LAKRI Apresiasi Kejaksaan Atas Penetapan Tersangka ‘Korupsi’ Rutilahu Bolmong.

LAKRI Apresiasi Kejaksaan Atas Penetapan Tersangka ‘Korupsi’ Rutilahu Bolmong.
Dua oknum tersangka inisial AHB dan SH dalam kondisi di Borgol langsung di gelandang Oleh Jaksa ke Sel Rumah Tahanan ( Rutan ) Kotamobagu.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Adanya penetapan tersangka oleh kejaksaan Negeri Kotamobagu ( Kajari ), kepada beberapa oknum yang diduga kuat terlibat korupsi anggaran pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RUTILAHU) tepatnya diwilayah Kabupaten Bolaang Mongondow (Kab- Bolmong), mendapat apresiasi dari Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI).

Andy Riadhy selaku Direktur LAKRI kepada awak media menyampaikan, memberikan apresiasi kepada kejaksaan dengan sudah dilakukannya penetapan tersangka kepada Kepala Dinas Sosial ( Dinsos ) Kabupaten Bolaang Mongondow ( Kab-Bolmong) inisial AHB Alias Abdul bersama beberapa orang lainnya, atas dugaan tindak pidana korupsi pada anggaran pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu ) bantuan Kemensos RI yang berbandrol Rp 750 Juta, tahun 2019.

” Selaku Lembaga Anti Korupsi, Kami salut sikap tegas dan keputusan penyidik Kajari Kotamobagu dengan menetapkan beberapa oknum yang diduga kuat terlibat dalam kegiatan tersebut sebagai tersangka dan langsung di tahan,” ucap Direkrur Intelijen LAKRI.

Meski begitu kata Andy Riadhy, Dirinya berharap penyelidikan dan penyidikan atas dugaan kasus korupsi Rutilahu Bolmong ini tidak hanya berhenti sampai disini saja, perlu ada pengembangan lebih dalam siapa-siapa oknum-oknum yang ikut menikmati aliran dana bantuan Kemensos RI tersebut, hingga menyebabkan beberapa unit rumah warga miskin tidak dibangun sampai saat ini?

” Saya sungguh prihatin melihat persoalan ini, apa lagi anggaran bantuan sosial ( Bansos) yang digelontorkan oleh Kemensos RI berbandrol Rp 750.000.000,00 pada tahun 2019 lalu,  dikhususkan untuk pembangunan rumah warga miskin di dua kecamatan di Bolmong, tapi kenyataannya sebagian besar unit rumah tidak dibangun atau direalisasikan sebagaimana mestinya,”ujar Andy Riadhy Kamis 7 Juli 2022.

Data yang berhasil dirangkum awak media dilapangan, penyidik Kejaksaan sudah menetapkan 3 tersangka atas dugaan tindak pidana korupsi anggaran pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( Rutilahu) Bolmong tahun 2019. Diantaranya, Oknum inisial  JS alias Jim ( Bertindak selaku Kontraktor/pihak ke tiga) kabarnya lebih awal di tetapkan tersangka, disusul Oknum Inisial AHB Alias Abdul Haris ( Selaku Kepala Dinas Sosial Bolmong) dan Oknum inisial SH ( Diketahui bertindak sebagai Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Bolmong).

Ke 3 oknum tersebut resmi menyandang status tersangka berdasarkan, surat Nomor: 407 /P.1.12/Fd.2/07/2022 dan Nomor: 403 /P.1.12/Fd.2/07/2022.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kotamobagu, Bapak Alwin Agustian Khahar, SH, MH, pada awak media mengatakan penetapan tersangka dan penahanan 2 tersangka ini sudah sesuai sebagaimana diatur dalam pasal 21 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

Menurutnya, sebelum ditetapkan tersangka dan ditahan, hak-hak dari kedua tersangka diberikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seperti, pemeriksaan kesehatan, dan pemberian makanan.

” Hak Kedua tersangka yang ditahan diberikan, dan ketika dilakukan pemeriksaan kesehatan, dinyatakan sehat lewat prosedur pemeriksaan kesehatan oleh tim medis,” ujarnya.

Dikatakan Kajari, Kejaksaan masih terus melakukan pengembangan terkait penyidikan atas dugaan kasus korupsi anggaran bantuan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni ( RUTILAHU) Bolmong tersebut.

“Untuk kepentingan penyidikan atau pemeriksaan kedua tersangka resmi dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan,” tandas Kajari Kotamobagu Alwin Agustian Khahar SH.MH. Rabu 6 Juli 2022. Kemarin.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan