LAKI: Pernyataan PPK Balai Sungai, Dinilai Menutupi Ketidakberesan 6,2 Miliar Fisik Proyek Tersebut

LAKI: Pernyataan PPK Balai Sungai, Dinilai Menutupi Ketidakberesan 6,2 Miliar Fisik Proyek Tersebut
• PPK Balai Sungai-Ronny dan Ketua DPC LAKI Bolmong Indra Mamonto.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Pernyataan Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Balai sungai sulawesi I Manado SP wilayah II Bolmong, yang mengatakan bahwa tidak ada masalah dalam pekerjaan proyek pengaman pantai di kecamatan poigar dan semua sudah sesuai SOP pekerjaan. Mendapat respon balik dari ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Bolmong Indra Mamonto.

Indra Mamonto menilai, Pernyataan atau bantahan PPK tersebut seperti bentuk cara menutupi ketidakberesan pekerjaan yang menjadi temuan ormas LAKI dilapangan.

” Silakan pak Ronny selaku PPK Balai Sungai menyampaikan tanggapan atau bantahan atas apa yang menjadi sorotan kami (Ormas LAKI) pada pekerjaan proyek pengaman Pantai tersebut, Tapi baiknya jangan hanya duduk ruangan kantor saja dan begitu enak menyampaikan bahwa tidak ada masalah, melainkan turun kelapangan dan lihat apakah mutu kualitas baton yang digunakan sudah sesuai atau belum? Sekaligus material pasir yang dipakai apa sesuai spek atau tidak?” Ucap Mamonto.

Dikatakan Mamonto, ada beberapa hal kejanggalan pekerjaan yang diduga kuat bermasalah. Diantaranya:

1, Kualitas Mutu beton yang sangat rendah menyebabkan beton pengaman pantai tersebut mudah retak,rapuh dan hancur.

2, Kurangnya kehadiran tenaga ahli perusahan maupun tenaga ahli pengawas dari balai yang berdampak pada rendahnya kontrol mutu pada pekerjaan.

3, Adanya penggunaan material pasir yang dinilai tidak sesuai spek maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB).

4, Adanya temuan penggunaan papan nama proyek pekerjaan yang tidak mencantumkan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan. Semestinya hal itu perlu dan penting.

Dari beberapa Point tersebut, untuk temuan lainnya belum bisa kami paparkan secara rinci. Tapi dugaan masalah ini akan kami laporkan ke pihak Kajati. Tandas Ketua DPC Ormas LAKI Bolmong Indra Mamonto.

Pada edisi pemberitaan tabloidkontras.com sebelumnya, Ronny Selaku PPK Balai Sungai SP wilayah II Bolmong saat di temui awak media di kantor Balai Sungai Sulawesi I Manado ( Sulut ) pada Kamis 14 Oktober 2021, menyampaikan bahwa pekerjaan proyek pengaman pantai di tiga ruas titik di Kecamatan Poigar. Yaitu, Desa Poigar, Desa Nonapan dan Desa Tiberias, sudah sesuai SOP pekerjaan.

Menurutnya, Proses pekerjaan pengaman pantai tersebut semuanya telah melalui uji mutu, baik material yang dipakai maupun kualitas beton yang digunakan, menggunakan K-225, serta Siklop 123, K-125 dan tentunya butuh 28 hari mengeras.

” Tidak ada pekerjaan disana yang bermasalah, semua sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaan, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang tertuang dalam dokumen kontrak,” Tegas Ronny.

Ia juga menjelaskan, bahwa semua bois yang dipakai menggunakan pengikat, sehingga baik dilihat kualitas dan kekuatannya cukup baik.

“Dari susunan bois yang dipasang ada pengikat, dan itu cukup kuat, begitupun sampai Hari ini pekerjaan lagi berjalan dan setiap saat di awasi oleh tim lapangan sesuai dengan item pekerjaan yang dilaksanakan” Ujar Ronny Selaku PPK Balai Sungai Manado wilayah SP II Bolmong.

Diketahui proyek pengaman pantai yang Berada di kecamatan poigar ini berbandrol RP 6,2 Miliar, berupa pekerjaan pembangunan bangunan pengaman pantai poigar, pantai tiberias, dan pantai nonapan, yang bersumber dari APBN Murni, dengan nomor kontrak: PB.02.01/PJSA-SPII/BWSS-1/2021/K-01.

Pun begitu proyek tersebut berdasarkan hasil pantauan Wartawan dikerjakan oleh PT.ABADIKARYA ANDHIKA, dimulai sejak 12 April 202. Tapi menariknya dalam papan nama proyek  tersebut tidak dicantumkan batas waktu pelaksanaan pekerjaan akan berakhir hingga kapan.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan