani.

Kejari Halut, Agus Wirawan menjelaskan bahwa pengeledahan dilakukan tepatnya pada
28 november 2022 sekitar pukul 10.00 Wit. Tim yanb terdiri dari 7 orang tersebut langsung melakukan penyitaan dokumen – dokumen penting.

Dalam penggeledahan tersebut, pihak Kejari memfokuskan di 2 lokasi yang berbeda yakni di Kantor Desa Wateto dipimpin oleh Satya Marta Ruhiyat S.H, M.H, selaku Kasubsi Penyidikan Seksi Tindak Pidana Khusus. Sementara tim kedua melakukan penggeledahan di rumah mantan kepala desa berinisial SK dan mantan sekretaris desa dan mantan Pj. Kepala desa Wateto. Dimana Penggeledahan tersebut dipimpin lngsung Eka J. Hayer, S.H. selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Halut.

“Dokumen – dokumen yang diambil terdiri dari dokumen – dokumen yang terkait Dugaan Tindak Pidana Korupsi Anggaran Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) Desa Wateto Kecamatan Kao Utara tahun anggaran 2017, 2018, dan 2019,” jelasnya, Selasa (29/11/2022) kemarin.

Langkah penggeledahan, lanjut Kajari, dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : Print- 01 /Q.2.12/Fd.1/09/2022 tanggal 12 September 2022, dan Surat Perintah Penggeledahan Nomor : Print-  512 /Q.2.12/Fd.1/11/2022 tanggal 24 November 2022. “Setelah melakukan penggeledahan selama 2  jam. Tim Kembali ke kantor dengan membawa sejumlah dokumen,” terangnya.

Kajari megatakan bahwa aksi penggeledahan tersebut dilakukan, pasalnya para pihak sengaja menyembunyikan dokumen – dokumen yang diminta oleh penyidik. Dimana dokumen – dokumen tersebut baru didapatkan oleh penyidik setelah melakukan penggeledahan itu. “Saat ini penanganan perkara tersebut sudah masuk pada tahap penyidikan tingkat Perhitungan Kerugian Negara dari Inspektorat Provinsi Maluku Utara,” ungkapnya.

 

(Willy)  

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan