Memasuki Akhir Tahun, Proyek Rumah Sakit  Berbandrol 27 Miliar, Belum Tuntas?

Memasuki Akhir Tahun, Proyek Rumah Sakit  Berbandrol 27 Miliar, Belum Tuntas?
Proyek Pembangunan Rumah Sakit Pratama Kecamatan Dumoga masih dalam pekerjaan.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Mendekati Akhir Tahun 2022, Pembangunan Proyek Gedung Rumah Sakit ( RS ) Pratama, oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow ( Bolmong ), tepatnya yang berada di Desa Modomang, Kecamatan Dumoga, sampai saat ini belum tuntas?

Demikian hal tersebut dikatakan oleh Direktur Intelejen Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia ( LAKRI ) Andy Riadhy pada awak media Selasa 6 Desember 2022 pagi tadi.

Menurut Andy Riadhy, Proyek yang dibandrol senilai Rp 27 Miliar tersebut, perlu dilakukan pengawasan yang ketat oleh pemerintah, Kepolisian dan Kejaksaan.

Mengingat kata Andy Riadhy, capaian atas realisasi fisik yang dikerjakan oleh pihak perusahan pemenang tender saat ini, kuat dugaan belum sesuai progres fisik yang seharusnya, apa lagi mendekati akhir tahun. sehingga hal ini berpotensi tidak tuntas?

“Melihat Kondisi realisasi fisik pekerjaan atas bangunan tersebut, dikuatirkan bakal tidak tuntas sampai batas waktu kontrak berakhir?” ujar Andy Riadhy.

ia pun mengingatkan, Kepada Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) maupun Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), untuk tidak melakukan kebijakan yang nantinya bertentangan dengan aturan.

“Harapan kami selaku lembaga kontrol Anti Korupsi, Jika batas waktu pekerjaan nantinya berakhir, maka Wajib dilakukan pemutusan kontrak,agar tidak terjebak dalam kebijakan yang salah nantinya,” ucap Andy Riadhy Mengingatkan.

Andy Riadhy menjelaskan, bahwa tanggal kontrak dimulainya pekerjaan proyek tersebut, terhitung sejak 13 Juni 2022, dengan nomor SPMK: 090/D.02/Kes/SPMK/VI/87/2022. mengertinya bahwa pekerjaan tersebut akan berakhir dalam waktu dekat ini. berkisar 23 Desember 2022. sebab, Masa pelaksanaannya hanyalah 180 Hari Kalender.

Dirinya pun berharap, Kiranya Pj Bupati Bolaang Mongondow ( Bolmong ) Ir.Limi Mokodompit MM, dapat melakukan peninjauan dilapangan atas kondisi realisasi fisik yang di kerjakan oleh pihak perusahan pemenang tender.

“Memang Anggaran pekerjaan Rumah Sakit ini, sudah lebih awal berjalan, sebelum Pj Bupati bertugas di Bolaang Mongondow. namun demikian, untuk menimalisir dan mengantisipasi segala sesuatu yang berpotensi masalah hukum, baiknya Bapak Pj Bupati turun melihat hasil capaian fisik yang ada saat ini,”harap Direktur Intelejen LAKRI Andy Riadhy.

Terpisah Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) Didik Susilo,Ketika dikonfirmasi awak media Selasa (6/12/22) siang tadi, dirinya menjawab, di upayakan pekerjaannya tuntas hingga batas waktu kontrak.

“Saya masih optimis bahwa pekerjaan proyek rumah sakit ini akan selesai sesuai tanggal kontrak berakhir,” ucapnya dengan nada optimis.

Disinggung ketika pekerjaan tersebut semisal tidak tuntas berdasarkan tanggal kontrak yang terterah dalam dokumen kontrak. Didik mengatakan, masih ada aturan yang mengijinkan untuk dilakukan perpanjangan waktu kontrak.

” Kan ada hak dari pihak perusahan untuk mengajukan permohonan penambahan waktu pekerjaan, sehingga berdasarkan hal tersebut, kami pun selaku Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK ) akan mempertimbangkan itu, dengan merujuk pada aturan juga Yakni, diberlakukan Denda kepada pihak pelaksana.” ungkap Didik pada awak media saat di hubungi.

Tambahnya, bahwa capaian hasil dari realisasi volume fisik sampai saat ini, berdasarkan data yang masuk minggu kemarin, berkisar 70 persen.

 

(Lucky Lasabuda).

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan