Keluarga Ahli Waris (Alm) H.Jalil bin Dirga Dekana Memblokir Jalan Masuk Hutan Kota

Keluarga Ahli Waris (Alm) H.Jalil bin Dirga Dekana Memblokir Jalan Masuk Hutan Kota
Jalan Poros Pintu Masuk Hutan Kota Diblokir Ahli Waris.

OKI, TABLOIDKONTRAS.Com – -Perwakilan kuasa ahli waris pemilik lahan mulai memasang kayu di jalan poros didalam kawasan hutan kota. Sebanyak 3 spanduk dipasang ahli waris di antaranya bertuliskan ‘Mohon Maaf kepada warga masyarakat aparat penegak hukum dan pihak berwenang, kami memagar seluruh tanah milik H.jalil harap maklum dan terima kasih.

Sementara itu, Husin perwakilan ahli waris mengatakan,” Sebelumnya sudah ada mediasi dengan Komisi III DPRD di ruang rapat banggar dan pihak Pemerintah OKI yang di hadiri Dinas Pertanahan , DLH terkait permasalahan ini, dikarenakan lahan yang ditempati belum ada penyelesaian dengan ahli waris, hingga saat ini lebih kurang selama delapan bulan belum ada kepastian.

Akibat penutupan tersebut, terlihat sejumlah warga terpaksa putar balik dan tidak jadi melintas dari jalan poros itu. Mereka mengaku kecewa karena sudah belum ada ganti rugi. Apalagi penutupan tersebut dipicu karena persoalan lahan yang tak kunjung diganti rugi,” Terang Husin, Kamis ( 8/7/22). Dilokasi depan SMK Negeri 3 Kayuagung.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya membenarkan,” Jika jalan hutan kota sejak pagi hari tadi ditutup oleh pemilik lahan sebelumnya. Ia tidak mengetahui secara pasti alasan mengapa jalan tersebut ditutup oleh ahli waris pemilik lahan.

Namun, dari informasi yang diperoleh para keluarga ahli waris yang jumlahnya mencapai belasan orang sengaja menutup jalan masuk ke hutan kota tersebut karena ganti rugi,” Ujar dia.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, lahan yang dibloker berada di hutan kota tidak jauh dari perumahan jokowi Kelurahan Kedaton, sementara pintu masuknya melalui lahan milik ahli waris.

Lahan tanah atas nama Alm H. Jalil bin Dirga Dekana seluas 7 Hektar. Hingga saat ini, belum ada ganti rugi dan lahan tersebut sudah berjalan hampir 8 Balan belum ada kepastian dan etikat baik dari pihak Pemkab. OKI.

Tanggal 18 Maret 2022 yang lalu rapat kedua di ruang banggar DPRD. Namun pihak Pemkab OKI belum memberikan ganti rugi ahli waris pemilik lahan. Hingga akhirnya terjadi pemblokiran pintu jalan masuk menuju ke hutan kota tersebut.

Kapolsek Kayuagung, AKP. Eko Suseno menghimbau kepada keluarga ahli waris membuka jalan yang di blokir agar aktivitas warga berjalan seperti biasanya dan anak-anak sekolah bisa berjalan dengan lancar melewati jalan semestinya, dan jika “Kita” (ahli waris) benar silahkan kejalur pengadilan,” Pangkasnya.

Sedangkan Camat Kota Kayuagung, Iskandar menuturkan,” Agar akses jalan untuk warganya bisa melintas dijalan poros , namun hal ini ditolak oleh ahli waris. Ahli waris tidak menyetujuinya karena belum ada dari etikat baik Pemerintah Daerah (Pemkab) melakukan pembayaran ganti rugi dan selalu dibohongi, dengan hal ini ahli waris mengadakan pemblokiran jalan pintu masuk hutan kota.

Sorenya Bupati OKI, H. Iskandar, SE meninjau langsung kelokasi pembolikiran jalan masuk hutan kota tersebut. Bupati OKI, H. Iskandar, SE meminta agar pihak ahli waris bisa membuka pembolikiran jalan, dan nanti kita akan memanggil pihak ahli waris untuk berdiskusi, musyawarah nantinya. Namun pihak ahli waris menyambut baik saran dan etikat baik Bupati OKI, H. Iskandar, SE untuk berdiskusi. Namun, sebelum ada titik terang kapan waktu kita untuk di panggil untuk penyelesaian ganti rugi kami tetap menutup jalan ini, sebab tanah jalan yang kami klim ini masih hak milik ahli waris.

“Kami tidak melarang warga untuk melintas, di setiap titik ada persimpangan yang masih bisa dilalui,dan juga kami tidak melarang pihak sekolah untuk beraktivitas bersekolah, silahkan namun untuk penutupan jalan pintu masuk hutan kota tetap akan kami lakukan sebelum adanya penyelesaian dari Pemerintah,”ungkapnya.

 

(Mael) 

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan