Diduga Proyek Berbandrol 6 Miliar PT.Abadi Karya Andhika ‘Bermasalah’

Diduga Proyek Berbandrol 6 Miliar PT.Abadi Karya Andhika ‘Bermasalah’
Ketua DPD Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Firdaus Mokodompit di dampingi oleh Indra Mamonto Selaku Ketua DPC LAKI Bolmong.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.com– Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) melaporkan Proyek Penangkal Ombak Yang Dikelolah oleh Balai Sungai manado tepatnya yang berada di kecamatan poigar ( Bolmong-red). Yakni, Desa Tiberias, Poigar, dan Desa Nonapan Baru, ke Pihak Kajati Sulut.

Proyek yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang di kerjakan oleh PT.Abadi Karya Andhika, dengan pagu anggaran berbandrol Rp 6 Miliar tersebut, diduga kuat sarat penyimpangan.

Dugaan ini di perkuat adanya laporan masyarakat sehingga Ormas LAKI segera menindaklanjuti dengan melakukan pengecekan lapangan sekaligus pengaduan ke Aparat Penegak Hukum ( APH ) untuk dapat di lakukan penyelidikan.

Demikian hal ini disampaikan Ketua DPD LAKI Firdaus Mokodompit pada awak Media Selasa (07/09/21).

Firdaus Mokodompit yang di dampingi oleh Ketua DPC LAKI Bolmong Indra Mamonto Mengatakan proyek penangkal ombak tersebut patut di selidiki kwalitas realisasi dari pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor.

Mengapa demikian kata Firdaus, Uang negara yang di gelontorkan oleh pemerintah pusat pada pembiayaan proyek penangkal ombak yang terbagi di tiga desa yang di maksud, jumlahnya bukan sedikit. Sehingga Baik masyarakat wajib untuk menuntut bila ada indikasi ketidakberesan yang ditemukan dilapangan atas apa hasil yang di kerjakan oleh pihak pelaksana ( Pemenang Tender).

” Kami fikir setiap warga negara memiliki hak yang sama dimata hukum, Seperti itu juga persoalan pengawasan masyarakat atas berbagai kegiatan yang di kelolah oleh pemerintah, sekaligus Selaku Ormas LAKI berkewajiban mengawal dan mengawasi setiap kucuran anggaran negara yang di kelolah pada setiap pekerjaan proyek yang di biayai dengan anggaran APBN,” Pungkas Pria yang di kenal vokal ini.

Sementara itu, Deddy Ruswandi Mokodongan Selaku Camat Diwilayah tersebut Menanggapi Informasi tersebut menyampaikan. “Jika memang laporan masyarakat terbukti bahwa memang kwalitas pekerjaan proyek ada indikasi masalah, maka kami sebagai kepala wilayah Kec.Poigar akan mengambil tindakan sesuai aturan undang-undang yg berlaku, antara lain kami bisa saja memberhentikan proyek tersebut demi menjaga Kamtibmas dan mencegah berkembangnya opini yg buruk di tengah masyarakat,” Tandas Deddy.

Sampai berita ini naik tayang, pihak pelaksana PT.Abadi Karya Andhika belum berhasil dimintai keterangan atas adanya laporan pengaduan dari Ormas LAKI.

Begitupun Balai Sungai Manado yang mengelolah kegiatan belum berhasil dimintai keterangan atas dugaan ketidakberesan pekerjaan penangkal ombak di tiga desa yang berada di kecamatan poigar ( Bolmong).

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan