Harzaky: Yusril Tak Paham Aturan. Jika Keberatan AD/ART PD, Ajukan Dulu Ke Mahkamah Partai, Bukan Ke Mahkamah Agung?

Harzaky: Yusril Tak Paham Aturan. Jika Keberatan AD/ART PD, Ajukan Dulu Ke Mahkamah Partai, Bukan Ke Mahkamah Agung?
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat-Harzaky Mahendra Putra

KOTAMOBAGU, TABLOIDKONTRAS.com – Bergulirnya Prahara baru di partai demokrat dengan adanya gugatan Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra berkaitan dengan AD/ART PD yang dinilai olehnya tidak demokratis dan tidak sesuai dengan perundang undangan partai politik. Hingga akhirnya ia pun mengajukan gugatan tersebut ke Mahkamah Agung ( MA ).

Yusril Ihza Mahendera, lepas dari dirinya bagian dari partai politik lain, diketahui juga posisi Yusril sebagai Lowyer kuasa hukum sejumlah mantan kader Demokrat pendukung Moeldoko yang mengajukan keberatan atas AD/ART PD, yang berbuntut pada gugatan di Mahkamah Agung (MA) yang kian hari tensi prahara gugatan yang di ajukan itu terus memanas.

Tak hanya perdebatan yang terjadi, melainkan Posisi Yusril selaku Lowyer dari kubu Moeldoko tersebut, ikut diwarnai isu tak sedap, dimana ada upaya menawarkan diri lebih dulu ke DPP Demokrat dengan tarif Rp 100 miliar, sebelum akhirnya, Yusril menjadi pengacara kelompok Moeldoko. Yusril sudah membantah adanya tawaran itu.

Namun, Kepala Badan Komunikasi Strategis Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, pada konfrensi pers Minggu 3 Oktober 2021 kemarin, menyebutkan bahwa ada tawaran Rp 100 miliar oleh Yusril untuk menangani perkara partai demokrat.

“Seminggu sebelum putusan dari Kemenkumham, ada pertemuan antara Tim DPP Partai Demokrat dengan Tim Yusril. Saat itu penawarannya, benar Rp 100 miliar. Ada buktinya, ada tulisan tangannya,” kata Herzaky dalam konferensi pers sore itu dengan mengatakan bahwa demokrat memiliki bukti atas tawaran 100 Miliar itu.

Dikatakan Harzaky, Demokrat tentu saja menolak halus karena hal itu melampaui batas kepantasan, seolah-olah hukum bisa diperjualbelikan. “Bayangkan, kami yang berada di pihak yang benar saja dimintai tarif Rp 100 miliar. Nah bagaimana mereka yang posisinya kalah?” Ucapnya.

Dengan ditolaknya tawaran Yusril itu, lanjut Herzaky, faktanya seminggu kemudian, tanpa Yusril, kubu AHY memang benar menang. Pengajuan KSP Moeldoko ditolak oleh Pemerintah.

“Sekarang, kami tidak bisa membayangkan, berapa KSP Moeldoko harus membayar Yusril pada posisi KSP Moeldoko yang salah dan kalah,” sindir Herzaky.

Lebih lanjut, Herzaky mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi koalisi Moeldoko-Yusril terjadi sejak tiga bulan lalu. Menurut Herzaky, sudah ada pembicaraan di antara mereka berdua melalui Zoom meeting, dari rumahnya KSP Moeldoko di Menteng, pada awal Agustus 2021.

Demokrat soal Yusril Bantah Tawarkan Diri Rp 100 M: Kami Punya Bukti

“Strategi mereka, dalangnya Moeldoko, wayangnya Yusril, dengan pemeran pembantu para pemohon tersebut. Kita tahu, bahwa yang namanya kontrak profesional, pasti ada rupiahnya. Itu wajar. Tapi kami minta agar Yusril mengakui saja. Jangan berkoar-koar demi demokrasi,” urai Herzaky.

Bagi Herzaky, wajar saja kalau kader Demokrat marah ketika Yusril mengatakan upayanya membela Moeldoko adalah berjuang demi demokrasi. Ditekankan Herzaky, kalau benar demi demokrasi, maka Yusril sebaiknya membenarkan dulu AD ART Partainya.

” Benarkan duku AD/ART partainya baru masuk akal. Selain itu, Yusril tidak paham aturan atau belum baca aturannya. Jika keberatan dengan AD ART, ajukan ke Mahkamah Partai, bukan ke Mahkamah Agung,” Tutur Herzaky Mahendra Putra.

Lebih Lanjut Kata Harzaky, Demokrat akan terus melakukan perlawanan atas berbagai upaya pengambilalihan paksa partai demokrat oleh begal politik. Ia pun mengingatkan kepada seluruh kader PD,  bahwa hanya ada satu kepengurusan partai demokrat yang sah dan diakui oleh pemerintah serta tidak ada dualisme. Tegas Harzaky dalam konfrensi pers yang dilaksanakan di kantor DPP Partai Demokrat Dijakarta Minggu 3 oktober 2021.

 

(Lky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan