Kata Sanusi, Uang Suap Untuk Dana Cagub. Gerindra Kebakaran Jenggot

Kata Sanusi, Uang Suap Untuk Dana Cagub. Gerindra Kebakaran Jenggot
M. Sanusi jadi tersangka suap proyek reklamasi pantai teluk Jakarta Utara.

JAKARTA, KONTRASNEWS.com – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, partainya tidak meminta mahar dalam bentuk apa pun dari kader ataupun pihak luar yang hendak mendaftar sebagai calon kepala daerah.

Hal ini termasuk kepada Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta yang juga mendaftar sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, M Sanusi.

“Kalau di partai justru kita yang suport, tidak ada mahar. Kalau kurang, kita tambahin untuk biaya saksi dan lain-lain,” kata Dasco saat dihubungi, Selasa.

Dasco menyampaikan hal tersebut menanggapi Sanusi yang kini menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi karena tertangkap tangan menerima suap dari Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Ariesman Widjaja.

Pengacara Sanusi, Krisna Murti, menyebut uang tersebut tidak terkait pembahasan raperda reklamasi Teluk Jakarta, tetapi dana bantuan yang diberikan dalam rangka pencalonan kliennya sebagai gubernur DKI.

“Mungkin itu dana untuk sosialisasi dia. Sosialisasi kan urusan masing-masing calon. Kita kan enggak ngecek juga. Kalau sosialisasi ke konstituen kan dia punya Sanusi Center sudah lama,” kata Dasco.

Dasco menambahkan, selain sebagai anggota DPRD, Sanusi juga merupakan seorang pengusaha. Wajar jika dia berteman dengan para pengusaha.

“Saya pikir ya mungkin dia tidak bisa membedakan dia sebagai pengusaha dan sebagai anggota DPRD,” ucap Dasco.

Krisna sebelumnya menekankan bahwa uang yang diberikan oleh Ariesman Widjaja melalui personal assistant PT APL, Trinanda Prihantoro, tidak terkait reklamasi Pantai Utara Jakarta.

Uang mencapai Rp 2 miliar yang diterima Sanusi itu, kata dia, merupakan dana bantuan yang diberikan dalam rangka pencalonan kliennya itu dalam pemilihan gubernur pada 2017.

“Uang yang diberikan Ariesman itu adalah uang semata-mata memberikan bantuan untuk dalam rangka pilgub,” ungkap Krisna.

“Itu uang Ariesman pribadi. Enggak ada (kaitannya dengan raperda). Kan Bang Uci (Sanusi) maju sebagai calon gubernur, rencananya,” tutur dia.

Menurut KPK, uang itu merupakan suap terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Provinsi DKI Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

Selain Sanusi, KPK juga telah menetapkan Ariesman Widjaja sebagai tersangka.

Diajak Taufik

Kuasa hukum M Sanusi, Irsan Gusfrianto menjelaskan, kliennya turut serta dalam pertemuan Pimpinan DPRD DKI dengan bos Agung Sedayu Group, Sugianto Kusuma alias Aguan.

Ia mengatakan, pertemuan dengan Aguan dilakukan di kediamannya, di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Saat itu, kata dia, M Sanusi diajak oleh kakanya, M Taufik yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD DKI.

“Bang Uci (sapaan akrab Sanusi) itu diajak sama kakaknya (M Taufik),” tutur Irsan di Gedung KPK, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin.

Pada pertemuan itu, lanjut dia, turut hadir serta Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohamad Taufik, anggota Badan Legislasi Muhammad (Ongen) Sangaji, dan Ketua Panitia Khusus Reklamasi Selamat Nurdin.

Namun, kata Irsan, Sanusi tidak ikut serta saat berdiskusi dengan Aguan dan anggota DPRD lainnya. Maka dari itu, menurutnya, kliennya itu tidak mengetahui apa pun pembahasan dalam diskusi tersebut.

“Setelah itu, bang Uci pergi ke ruang tengah, tidak ikut pembahasan lainnya,” terang dia.

Ia menambahkan, Sanusi diketahui sudah kenal lama dengan Aguan. Bahkan sebelum menjadi Anggota DPRD dari Partai Gerindra, Sanusi sudah dekat dengan bos perusahaan pengembang properti itu.

“Sanusi sering membantu penjualan properti keduanya,” pungkasnya.

Tok.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan