Dimasa Jenderal Lumowa PETI Ditutup. Tapi, Dimasa Jenderal Simanjuntak Kembali Menggurita?

Dimasa Jenderal Lumowa PETI Ditutup. Tapi, Dimasa Jenderal Simanjuntak  Kembali Menggurita?
Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. R.Z Panca Putra Simanjuntak dan Mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs. Royke Lumowa SH,

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow ( LP2BM ) Ali Imran Aduka Mempertanyakan Mengguritanya Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) tepatnya yang ada diwilayah Bolaang Mongondow Raya ( BMR ), Seperti contoh PETI di kecamatan lolayan ( Bolmong-red).Yakni, Lokasi Potolo dan Rumagit dan beberapa lokasi lainnya, seakan sulit di tindak.

Dikatakan Ali, Dizaman Kepemimpinan Kapolda Irjen Pol Drs. Royke Lumowa SH, penindakan PETI di BMR sangat terukur. Tak tanggung tanggung pria yang di kenal tegas ini memberikan Himbauan melalui media yang ditujukan kepada pelaku PETI di BMR untuk tidak ada lagi aktivitas ilegal PETI, Jika masih di dapati Maka ada sangsi hukumnya. Tegas  Royke Lumowa di Kutip dalam edisi pemberitaan Media Online Tabloidkontras.com.

Tak sampai disitu saja,Peringatan teguran yang berkali kali di sampaikan oleh Mantan Kapolda Jenderal Royke Lumowa saat masih menjabat kapolda, dibuktikan oleh dirinya dengan turun kelokasi dan menindak pelaku PETI yang kumabal dan masih berani bermain di pusaran Ilegal Mining dan perusakan hutan.

Alhalsil penindakan terukur itu mampu menyedot perhatian publik di sulawesi utara ( Sulut ), Lebih Khusus di BMR pada umumnya atas ketegasan sang jenderal menindak dan menutup ilegal mining di BMR.

Bahkan, Lokasi tambang Ilegal PETI Potolo dan Rumagit itu berhasil di tutup oleh Kapolda Irjen Pol Drs.Royke Lumowa SH, walaupun pada saat itu ada perlawanan ratusan masa dan beberapa titik jalan di blokade yang diduga masa yang melakukan penolakan penutupan PETI itu terindikasi sengaja dibayar oleh oknum cukong untuk menghalangi penutupan.

Begitupun beberapa oknum pelaku PETI ditangkap dan jebloskannya ke dalam penjara. Seperti, Oknum pelaku PETI GL Alias Gus, SW Alias Stenly, IO, Alias Ismet dan beberapa pelaku PETI lainnya. Beber Ketua LP2BM Ali Imran Aduka Senin (18/01/21).

Lanjut Ali, Sesudah Irjen Pol Drs Royke Lumowa, tidak lagi menjabat Kapolda sulut dan dikabarkan telah dimutasi ke posisi jabatan baru di mabes polri, Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) kembali menggurita di Bolmong. Seakan Para cukong tidak memperdulikan penutupan yang sudah dilakukan sebelumnya oleh kepolisian.

” Hemat kami melihat ketika Irjen pol Drs.Royke Lumowa SH, Sudah tidak lagi menjabat kapolda, Ilegak Mining di BMR kembali menggurita. Bahkan beberapa pemain baru secara terbuka bermain di pusaran ilegal ini dengan menggunakan puluhan alat berat Excavator,” Kata Aduka.

Oleh karena itu, LP2BM Desak Kapolda Irjen Pol Drs.R.Z. Panca Putra Simanjuntak segera tangkap pelaku ilegal mining Potolo.

Sebab, Kondisi alam yang tidak bersahabat saat ini, di musim penghujan bencana banjir dan tanah longsor terjadi dimana mana. Olehnya, Diminta hentikan aktivitas pertambangan emas tanpa ijin lokasi Potolo yang menggunakan alat berat sebelum bencana akan merusak wilayah perkebunan dan pemukiman masyarakat kecamatan Lolayan ( Bolmong ).

Lanjut Ali, Desakan ini cukup beralasan disamping wilayah pertambangan Potolo ilegal, ini juga bisa membawa bencana besar bagi masyarakat. Apa terlebih intensitas curah hujan cukup tinggi dalam beberapa hari terakhir ini. ” Kami juga mendesak pemerintah kabupaten bolmong dan pemerintah Provinsi sulawesi utara ( Sulut ) untuk segera menutup aktifitas tambang ilegal Potolo.

Tambahnya, Harusnya Kapolda Sulut bertindak tegas seperti Kapolda sebelumnya Irjen Pol Drs. Royke Lumowa SH, yang telah menutup tambang ilegal Potolo, Jangan nanti Suda ada korban jiwa baru ditindak sementara proses pencegahan diabaikan. Pungkas Ketua Ali Imran Aduka Mengingatkan Pemerintah dan kepolisian jangan kaku dan ragu melakukan penindakan sebelum terlambat.

 

(Lucky) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan