GMPK Minta Polda Sulut Usut Tuntas Pelaku Penembakan Sekaligus Oknum Yang Membiayai Mereka.

GMPK Minta Polda Sulut Usut Tuntas Pelaku Penembakan Sekaligus Oknum Yang Membiayai Mereka.
Lokasi terjadinya peristiwa bentrok warga di perkebunan Bolingongot yang menewaskan satu warga Desa Toruakat

BOLMONG TABLOIDKONTRAS.Com – Dihentikannya aktivitas kegiatan pertambangan emas PT.Bulawan Daya Lestari, pasca terjadinya konflik di lokasi perkebunan Bolingongot (red:Bolmong) mendapat apresiasi dari GMPK Sulut.

Demikian hal tersebut disampaikan Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi ( GMPK ) Jefri Massie, Senin (11/10/21). Walaupun Kata Massie penghentian itu sudah terlambat karena lambatnya penindakan atas terjadinya ilegal mining yang diduga kuat dilakukan oleh YT Alias Yan yang bekerjasama dengan JI alias Jim dilokasi tersebut.

Dikatakan Jefri Massie, Bukankah kegiatan yang belum memiliki ijin ini telah berlangsung sejak tahun 2019? Lantas baru dihentikan 2021 saat ini. Inilah yang menjadi rancu ketika sekian tahun berjalan dan baru di hentikan sekarang.

Disinggung Adanya kabar bahwa terjadi konflik internal di PT. BDL? Jefri mengatakan, Itu bukan ranah kami untuk ikut campur,namun dari semula kami GMPK sulut sudah menyoroti berlangsungnya tambang tanpa IUOP pada waktu itu (2019)  dan setelah keluarnya IUOP,  namun IPPKH dari kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan belum dikantongi juga.

” Hemat kami menilai bahwa seluruh persyaratan sesuai ketentuan undang undang harus terpenuhi dulu dan setelah itu perusahan baru bisa melakukan kegiatan penambangan, baik itu yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM maupun KLHK, mutlak harus dikantongi apalagi beroperasi di lahan milik negara,” Ujar Sekretaris GMPK Sulut Jefri Massie.

Masih Jefri menyampaikan, Banyak oknum yang menuding bahwa kami membela kepentingan salah satu pemegang saham di PT.BDL? Sekali lagi kami tegaskan tudingan tersebut keliru dan tidak benar. Sebab, sebab GMPK menyoroti keberadaan Aktivitas kegiatan penambangan PT.BDL berdasarkan prasyarat yang belum terpenuhi, maka harusnya Pihak perusahan melengkapi dulu semua persyaratan terlebih dahulu dan kemudian melakukan aktivitas penambangan dilokasi itu.

Jefri Massie mendesak,kiranya Aparat Penegak Hukum (APH) untuk dapat menseriusi peristiwa berdarah yang menewaskan salah satu warga lingkar tambang inisial AD alias Arman,lelaki (37) yang diduga tertembak peluru senjata rakitan oknum ‘Preman’ dilokasi tersebut.

Harapan kami penetapan tersangka ( TSK ) nantinya, bukan hanya mengarah pada terduga penembakan saja, melainkan siapa aktor yang merekrut dan membiayai mereka selama ini patut diduga dan di seret sebagai tersangka.

” Sebagai LSM kami telah diminta oleh istri korban dan pemerintah desa Toruakat untuk ikut  mengawal langkah langkah hukum yang sedang berproses, karena itu salah satu langkah kami adalah menemui KOMPOLNAS dan telah menyerahkan bukti berupa foto,vidio dan dokumen lainnya yang dibutuhkan dan meminta KOMPOLNAS untuk menyelidiki dugaan keterlibatan oknum polisi yang ikut melindungi bahkan terlibat langsung dalam aktivitas ilegal mining yang kuat dugaan telah berjalan sejak 2019.

Seraya menambahkan, Diminta juga semua peralatan fasilitas yg digunakan PT BDL selama ini dilokasi tersebut harus dijadikan sebagai barang bukti,dan dari informasi yang kami terima bahwa kemudian Bupati Bolmong dan Forkopimda melakukan peninjauan lapangan, dan menariknya semua fasilitas yang digunakan pada penambangan perusahan masih ada di lokasi, semoga setelah adanya sidak dan sudah dijaga oleh aparat benar benar steril dari aktivitas sampai semua perijinan yang dipersyaratkan dapat dipenuhi oleh PT. BDL. Pungkas Sekretaris Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi ( GMPK ) Jefri Massie.

Terpisah Yance Tanesia selaku penanggungjawab PT.BDL ketika dikonfirmasi atas peristiwa tersebut menjawab silakan di konfirmasi ke kuasa hukum saya DR.Ralfie Pinansang,SH,MH.

Wartawan pun berupaya menghubungi kuasa hukum Yance Tanesia, Yakni DR.Ralfie Pinansang SH,MH dan dikatakan olehnya, Saya belum bisa menjawab karena lagi memberikan mata kulia saat ini secara darling.

” Pak di Kirim saja ke WhatsApp apa yang akan di konfirmasi, nanti setelah kegiatan darling ini selesai, Saya akan tanggapi.” Ujar Kuasa Hukum Yance Tanesia.

Tapi Ketika Ditunggu Hingga Sore, hingga berita ini naik tayang, Tanggapan kuasa hukum Yance Tanesia tak kunjung ada.

Redaksi media online tabloidkontras.com memberikan ruang bagi pihak PT Bulawan Daya Lestari untuk menanggapinya terkiat persoalan peristiwa berdarah yang diduga mengaitkan para oknum penjaga lokasi perusahan.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan