Mangkunegoro IX Mangkat, Polresta Solo Amankan Penjemputan dan Mengantar Di Pemakaman

Mangkunegoro IX Mangkat, Polresta Solo Amankan Penjemputan dan Mengantar Di Pemakaman
1. KGPAA Mangkunegoro IX bersama permaisuri GKP Prisca Marina, kenangan semasa hidupnya

SOLO, TABLOIDKONTRAS.com – Dengan mangkatnya KGPAA Mangkunegoro IX di Jakarta pada Jumat (13/8) dini hari yang akan dimakamkan di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar, jajaran Kepolisian siap mengamankan mulai penjemputan sampai mengantar di pemakaman. Pernyataan ini diutarakan, Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan jajaran Polres Karanganyar yang merupakan wilayah di lokasi pemakaman KGPAA Mangkunegoro IX di Astana Girilayu, Matesih, Karanganyar. ” Kami Polresta Solo mengamankan penjemputan jenazah KGPAA Mangkunegoro IX dari Jakarta, hingga tiba di Istana Mangkunegoron. Kemudian melepas iring-iringan jenazah dari Istana Mangkunegoron menuju ke pemakaman Astana Girilayu,” paparnya

Kapolresta Solo, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak.(kanan), ketika berbincang-bincang dengan Supriyanto (baju hitam), Bupati Mandrapura setelah rapat keluarga besar Pura Mangkunegara.

Kapolresta Solo menghimbau, agar warga Solo tidak perlu mengantarkan ke Astana Girilayu, melainkan cukup mendoakan saja Mangkunegoro IX dari rumah. Hal ini sangat diharapkan supayatidak terjadi kerumunan. Diketahui, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegoro IX wafat pada usia 70 tahun di Ndalem Tirtayasa, Kebayoran,  Jakarta.

Menurut rencana, jenazah diberangakatkan menggunakan jalan darat dari Jakarta menuju  Solo, selanjutnya disemayamkan di Ndalem Ageng Pura Mangkunegoron, Solo. Pemakamkan bakal dilaksanakan secara adat Jawa di Astana Girilayu, Karanganyar, tepatnya di dekat pusara ayahandanya, KGPAA Mangkunegoro VIII pada Minggu (15/8).

Menurut Supriyanto, Bupati Mandrapura didampingi Kapolresta Solo Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak usai rapat keluarga, dalam rangka untuk mempersiapkan prosesi pemakaman KGPAA Mangkunegoro IX mengatakan, jenazah KGPAA Mangkunegoro IX disemayamkan di nDalem Ageng Istana Mangkunegoron. ” Almarhum KGPAA Mangkunegro IX sebelum dimakamkan, didandani dengan mengenakan busana adat kebesaran sebagai Pengageng Pura Mangkunegoron, ” papar Bupati Anom Supriyanto.

Sebelumnya, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, Pengageng Kawedanan Satriyo Pura Mangkunegoron menjelaskan, Mangkunegoro IX wafat akibat gangguan jantung. “Beliau wafat disebabkan gerah (sakit – Red) jantung, ada pengentalan darah, “ujar Lilik

Terpisah, RAY RAy Tumenggung Irawati Koesumo Rasri menilai, pada masa hidupnya Mangkunegoro IX memiliki kepribadian yang sangat perhatian dan berkepedulian tinggi terhadap budaya Jawa yang bersumber dari Pura Mangkunegoron. ” Gusti Mangku memiliki komitmen yang tinggi untuk melestarikan semua upacara adat budaya Jawa di Pura Mangkunegoron” ujarnya

Dicontohkan, pada prosesi ritual menyambut tahun baru Jawa, tepatnya pada malam 1 Sura tetap dilakukan dengan tapa bisu, ngubengi (keliling) beteng Pura Mangkunegoron, sowan atau nyekar makam leluhur Pura Mangkunegoron, juga sering memberi semangat para kerabat Mangkunegoron untuk terus mengembangkan  seni tari bersumber Mangkunegoron dan sebagainya, yang tidak bisa disebutkan satu persatu disini.

Lebih jauh Ira juga mengatakan, Gusti Mangku telah secara khusus menugasi putrinya GRAj Ancillasura Marina Sudjiwo untuk menangani Langen Praja, salah satu lembaga di Pura Mangkunegoron yang konsen terhadap budaya seni tari gagrak Mangkunegoron. Disebutkan, Mangkunegoro IX, lahir di Kota Solo pada 18 Agustus 1951. Pada masa kecilnya dia memiliki nama Gusti Pangeran Haryo Sudjiwo Kusumo.

Gusti Mangku panggilan akrab Mangkunegoro IX mulai bertahta sebagai penguasa Pura Mangkunegoron sejak 1988, atau sekitar setahun setelah ayahandanya Mangkunegoro VIII wafat. Mangkunegoro IX memiliki seorang istri Prisca Marina (putri mantan Dubes RI di Jepang) yang dinikahi pada tahun 1990. Prisca Marina diangkat sebagai prameswari dengan gelar GKP (Gusti Kanjeng Putri).

Mangkunagoro IX menikahi Prisca Marina setelah bercerai dengan Sukmawati Soekarnoputri tahun 1998. Mangkunegoro IX meninggalkan 4 anak, yaitu GPH Paundrakarna Jiwa Suryanegara, GRAj Putri Agung Suniwati,  GRAj Ancillasura Marina Sujiwo, GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo SH dan seorang cucu RM Narendra Brahma Putra.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan