LAKI: Jika PETI Potolo-Rumagit Dibiarkan, Maka Kuat Dugaan Ada UPETI Yang Mengalir Disana?

LAKI: Jika PETI Potolo-Rumagit Dibiarkan, Maka Kuat Dugaan Ada UPETI Yang Mengalir Disana?
Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Bolmong Indra Mamonto

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.com – Usai Ketua Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow (LP2BM) Ali Imran Aduka pada edisi tabloidkontras.com sebelumnya Menyoroti terkait perusakan hutan tepatnya di kecamatan lolayan ( Bolmong-red) akibat belum ada penindakan yang tegas dari pemerintah maupun aparat kepolisian dalam menghentikan aktivitas Ilegal tersebut.

Kini Datang lagi sorotan yang dilontarkan oleh Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Kabupaten Bolaang Mongondow ( Bolmong ) Indra Mamonto, Dimana dirinya mempertanyakan ada apa Bupati Bolmong Dra Hj Yasti Soepredjo Mokoagow dan Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK selaku penanggungjawab wilayah hukum tersebut, Belum menutup atau menghentikan Ilegal Mining di Lokasi Potolo-Rumagit?

Meski kata Mamonto, Sudah ada beberapa oknum yang telah di pidanakan dan sudah memiliki putusan inkrah dari Pengadilan Negeri Kotamobagu ( PN-KK) akibat terbukti melakukan Ilegal Mining di lokasi yang masih berstatus kawasan hutan itu, namun nyatanya tidak memberikan efek jerah bagi pelaku PETI lainnya, Sehingga mestinya pemerintah maupun APH sudah harus menghentikan dan menutup Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI) yang di maksud.

Masih Indra Mamonto Menyayangkan sikap pemerintah  (Pemkab Bolmong ) maupun Aparat Penegak Hukum ( APH) yang terkesan membiarkan perusakan hutan serta Pertambangan Emas Tanpa izin ( PETI) berskala besar yang diduga dilakukan oleh para pemodal alias Cukong.

” Jika pemerintah maupun APH masih adem adem saja melihat aktivitas PETI ini dan belum ada tindakan terukur berupa penghentian dan penutupan lokasi  ilegal mining yang berjalan, maka ini perlu menjadi pertanyaan alasannya apa?, Apakah Ada Aliran Dana Yang Mengalir disana?” Tanya Indra Mamonto

Ia pun mendesak Bapak Kapolri RI  Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk dapat melihat persoalan PETI ini sekaligus menindak tegas pelaku Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ) diwilayah Kecamatan Lolayan Kabupaten Bolaang Mongondow ( Kab-Bolmong) yang kabarnya di back Up oleh Oknum petinggi?

” Kalau Gubernur dan Kapolda belum mampu menghentikan dan menutup aktivitas ilegal mining disana, Maka Diminta Bapak Kapolri RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan sebelum wilayah tersebut tergenang banjir serta terjadi bencana di kemudian hari, Apa lagi sudah sekian tahun aktivitas kegiatan ilegal mining ini bukan berkurang, tapi sebaliknya terus bertambah.” Pintah Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI) Indra Mamonto pada awak media Rabu (01/09/21).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Bolmong Bapak Yahya Faza ketika di konfirmasi Awak media Rabu (01/08/21) Siang tadi. Dirinya Menjawab, DLH Bolmong terus melakukan Pemantauan dan pengawasan berdasarkan Tupoksi. Urusan penindakan itu bukan kewenangan DLH, melainkan Aparat Penegak Hukun ( APH ). Tegas Yahya melaui pesan WhatsApp.

Disinggung apakah hasil pantau dan pengawasan oleh DLH bolmong tersebut sudah dikoordinasi dengan aparat penegak hukum ( APH) untuk kemudian dapat ditindak? Sayangnya pertanyaan awak media belum ditanggapi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Bolmong Yahya Faza.

Pada edisi media online tabloidkontras.com sebelumnya, Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK, Menegaskan Lapor ke Tipiter reskrim dan segera ditindaklanjuti, karena sudah 8 kasus PETI telah di proses serta sudah ada putusan inkranya.

Menurut Kapolres, Penindakan hukum yang terukur telah dilakukan maupun himbauan kepada masyarakat Yaitu desa mopusi dan desa tanoyan melalui papan himbauan agar jangan melakukan aktivitas ilegal mining dan mari menjaga kelestarian alam lingkungan agar tetap terjaga.

” Penegakan hukum bukan satu satunya cara, sebab Polres kotamobagu sudah berupaya sekuat tenaga dan beberapa pelaku PETI sudah mendapat putusan inkrah pengadilan,” Tegas Kapolres

Dikatakan Kapolres, Lebih baik lokasi tersebut di suport untuk kemudian pemerintah bisa mengeluarkan ijin legal, Bukan hanya ke penegakan hukum saja.

begitupun polres kotamobagu telah berhasil pidanakan Sebanyak 8 kasus dan 28 orang pelaku Pertambangan Emas Tanpa Ijin ( PETI ), Para pelaku Peti ini merupakan hasil penegakan hukum Sat Reskrim Polres Kotamobagu sejak tahun 2020 hingga tahun 2021. Tandasnya Ketika di konfirmasi.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan