Molor!! Galian Tebing Di Desa Lobong, Kuat Dugaan “PETI Berkedok Proyek?”

Molor!! Galian Tebing Di Desa Lobong, Kuat Dugaan “PETI Berkedok Proyek?”
Lokasi tambang emas Desa Lobong yang di kerjakan saat ini oleh BPJN.

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Pekerjaan proyek galian tebing tepatnya di ruas jalan Desa Lobong, Kabupaten Bolaang Mongondow (Red-Bolmong), hingga saat ini masih terus dikerjakan oleh pihak pelaksana Satuan Kerja wilayah II BPJN Sulawesi Utara.

Proyek yang diketahui berdasarkan pemberitahuan sebelumnya, hanya sampai tanggal 27 Agustus 2022 tersebut, rupanya hingga saat ini Kamis 8 September 2022, belum juga tuntas diselesaikan oleh pihak pelaksana lapangan.

Belakangan muncul issue bahwa keterlambatan dalam pekerjaan penyelesaian proyek tersebut, disinyalir kuat akibat adanya pekerjaan tambahan diluar kontrak, berupa aktivitas Pertambangan Emas Ilegal yang menggunakan 1 unit alat berat excavator pada lokasi proyek itu.

Dari keterangan sumber resmi pada awak media, Dimana pihak pelaksana bukan lagi hanya mengerjakan proyek galian tebing dilokasi yang dimaksud. Namun, kuat dugaan sudah melakukan aktivitas pertambangan emas illegal dan hasil matrial batu yang di keruk menggunakan alat excavator tersebut, mereka bawah di salah satu tempat dan di olah.

“Ada satu unit alat excavator yang setiap hari melakukan kegiatan pengarukan matrial batu yang mengandung emas dan kemudian matrial itu diangkut  menggunakan dhum truck ke salah satu tempat, untuk di olah menjadi emas murni” beber sumber.

Lanjut sumber, Pengarukan tebing menggunakan alat berat excavator ini sudah besar dan cukup lama berjalan. anehnya kata sumber, hasil matrial yang di keruk tersebut tidak terlihat ssbagaimana besaran matrial yang selama ini di keruk dengan alat berat.

“Pak beberapa dhum truck lalung lalang dan bolak balik melakukan pengangkutan matrial batu yang mengandung emas dilokasi itu, dan mereka bahwa disalah satu tempat, pun begitu memang lokasi itu adalah lokasi tambang emas ilegal saat ini,”ucapnya.

Bahkan sumber membeberkan, kuat dugaan ada oknum yang bekerja disana ikut dalam pembagian dari hasil pengolahan material yang mengandung emas dilokasi itu.

“Yang saya tahu ada berupa kesepakatan pembicaraan diantara mereka pak, dimana pembagian hasilnya sesudah matrial di olah menjadi emas murni, di bagi 5 orang. Yakni, 2 kepada oknum yang bekerja di proyek itu, dan 2 lagi untuk pemilik lahan, sedangkan 1 untuk oknum aparat,” jelas sumber.

Terpisah, BPJN Sulawesi Utara melalui Kaur Umum Satker wilayah II Bolmong Sonny Tangel saat dikonfirmasi, langsung membantah kabar atau issue tersebut.

“Tidak ada aktifitas pertambangan emas yang kami lakukan. Kami murni mengerjakan dan menyelesaikan kegiatan proyek itu. Namun begitu, Sony mengungkapkan kalau material tersebut diberikan kepada pemilik lahan.

“Sesuai dengan permintaan pemilik lahan, bahwa seluruh material adalah milik mereka. Entah mereka mau bikin apa, kami tidak tau dan tidak mau tau,” tegasnya.

Sebab kata Sonny, sebelum mulai mengerjakan proyek, pihak mereka bersama pemerintah terlebih dahulu melakukan rapat.

“Nah diputuskan dalam rapat, bahwa material akan diserahkan kepada para pemilik lahan. Pemilik lahan ada tiga orang dan itu kami sepakati bersama,” tandasnya.

Anehnya, Sangadi Lobong Rifai Mokoginta saat dikonfirmasi justru terkesan mengelak, dengan adanya dugaan penggalian material oleh pihak BPJN Sulut dalam proyek itu.

“Kalau soal itu saya tidak tahu,” ucap Sangadi singkat.

Perlu diketahui bahwa pekerjaan proyek tersebut sudah lama berlangsung. Menariknya, matrial batu yang di keruk dilokasi itu, sebagian besar sudah tidak terlihat lagi. Kalau pun ada, yang nampak hanya berkisar 10 atau 15 persen matrial tanah yang dibuang di beberapa pekarangan warga.

Inilah yang menjadi pertanyaan, di kelolah dimana sebagaian besar matrial batu dan tanah yang di keruk menggunakan excavator itu? Jangan sampai terjadi “PETI BERKEDOK PROYEK?”.

 

(Lucky)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan