LP2KP Minta Gugus Tugas Covid-19, Lakukan Tes PCR Kepada Kariyawan Hotel Yang Dijadikan Tempat isolasi.

LP2KP Minta Gugus Tugas Covid-19, Lakukan Tes PCR Kepada Kariyawan Hotel Yang Dijadikan Tempat isolasi.
Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP ) Wahyudin Batalipu

KOTAMOBAGU,TABLOIDKONTRAS.com – Melonjaknya Jumlah kariyawan PT.JRBM yang terpapar dan sedang dalam isolasi mandiri di beberapa hotel yang diduga belum memiliki sertifikasi dari kementrian kesehatan RI, dan satu diantara kariyawan PT.JRBM yang di isolasi dikabarkan telah meninggal dunia pada Jumat 23 Juli 2021, tepatnya Di Rumah Sakit ( RS ) kota kotamobagu akibat positif terpapar covid-19. Mendapat tanggapan dari Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah (LP2KP ) Wahyudin Batalipu

Menurutnya, Manakala pemerintah belum juga menutup aktivitas kegiatan perusahan tambang tersebut, sama halnya pemerintah ikut serta mendukung terjadi penyebaran dan penularan yang lebih besar lagi.

” Tolak ukurnya sederhana, Disinilah pemerintah seharusnya tegas dalam menerapkan aturan berdasarkan surat edaran gubernur no 8 tahun 2020 terkait darurat covid saat ini,” Kata Wahyudin Batalipu.

Batalipu Mengatakan, Gugus tugas covid-19 Pemkot Kotamobagu maupun gugus tugas covid-19 Pemkab Bolmong diminta juga melakukan sweb kepada semua kariyawan yang bekerja di hotel yang dijadikan tempat isolasi oleh ratusan kariyawan PT.JRBM saat ini.

” Untuk Mengantisipasi penyebaran dan penularan yang lebih luas lagi, Apa terlebih sudah bertambah lagi kariyawan PT.JRBM yang meninggal dunia hari ini ( Jumat 23 Juli 2021) akibat positif terpapar covid-19, berdasarkan hasil tes PCR yang di sampaikan Dinas Kesehatan pemkot KK dan Dirut RS Kotamobagu. Maka perlu juga dilakukan sweb kepada seluruh kariyawan dimasing masing hotel tempat isolasi.” Ujar Yudi akrab disapa sehari hari.

Masih Yudi Menyampaikan, Langkah ini bagian untuk mencegah terjadi penularan dan bisa dimungkinkan yang paling banyak beriteraksi dengan kariyawan PT.JRBM yang di isolasi adalah kariyawan hotel itu sendiri.

” Say pikir pencegahan ini harus cepat dilakukan, guna menimalisir dampak penularan virus serta untuk menjaga keselamatan banyak orang,” Tandas Wahyudin Batalipu selaku tim investigasi LP2KP pada awak media Jumat (23/07/21).

Seraya menambahkan, Gubernur Sulut Bapak Olly Dondokambey perlu secepatnya menyikapi persoalan ini, untuk melakukan penutupan sementara aktivitas kegiatan dari PT.JRBM dengan melihat kondisi banyaknya yang di isolasi dan sudah ada yang meninggal dunia akibat positif terpapar Covid-19.

Perlu diketahui bahwa pada Jumat 23 Juli 2021 Siang tadi, awak media dikagetkan adanya salah satu kariawan PT.JRBM yang meninggal dunia dirumah sakit kotamobagu akibat positif terpapar covid-19, berinisial SM Alias Yadi.

Menariknya, sebelum almarhum dilarikan ke rumah sakit, dikabarkan bahwa Dirinya sempat di isolasi di salah satu hotel dikotamobagu. dan pada saat bersangkuta menjalani isolasi tersebut, kondisi fisiknya bukan lebih membaik, melainkan lebih parah dan akhirnya harus dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis yang maksimal.

 

( Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan