‘Kurangnya Perhatian Bupati’ Jalan Penghubung Desa Passi-Wangga Berubah Menjadi Kolam?

‘Kurangnya Perhatian Bupati’ Jalan Penghubung Desa Passi-Wangga Berubah Menjadi Kolam?
Kondisi jalan penghubung antara Desa Passi dan Desa Wangga Induk ( Kec-Passi Barat) kurang perhatian pemerintah.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Jalan penghubung antara Desa Passi menuju Desa Wangga Induk, Kecamatan Passi Barat ( Red: Bolmong) terkesan kurang di perhatikan oleh pemerintah daerah ( Pemda ).

Pasalnya, Sudah hampir 30 tahun berjalan, kerusakan berat pada badan jalan tersebut sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah ( Bupati ) untuk dilakukan perbaikan. semisal di Hotmix kembali atau di perbaiki titik titik yang sudah seperti kolam ikan saat ini. Demikian Hal.ini dikatakan Nawir Pondabo Selaku Warga Desa Wangga Induk pada awak media Selasa (21/09/21) Siang tadi.

Nawir menyampaikan kekesalan dirinya bersama masyarakat lainnya, terkait ketidakperdulian Bupati Bolaang Mongondow ( Bolmong ) Dra Hj.Yasti Soepredjo Mokoagow ( YSM ) atas jalan penghubung antara Desa Passi dan Desa Wangga Induk yang kian hari makin rusak parah serta sudah tergenang oleh air setinggi lutut remaja.

” Kami fikir dengan kepemimpinan Bupati Bolmong Dra. Hj.Yasti Soepredjo Mokoagow, Proses infrastruktur jalan akan lebih baik. Tapi nyatanya masih banyak juga yang belum di perbaiki maupun yang sama sekali belum mendapatkan perhatian. Seperti jalan yang kami maksud ini,” Ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah tidak tutup mata atas kondisi jalan penghubung antara Desa Passi dan Desa Wangga yang menjadi jalan utama bagi masyarakat. ” Torang bayar pajak, Tapi belum menikmati sepenuhnya fasilitas prasarana jalan yang memadai yang diberikan oleh pemerintah,” Tutur Nawir.

Masih Nawir Mengatakan, Jika Pemerintah acuh tak acuh dengan keberadaan jalan rusak tersebut, maka kami juga sebagai masyarakat jangan ditagih kewajiban membayar pajak. Apa terlebih jalan yang menjadi akses utama masyarakat ke dua desa itu, sudah 30 tahun ini belum perna di gelontorkan anggaran untuk dibangun kembali.

” Jalan itu dibangun masih pada zamannya Pak Syarial Damopolii, yang saat itu beliau menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi. Nah semenjak beliau purna tugas di DPR, Sudah tidak perna lagi pemerintah menggelontorkan anggaran untuk dibangun atau di perbaiki,” Beber Nawir.

Dirinya Minta kiranya di era kepemimpinan Bupati Bolmong Dra Hj.Yasti Soepredjo Mokoagow yang sudah mendekati masa tugasnya ini,  bisa memperhatikan jalan tersebut. Karena selama ini perbaikan atas kondisi kerusakan jalan penghubung antara Desa Passi 1 dan Desa Wangga Induk itu, hanya dilakukan secara Swadya oleh masyatakat dari ke dua desa yang dimaksud. “Belum perna pemkab bolmong memperhatikannya untuk dibangun. Padahal sudah beberapa kali di usulkan dalam musrembang, tapi kenyataannya hingga hari ini kucuran anggaran pembangunan tak perna ada” kata Nawir Pondabo pria yang akrab disapa juragan Nenas di wilayah tersebut.

Data hasil pantauan Wartawan dilokasi, Memang benar kondisi badan jalan penghubung antara kedua desa ( Desa Passi-Desa Wangga Induk) tersebut rusak parah. Dibalik kerusakan yang sudah tidak layak dilewati kendaraan, masyarakatpun disulitkan dengan akses transportasi yang sulit di dapatkan oleh mereka pada saat mau kepasar membawah hasil pertanian mereka.

Hal ini disebabkan, kondisi jalan yang telah rusak dan sudah tergenang oleh air setinggi lutut remaja. Olehnya, Diminta Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow ( Pemkab Bolmong) dapat menurunkan tim melalui Dinas Pekerjaan Umum ( PU ) untuk meninjau kerusakan badan jalan yang saat ini menjadi sorotan warga sekitar.

 

( Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan