MAKI Desak Polri Usut Pejabat Penipu Paspor Palsu

MAKI Desak Polri Usut Pejabat Penipu Paspor Palsu
Boyamin Saiman (pakai peci), saat memberi keterangan kepada wartawan.

SOLO, TABLOIDKONTRAS.com – Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Polri agar mengusut kasus paspor palsu yang di duga kuat dilakukan Hendro Leonardi alias Adelin Lis. Hal ini sehubungan dengan buntut kaburnya terpidana pembalakan liar hutan di Sumatera Utara, Adelin Lis ke Singapura menggunakan paspor palsu, atas nama Hendro Leonardi tidak bisa disepelekan.

“Polri agar gerak cepat (gercep)  menetapkan status tersangka kepada oknum pejabat berinitial St,  yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Utara. St dinilai paling bertanggung jawab karena menandatangani paspor asli, tapi palsu milik Adelin Lis” tegas Boyamin Saiman tokoh pegiat anti korupsi asal Solo yang moncer di Jakarta itu

Boyamin meyakini Adelin Lis kabur ke luar negeri, atas keterlibatan pejabat imigrasi St. “Jika sudah menemukan alat bukti yang cukup, mestinya pihak kepolisian segera menetapkan St sebagai tersangka,” tandasnya sembari menambahkan, karena St menandatangani paspor asli tapi palsu milik Adelin Lis itu, dengan nama Hendro Leonardi. Dalam kasus ini yang bersangkutan dapat dikenakan pasal 263 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan pasal 266 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan.

Boyamin juga menandaskan, orang yang tidak membantu namun memalsukan saja bisa ditangkap dan diproses secara hukum. Ini orangnya jelas, kenapa tidak segera diproses dan ditetapkan sebagai tersangka. Disinyalir kaburnya Adelin Lis menggunakan paspor palsu, karena ada transaksi. “Untuk MAKI mendesak, mendorong agar Polri dapat mengungkap dugaan transaksi tersebut” katanya

Diketahui, terungkapnya kasus pembalakan liar dengan terpidana Adelin Lis, menguak fakta baru. Adelin Lis akhirnya dijebloskan ke penjara untuk menjalani eksekusi 10 tahun, berdasar putusan Mahkamah Agung (MA). Sebelum ditangkap di Singapura dan diterbangkan ke Indonesia pada Juni 2021, ternyata Adelin Lis memalsukan paspor dengan nama Hendro Leonardi untuk bisa terbang ke Singapura.

Kaburnya Adelin Lis ke luar negeri disinyalir atas peran St yang waktu itu sebagai Kakanwil Imigrasi Jakarta Utara yang menandatangani paspor palsu Adelin Lis dengan nama palsu Hendro Leonardi. St yang kini menjabat sebagai Kepala Biro Kepegawaian Kemenkumham, saat dikonfirmasi berkali-kali tidak merespon atas kejadian itu. “Dia memilih bungkam dengan alasan sudah dijelaskan pejabat yang berwenang yakni Humas Ditjen Imigrasi” paparnya

Sejumlah pejabat di Kemenkumham juga memilih diam dan melimpahkan pejabat lainnya. Inspektur Jenderal Imigrasi, Razilu saat dikonfirmasi terkait peristiwa itu malah melimpahkan kepada Inspektur Wilayah 3 Kemenkumham, Khairuddin untuk menjelaskan kepada media terkait kasus  tersebut. Khairuddin saat dihubungi mengaku akan mengkroscek kasus tersebut. “Saya cek dulu atas kasusnya dan yang menanganinya,” jelas dia melalui pesan whatsapp.

Adelin Lis adalah owner PT Mujur Timber Group dan PT Keang Nam Development Indonesia. Dalam kasus pembalakan liar di hutan Mandailing Natal, Sumatera Utara, MA memvonis Adelin Lis 10 tahun penjara serta membayar uang pengganti Rp 119,8 miliar dan dana reboisasi 2,938 juta dollar AS. Namun, kejaksaan tidak bisa mengeksekusi, karena yang bersangkutan lebih dahulu kabur ke Singapura.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan