Gelapkan Uang Talangan Modal Ratusan Juta Dilaporkan Polisi

Gelapkan Uang Talangan Modal Ratusan Juta Dilaporkan Polisi
Yunitasari didampingi suaminya, ketika menunjukkan surat laporannya di Polres Sragen.

SRAGEN, TABLOIDKONTRAS.com – Dengan dalih ikut arisan dan meminjam uang talangan modal dan emas, Anita Wardani (30), warga Dukuh Bugel, Desa Dukuh, Kecamatan Tangen dilaporkan polisi. Pasalnya, uang ratusan juta rupiah yang dipinjam tidak kunjung dikembalikan, sehingga diduga kuat digelapkan.

Kronogi kejadian itu berawal, sejak bulan Oktober 2020,  Yunitasari, warga setempat membentuk arisan dengan anggota yang kebanyakkan diikuti ibu-ibu sejumlah 30 orang. Memang, semula berjalan baik dan lancar.

Melihat kondisi tersebut, Yunitasari kemudian mengadakan kelompok penanam modal yang dananya dikumpulkan dari puluhan warga. Selanjutnya modal yang terkumpul tersebut,  dipinjamkan kepada anggota arisan, sebagai dana talangan modal usaha. “Ternyata juga banyak yang berminat” ujar Yunitasari, kepada sejumlah wartawan, pada Senin (25/10) siang

Sedangkan nilai pinjaman dibatasi mulai dari Rp 1 juta sampai Rp 5 juta. Yunitasari dipercaya pemodal sebagai tenaga administrasi. Sistem pinjamanan ini dilakukan dengan cara, ketika ada penganjuan pinjaman dari anggota, terlebih dulu Yunitasari meminta persetujuan pemodal. “Setelah disetujui, maka uang pinjaman itu kami berikan melalui tranfer bank” paparnya

Pinjaman yang disediakan, bukan hanya berupa uang saja, tetapi juga emas bebentuk  kalung, cincin, gelang. Dengan cara, peminjam memesan dulu berat emas yang bakal dipinjam. “Semua itu akan dilunasi, sesuai perjanjian, ada yang 15 hari sampai satu bulan” terangnya

Namun setelah berjalan beberapa bulan, ada salah satu peminjam yang tidak mau membayar atau melunasi pinjamannya, Anita Wardasari, warga Dukuh Bugel RT 13, Desa Dukuh,Kecamatan Tangen,  Sragen, yakni pinjamanya berupa  uang dan emas senilai  Rp 106.846.000.

Dengan rincian pinjam talangan modal usaha Rp 91.320.000  dan emas senilai Rp 15.529.000 ,  tetapi meski sudah hampir satu tahun, pinjaman itu macet alias tanpa membayar pinjaman sama sekali. Namun ketika Yunitasari datang menagih, selalu dijawab tidak punya uang.

Bahkan Yuntasari juga minta talong Ketua Rt setempat, tetapi juga selalu gagal dan tanpa membuahkan hasil. Begitu juga pernah meminta tolong Babinkamtibmas, namun juga tidak berhasil. Karena tidak ada tanda-tanda niat baik dari Anita Wardani. Maka pada Rabu 29 September 2021 Yunitasari melaporkan kasus ini ke Polres  Sragen  dengan nomor STPP /263/IX/2021/SPKT.

Bahkan dia juga telah dimintai keterangan dari pihak petugas Kepolisian. Pada Senin (25/10) Anita Wardani yang seorang Bos Laoundry itu telah dilakukan penyidikan di Polres  Sragen. “Kami menyerahkan sepenuhnya penanganan kasusu ini kepada yang berwajib” katanya.

Sementara itu Sri Wahono, Devisi Hukum LSM Formas (Forum Masyarakat Sragen) selaku pendamping Yunitasari akan terus mengawal permasalahan ini sampai tuntas. “Sebenarnya Yunitasari bersedia untuk mencabut permasalahan ini, jika Anita Wardani bersedia melunasi uang pinjaman tersebut” ujar Sri Wahono.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan