LAKRI Pertanyakan Bebasnya TSK Owner Investasi Bodong? Kasi Humas: Masa Tahanan Sudah Habis.

LAKRI Pertanyakan Bebasnya TSK Owner Investasi Bodong?  Kasi Humas: Masa Tahanan Sudah Habis.
Dokumentasi Press Conference Atas penetapan tersangka investasi Bodong , oleh Kapolres Sebelumnya AKBP IrhamHakid SIK, di dampingi Wakapolres dan Kasatreskrim Polres Kotamobagu, pada beberapa bulan lalu.

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.Com – Direktur Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (LAKRI) Andy Riadhy, mempertanyakan atas dibebaskannya salah satu oknum tersangka atas kasus investasi bodong ( Owner) di Kotamobagu, inisial KM alias Kofifah, yang sebelumnya sudah ditahan oleh pihak penyidik di sel tahanan Polres Kotamobagu.

Dikatakan Andy Riadhy, Dirinya berharap kiranya Kapolres Kotamobagu bisa menjelaskan alasan kenapa Owner KM alias Kofifah (tersangka) sudah dibebaskan? sementara bersangkutan sebelumnya sudah di tahan bersama beberapa rekan kerjanya.

“Setau kami ada 5 orang yang sudah ditahan, diantaranya KM yang diduga kuat bertindak selaku Owner pada kegiatan investasi bodong yang berkedok jual beli arisan dikotamobagu”ujar Andy Riadhy, Senin 1 Agustus 2022 pagi tadi.

Tambahnya, Diminta Penyidikan atas kasus investasi bodong ini, bisa di buka seluas luasnya dan terang menerang ke publik, agar masyarakat bisa mengikuti sejauh mana proses perkembangan dalam penanganan atas kasus dugaan penipuan tersebut.

“Harus transparansi atas segala pengembangan yang dilakukan oleh pihak penyidik, dan kami selaku lembaga menyarankan kiranya juga di lidik seluruh aset milik tersangka dari hasil yang di dapat pada kegiatan investasi bodong itu, agar ini bisa menjadi efek jera juga dan sekaligus untuk oknum pelaku investasi bodong yang masih diluar serta belum tertangkap segera bertobat, hentikan kegiatan ilegal ini berupa investasi bodong berkedok jual beli arisan dikotamobagu.” Tandas Direktur LAKRI Andy Riadhy.

Terpisah Kapolres Kota-Kotamobagu AKBP Dasverry Abdi SIK, ketika di konfirmasi melalui Kasi Humas Polres Kotamobagu, dirinya membenarkan bahwa satu tersangka investasi bodong inisial KM alias Kofifah sudah di lepas dari sel tahanan Polres Kotamobagu.

Humas menjelaskan, alasan kenapa bersangkutan sudah di lepas, dikarenakan masa penahanannya sudah habis ( Sudah berakhir) dan tidak bisa di perpanjang lagi. Tetapi kata humas, proses hukumnya tetap berjalan.

“Dari lima (5) orang yang di tetapkan tersangka atas kasus inbestasi bodong tersebut, empat (4) diantaranya sudah tahap dua dan berkasnya sudah diserahkan beserta barang bukti ke pihak kejaksaan negeri Kotamobagu ( Kajari KK ).” Jelas Kasi Humas Polres Kotamobagu Iptu i Dewa Dwi Adiyana.

Seraya menambahkan, saat ini pihak penyidik masih terus melakukan pengembangan dan pemerinksaan kepada oknum-oknum yang lain, baik itu admin maupun selerr atas kegiatan investasi bodong tersebut. Hal ini sebagaimana petunjuk yang di sampaikan oleh jaksa atas beberapa point yang harus di penuhi atas kasus itu.bebernya.

Perlu diketahui perkara dugaan kasus investasi bodong ini berhembus atas adanya laporan warga yang merasa tertipu oleh ulah oknum pelaku investasi bodong yang tidak mencairkan dana pembelian arisan yang telah mereka setor melalui rekening owner invetasi bodong.

Merasa dirugikan, sehingga ratusan warga sempat mendatangi kediaman rumah owner KM alias Kofifah tepatnya di Desa Pontodon Kecamatan Kotamobagu Utara ( Red-Kota-Kotamobagu) dengan maksud ingin menuntut uang mereka yang terlanjut di setor membeli arisan, namun arisan yang di beli tersebut tak kunjung di cairkan.

Alhasil, untuk menimalisir hal-hal yang tidak di inginkan terjadi, sehingga saat itu juga tim Polres Kotamobagu  langsung ke mendatangi tempat atau kediaman oknum Owner yang sudah di kerumuni ratusan masyarakat yang menagih uang mereka di kembalikan.

Namun sayangnya, hingga larut malam tak ada kejelasan bahwa bakal ada penyelesaian di kembalikan, mengakibatkan oknum Owner di lapor dan di proses secara hukum.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan