Heboh Mark Up, Kabag Umum Jaksel : Wartawan EK Minta Proyek Untuk Kesejahteraan Anggota

Heboh  Mark Up, Kabag Umum Jaksel : Wartawan EK Minta Proyek Untuk Kesejahteraan Anggota
Kabag Umum Jaksel Abdul Cholid

JAKARTA, TABLOIDKONTRAS.com – Buntut hebohnya skandal praktik mark up penyerapan anggaran pengadaan  118 pasang sepatu ket, 118 baju seragam clening service dan  118 tas pinggang dalam anggaran th 2022 lalu  yang bernilai total dalam pagu sebesar Rp 122. 318. 328,- yang diduga Pejabat di institusi Bagian Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan terlibat dan terkesan remehkan UUD Anti Korupsi menjadi buah bibir di kalangan pejabat di 5 kota dan Balikota DKI Jakarta serta di kalangan DPRD DKI Jakarta membuat Kabag Umum Jaksel  Abdul Cholid menjadi berang dan naik pitam.

Sedangkan Kabag Umum Jaksel, Abdul Cholid saat di konfermasi seputar adanya dugaan Vendor yang mendapatkn Lelang penunjukan pengadan  118 pasang sepatu Ket untuk clearing Service tidak sesuai dengan nilai lelang penujukan, yaitu per-pasang sepatu ket di bandrol Rp 263.000,- dan faktanya diduga  dibelanjakan dengan harga Rp 45.000,- per-pasngnya, diruang kerjanya, Rabu, (11/1/2023).

Sepatu clening service

Abdul Cholid mengungkapkan kekecewannya terhadap oknum yang mengaku sebagi Ketua Wartawan yang berinisil EK datang kepadanya meminta-minta proyek guna mensejahtrakan anggota Wartawan, tapi kenyatannya bukan untuk kesejahteraan Wartawan melainkan untuk pibadi.

Yang lebih parahnya lagi, kata Abdul Cholid, bahwa belanja sepatunya tidak sesuai dengan harga yang didalam pagu Rp 263.000.- per-pasangnya melainkan harganya dibaawah itu, “Bang pokoknya biar nanti Dia Saya panggil dan untuk mempertanggung jawabkannya. Kalau Dia idak mau mempertanggung jawabkannya maka Saya akan buka-bukaan, biar semuanya menjadi terang bendrang siapa yang sebenarnya yang mem-mark up itu” kata Abdul cholid dalam menanggapi berita di beberapa penerbitan Ibukota bebrapa edisi silam.

“ Saya menjadi pusing setelah pemberitaan dimuat, banyak wartawan yang datang untuk konfermasi yang sama” Ujarnya dengan wajah kesal bercampur  pucat.

Seperti diberitakan Tabloid Kontras beberapa edisi silam, seputar penyerapan anggaran Pengadaan Perlengkapan  Cleaning Service th 2022, seperti belanja  118 pasang  Sepatu Cleaning Service, belanja 118 baju seragam clealing servis, dan belanja 118  tas pinggang di institusi   Bagian Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan diduga di Mark Up, dan berkwalitas  rendah dan amburadul, anehnya barang-barang yang bermasalah  tersebut hingga berita ini diturunkan sudah didistribusikan kepada 118 cleaning service dan terkesan Kabag Umum Kota Administrasi Jakarta Selatan, Abdul Cholid merestui praktik  kotor yang melanggar UU Anti Kurupsi.

Dalam Pagu pengadaan perlengkapan cleaning service  di Bagian Umum sebesar Rp 122. 318. 328,- yang terdiri dari 1. Pakaian petugas kebersihan (Cleaning Service)  118 X 2 X Rp 259.230,- = Rp 67. 296. 108,-, 2. Sepatu Ket  118 X 263. 000,- = Rp 34.254. 220,-,  dan yang ke 3.  Pengadaan tas pinggang 118 X 160. 000,- = Rp 20. 768. 000,-, namun faktanya pakaian yang dibelanjakan pihak vender tidak sesuai   atau salah, sebagai contoh baju seragam petugas kebersian wanita semestinya lengan Panjang  akan tetapi dibelanjakannya lengan pendek, begitu juga  masalah belanja sepatu ket    dalam pagu per-pasang di bandrol Rp 263.000,-, sedangkan pihak vendor diduga dibelanjakan sepatu Ket se harga  Rp 45.000,-, ironisnya oknum pejabat di lingkungan istitusi Bagian Umum terkesan merestui praktik-praktik kotor atau haram tersebut. Dan ini merupakan tantangan Team Saber Pungli Jaksel, Kejari Jaksel, PJ Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono dan Itwilprov DKI Jakarta.

Yang sangat mencolok Praktik kotor  memark up adalah masalah  pengadaan sepatu ‘KET’ cleaning cervice Bagian Umum Jaksel sangat kentara dan diduga merupakan praktik  kotor untuk memperkaya oknum di institusi Bagian Umum dengan modus  memark up belanja sepatu ‘KET’ 6 kali lipat dengan harga pasar.

Demikian sumber yang berinisial SN membeberkan kepada se-jumlah Wartawan  di seputar Kuningan Jaksel,  Kamis, (15/12/2022).

Seperti diketahui,  Terungkapnya praktik kotor tersebut berawal beberapa orang karyawan di lingkungan Walikota Jakarta Selatan memperbincangkan sepatu baru yang dikenakan beberapa petugas cleaning service yang baru yang berkwalitas rendah dan ada di sebuah galeri di ‘Internet’ dibandrol Rp 45.000,- per pasangnya.  Namun dalam pagu anggaran pengadaan sepatu tersebut di institusi Bagian Umum bernilai Rp 263.000,- per-pasangnya,  hal inilah yang membuat buah bibir di  lingkungan karyawan di Walikota Jakarta Selatan, bahkan buah bibir ini dengan cepatnya merambah ke lingkungan Pemprov DKI Jakarta serta DPRD DKI Jakarta. Bahkan dengan mencuatnya berita yang menghebohkan  diakhir tahun 2022 tersebut menjadikan topik yang hangat dibicarakan di lingkungan Kantor Walikota Jaksel.

Sedangkan sumber lain yang berinisial Mun menambahkan, bahwa  skandal Mark Up 118 pasang sepatu kerja cleaning service yang  menjadi buah bibir tersebut, saat ini sulit dibendung dan yang hanya dapat membendung skandal tersebut adalah proses hukum, “Karena praktik mark up itu merupakan praktik kotor yang menabrak UU Anti korupsi, dan itu pidana Mas bisa di laporkan ke pihak yang berwajib” kata Mun.

Terkait dengan merebaknya skandal mark up sepatu operasional Cleaning service tersebut, Wartawan melakukan konfermasi kepada Kasubag Umum Jakarta Selatan, MA. Farick, Jum’at, (2/12/2022) di ruang kerjanya.

  1. Farick menjelaskan bahwa anggara belanja sepatu Ket sebesar Rp 122. 318. 328,- an tersebut  memang sudah merupakan harga yang ada dalam pagu  pengadaan sepatu ket th anggaran 2022, namun saat disinggung   sepatu tersebut  mereknya apa,  terlihat prilaku MA. Farick  terlihat   mulai gelisah dan mengatakan, bahwa  pihaknya belum tahu merek dan bentuk sepatunya.

Ironisnya, saat Wartawan menyebutkan, bahwa harga dan merk sepatu ket tersebut   berharga Rp 45. 000 .  MA. Farick terkesan seolah-olah kaget.

Dan saat MA. Farick diperlihatkan  bentuk sepatu yang berharga Rp 45.000,- sama dengan bentuk sepatu prodak belanja dari  pihak  PT yang memperoleh  llelang penunjukan  tersebut, wajahnya terkesan   lterlihat wajah MA. Farick pucat dan aga kecewa dengan PT nya.” Nanti kalau diperiksa bahwa sepatu tersebut tidak layak , pihaknya akan minta barangnya ditukar, Dan di tahun mendatang tidak diberikan lagi kepercayaan untuk mendapatkan lagi proyek”  kata MA. Farick  wajahnya pucat.

Yang mengagetkan, bahwa dalam mengakiri Wawancaranya mengatakan, bahwa yang mendapatkan proyek tersebut  mengaku Wartawan yang berinisial EK.

Terkait dugaan adanya praktik Mark Up dalam penyerapan sejumlah perlengkapan Cleaning Service di lingkungan institusi Bagian Umum Jaksel, Wartawan  melakukan konfermasi ke Seko, Jaksel, Ali Murtadho, Jum’at ( 16/12/2022) namun yang bersangkutan menurut sumber yang dapat dipercaya sedang tidak berada di tempat.

 

(ik )

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan