LAKRI Minta Kapolres Bolsel Usut Keterlibatan Oknum Anggota di PETI?

LAKRI Minta Kapolres Bolsel Usut Keterlibatan Oknum Anggota di PETI?
Direktur Intelijen Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKRI ) Andy Riadhy.

BOLSEL,TABLOIDKONTRAS.Com– Dugaan adanya keterlibatan kerja sama Tambang Emas Ilegal Kilo 12, antara oknum pengusaha (Cukong) dan oknum anggota polisi inisial YP alias Yow, yang bertugas di Polres Bolaang Mongondow Selatan ( Bolsel-red) menimbulkan perhatian serius dari Direktur Intelijen Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI ).

Direktur Intelijen LAKRI Andy Riadhy pada awak media Rabu 26 Oktober 2022, menanggapi, Jika benar kabar dugaan keterlibatan kerja sama yang dibeberkan oleh oknum cukong insial K alias Kiki Tan tersebut  yang diduga bekerja sama dengan oknum anggota polisi, maka, ini bentuk pengkhianatan terhadap institusinya sendiri dan harus di usut.

“Kalau benar yang dibeberkan oleh salah satu oknum cukong tambang Ilegal Mining ini, maka hal ini cukup mencederai tugas dan tanggungjawab yang diamanatkan oleh UU kepada dirinya. dimana selaku oknum anggota Polisi harusnya melakukan penindakan atas berbagai kejahatan dan bukan sebaliknya, ikut atau turut bekerja sama dalam aktivitas kegiatan tanpa izin, yang sama sekali tidak dibenarkan oleh aturan,” ucap Andy Riadhy.

ia pun berharap, kiranya Bapak Kapolda Sulut yang baru, Irjen Pol Setya Budiyanto, dapat menurunkan tim ke lapangan, guna memastikan dugaan keterlibatan yang dibeberkan oleh salah satu cukong tambang ilegal dilokasi kilo 12 huludumagin tersebut.

“Diminta Bapak Kapolda Sulut dapat memanggil Kapolres Bolsel maupun oknum anggota Polisi yang disebutkan inisial YP alias Yow, atas apa yang sudah diberitakan oleh Wartawan,, agar kedepan Citra Polri terus lebih baik,” pintah Direktur LAKRI Andy Riadhy.

Lebih lanjut kata Andy Riadhy, Lokasi Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) Kilo 12 Hulu Dumagin ini, sudah menjadi rahasia umum. dimana lokasi tersebut sudah gempar sejak beberapa bulan yang lalu.

“Saya heran juga, sudah beberapa kali media memberitakan atas aktivitas kegiatan ILEGAL MINING disana, tapi kok tetap saja ada semacam kesan ‘Pembiaran?’,” tanya Andy Riadhy.

Bahkan Kata Andy, Sebelumnya ia juga sempat mendapatkan informasi bahwa Tim Polda Sulut beberapa bulan yang lalu sudah perna mendatangi lokasi lokasi tambang di Bolsel. pertanyaannya, Apa Progres yang didapat dari hasil penindakan itu, sehingga bisa kemudian dijadikan efek jera bagi oknum pelaku ilegal mining disana?

” Harapan kami selaku lembaga kontrol, bahwa Penegakan Hukum harus dilakukan secara terukur. Yakni, Tangkap Oknum Pelaku Ilegal Mining disana dan bongkar tuntas siapa saja oknum-oknum yang kemudian terindikasi membackingi kegiatan kejahatan Tambang Emas Ilegal di Kilo 12 Huludumagin dan sekitarnya,” ucap Andy Riadhy.

Seraya menambahkan, dirinya yakin dan percaya, dibawah kepemimpinan Kapolda Sulut yang baru saat ini Bapak Irjen Pol Setyo Budiyanto, bisa menindak tegas atas mengguritanya Kegiatan ILEGAL MINING di Wilayah Bolsel. lebih khusus Bolaang Mongondow Raya ( BMR ) pada umumnya, berdasarkan ketentuan perundang-undangan hukum yang berlaku.

“Saya yakin, Pasti ULEGAL MINING ini akan ditindak tegas, karena ketika terjadi semacam ‘Pembiaran’,maka bisa melahirkan preseden buruk serta rapuhnya kepercayaan masyarakat nantinya,” tandas Direktur LAKRI Andy Riadhy.

Perlu diketahui, Untuk Wilayah BMR ini, ada beberapa titik lokasi ditemukan awak media terdapat Kegiatan Pertambangan Emas Tanpa Izin ( PETI ) berskala besar dengan menggunakan metode produksi penyiraman dan menggunakan bahan kimia Cianida ( CN ) maupun Manual dan menggunakan Tong serta tromol. Seperti halnya Kecamatan Lolayan ( Bolmong). diantaranya, lokasi Lokasi PETI Potolo, lokasi Rumagit, lokasi Apar, Lokasi Lungunon, Lokasi Modopola, Lokasi Talong, Lokasi Sondana, Lokasi Lingkobungon, Lokasi Jalur Tujuh, Lokasi Rape, Lokasi Osela, lokasi kayu manis, lokasi beringin, monsi dan beberapa lokasi lainya yang kabarnya baru mulai dirintis.

Begitu pun, Kecamatan Pinolosian ( Bolsel ) dan Kecamatan Modayag ( Boltim ), Yakni, Lokasi PETI Lanut, lokasi PETI Panorama, lokasi Kayu Moyondi, lokasi Talugon, lokasi simbalang dan beberapa lokasi lainnya yang baru dibuka.

tidak hanya itu saja, Cara pengelolaan matrial yang mengandung emas ini, di ambil dari hasil kerukan menggunakan alat excavator di beberapa titik perbukitan. dan kemudian dibuatnya Bak Pemurnian emas berskala besar, selanjutnya matrial yang dikeruk itu, mereka rendam dan ada pula disiram selama 4 hingga 6 hari berjalan.

Terindikasi hasil capaian produksi emas yang di dapat oleh oknum cukong dalam setiap minggu, dengan menggunakan metode Bak penyiraman/pemurnian emas berskala besar ini, bisa mencapai Puluhan Kilogram emas murni pada setiap produksi.

Jika dilihat dengan begitu banyaknya bak penyiraman dan pemurnian emas tersebut, kuat dugaan dalam sebulan bisa menembus ratusan kilogram emas murni.

inilah indikasi penyebab utama, kenapa Ilegal Mining di Wilayah Bolaang Mongondow Raya ( BMR ) begitu sulit dihentikan. kalaupun di tindak, penindakan tersebut belum bisa memberikan efek jera. karena kebanyakan yang ditindak hanyalah para pekerja manual, sisi lain oknum cukong yang kuat dugaan mengendalikan kegiatan itu dengan produksi berskala besar ini,  begitu lihai menyembunyikan dirinya ketika dilakukan penindakan pula.

Apakah kemudian beberapa kali penindakan yang dilakukan bocor? kami pun sulit untuk memastikan itu, sehingga diharapkan Bapak Kapolda Sulut yang baru dapat lebih tegas dan tangkap pelaku ilegal mining di BMR, sebelum dampak kerusakan lingkungan ( Hutan ) terus menerus terjadi dan bisa berpotensi terjadinya bencana alam di kemudian hari.

 

( Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan