Pada 1 Sura, Keraton Surakarta Tetap Menghelat Kirab Pusaka, Dengan Cucuk Lampah Kerbau Kyai Slamet

Pada 1 Sura, Keraton Surakarta Tetap Menghelat Kirab Pusaka,  Dengan Cucuk Lampah Kerbau Kyai Slamet
KGPH Dipokusumo (nomor dua dari) didampingi RAy Febri Hapsari (paling kiri) dan para abdi dalem, ketika memberikan keterangan pers.

SOLO, TABLOIDKONTRAS.com. – Pada tanggal 1Sura (penanggalan Jawa) atau Jumat (29/7) Keraton Kasunanan Surakarta tetap menggelar rangkaian upacara malam kirab pusaka dengan cucuk lampah kerbau  bule (albino) keturunan Kyai  Slamet. “Kerbau Kyai Slamet yang menjadi cucuk lampah sebanyak 5 ekor, karena pada hari sudah dinyatakan sehat” ujar KGPH Adipati Dipokusumo, dalam jumpa pers, di  Bangsal Smarakat, Keraton Surakarta. jatuh pada Jumat (29/7) malam.

Upacara tersebut tetap dihelat sesuai dengan tata cara yang selama ini sudah dipakemkan, salah satunya diadakannya kirab pusaka ditengah malam. Kirab tersebut dipastikan tetap digelar menggunakan rute panjang yang meliputi Keraton Surakarta Hadiningrat menuju Supit Urang kemudi an ke Gladak, Jl. Mayor Kusmanto, Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran, Jl. Yos Sudarso, dan Jl. Slamet Riyadi, kemudian kembali ke keraton.

“Dinas Kesehatan Surakarta sudah mengizinkan penyelenggaraan kirab,” ungkap Pangageng Parentah Keraton Kasunanan Surakarta ini sembari menambahkan, kirab tersebut merupakan kirab pertama kali setelah 2 tahun berhenti akbiat pandemi Covid-19. Gusti Dipo menjelaskan, pihaknya saat ini tengah berupaya menyiapkan segala ubo rampe (komponen) dalam tata cara peringatan malam 1 Sura agar terlaksana secara utuh.

Karena kirab itu berhubungan dengan mahesa (kerbau), maka 5 kerbau tersebut sudah di karantina agar tetap sehat pada waktunya nanti. Kerbau bule keturunan Kyai Slamet menjadi salah satu inti, dan dijadikan cucuk lampah (pemimpin) dalam kirab malam satu Sura diperkirakan siap mengikuti kirab, setelah sebelumnya terpapar PMK. “Kami sudah mempersiapkan dengan matang,” tutur Gusti Dipo lagi

Diketaui, Keraton Surakarta pada Selasa (26/7) sudah melakukan evakuasi lima dari 17 kerbau bule yang semula berkandang di sisi Alun-alun Kidul (Alkid),  dipidah ke Magangan yang terletak di dalam Benteng Cepuri, guna melakukan karantina. “Jumlah kerbau bule  yang kirab bervariasi tidak harus sekian. Sekarang dalam penanganan karantina sudah diupayakan standarisasi kesehatan hewan,” tuturnya.

Gusti Dipo juga mengatakan,  kerbau-kerbau yang dikarantina itu,kerbau bule yang dipersiapkan untuk mengikuti kirab. Namun demikian, dirinya masih menunggu keputusan tim dokter hewan dari Dinas Perternakan, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kota Surakarta. “Kondisi lima kerbau  sudah siap” jelasnya

Tetapi pihak keraton tetap menunggu keputusan dari tim dokter hewan. Adapun rangkaian upacara malam satu Suro Keraton Surakarta, dimulai dari doa bersama, kirab, meditasi (semedi), sholat hajat, dan diakhir sholat subuh. “Dalam bulan suraini masih banyak rangkaian upcara ritual yang dihelat keraton ini, diantaranya prosesi ritual labuhan, upacara Pengetan Adheging Keraton Dalem Surakarta dan umasih ada lagi yang lainnya” pungkasnya.

 

(Hong)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan