Pak Kapolri Apakah PETI Harus Dibiarkan. Terkesan Cukong Diberikan Keluasan Bertambang Tanpa Izin?

Pak Kapolri Apakah PETI Harus Dibiarkan. Terkesan Cukong Diberikan Keluasan Bertambang Tanpa Izin?
Mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa didampingi Bupati Bolmong tahun 2020 perna melakukan Sidak lokasi dilokasi PETI yang sama

BOLMONG,TABLOIDKONTRAS.Com – Maraknya pertambangan emas tanpa izin di Wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow ( red:Bolmong ) atau yang kita kenal Ilegal Mining, terkesan begitu bebas dan terbuka melakukan aktivitas pertambangan dengan puluhan alat berat Excavator dan dhum truck serta adanya bak rendaman pemurnian emas yang berskala besar yang dibuat oleh oknum cukong ( Pemodal).

Keberadaan BAK RENDAMAN PEMURNIAN EMAS yang berskala besar itu, tentunya cukup mengundang perhatian publik hingga beberapa LSM maupun Ormas di daerah berkali kali menyoroti dan meminta baik pemerintah maupun Aparat Kepolisian untuk dapat melakukan penindakan hukum yang terukur dan menangkap oknum-oknum pelaku PETI tersebut.

Sayangnya teriakan keras para aktivis peduli lingkungan yang ada di daerah yang bernaung dalam Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Maupun Ormas yang bergerak dibidang korupsi seperti Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) seolah hanya dijadikan catatan bagi Pemerintah dan APH, tanpa ada langkah yang kongkrit untuk penegakan aturan sebagaimana yang tertuang dalam perundang-undangan yang ada.

” Pak Kapolri Apakah PETI Di Bolmong Harus dibiarkan. Terkesan CUKONG diberi keluasan bertambang tanpa izin?” Tanya Ketua DPC Ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia ( LAKI ) Bolmong Indra Mamonto.

Indra Mamonto mengatakan, Baik pemerintah maupun APH sudah sepantasnya belajar dari pengalaman pahit atas berbagai peristiwa berdarah yang terjadi pasca PETI dibiarkan merajarela di Tanah Totabuan. Semisal perna terjadi peristiwa puluhan nyawa hilang di lokasi PETI BUSA, dan beberapa peristiwa bentrok warga di lokasi PETI lainnya yang menimbulkan korban jiwa.

” Patut diduga diamnya pemerintah maupun Aparat Penegak Hukum (APH) atas Perusakan Hutan yang terjadi di lokasi yang dimaksud ( POTOLO-RUMAGIT) ini, memberikan warna indikasi kuat bahwa ada sesuatu yang menjadikan semua diam, sehingga untuk melakukan penindakan saja begitu sulit?” Duga pria yang dikenal vokal mengkritisi berbagai ketimpangan yang terjadi di daerah.

Sementara kata Mamonto, Kegiatan penambangan yang diduga kuat dilakukan oleh oknum CUKONG mantan Narapidana PETI tempo dulu, hingga kini berulah kembali dengan kegiatan ilegal mining tanpa mengantongi selembar perijinan yang menjadi payung hukum.

” Sangat jelas aktivitas di dua lokasi Pertambangan Emas itu ILEGAL dan bentuk pelanggaran hukum, maka sangat sulit untuk disembunyikan oleh siapapun pemangku kepentingan disana yang kecipratan hasil produksi ratusan kilogram emas di lokasi pertambangan ILEGAL,” Pungkas Ketua DPC Laskar Anti Korupsi Indonesia Indra Mamonto Rabu (20/10/21).

Terpisah Kapolda Sulut Irjen Pol Nana Sudjana Ketika di konfirmasi awak media melalui Kabid Humas Polda Kombes Pol Jules Abraham Abast pada Senin 18 Oktober 2021, belum merespon atau menjawab upaya konfirmasi yang disampaikan.

Data yang berhasil dirangkum Awak media, Sebelumnya juga, Kegiatan Ilegal Mining Di dua lokasi tersebut Yaitu Potolo-Rumagit sudah perna dilaporkan oleh dua Lembaga kredibel. Yakni, Lembaga Pemantau Pemerintah Bolaang Mongondow ( LP2BM ) dan Lembaga Pemantau Pembangunan Kinerja Pemerintah ( LP2KP ).

Laporan dari ke dua Lembaga kontrol  tersebut ikut juga di dampingi beberapa media pada saat  laporan pengaduan Ilegal Mining diserahkan langsung kepada Bapak Kapolres Kotamobagu AKBP Prasetya Sejati SIK selaku penanggungjawab wilayah hukum, sekaligus juga sudah di beritakan oleh Awak Media.

Pun Begitu perna ada penindakan dari Polda sulut pada zaman kepemimpinan mantan Kapolda Sulut Irjen Pol Drs.Royke Lumowa, dan saat itu jendera bintang dua tersebut turun langsung ke lokasi PETI Potolo dan PETI Rumagit di dalam melakukan penindakan hukum kepada pelaku PETI disana.

Alhasil ada beberapa barang bukti maupun oknum terduga pelaku PETI berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Antara lain, Terduga Pelaku PETI Stenly Waisan ( SW ) dan Terduga pelaku PETI Agusri Lewan ( GL ) dan beberapa pelaku lainnya.

Dari beberapa terduga yang diringkus tersebut, akhirnya harus menjalani hukuman badan tepatnya di Rumah Tahanan ( Rutan ) Kotamobagu, berdasarkan putusan inkra pengadilan negeri ( PN ) kotamobagu saat itu.

Tidak hanya itu saja, setelah setahun kemudian penindakan dilakukan oleh polda sulut, Tim Mabes Polri juga perna melakukan penindakan hukum, dan Terduga pelaku PETI masih diperankan oleh oknum yang sama dan mau tidak mau  bersangkutan AGL Alias Gusri digelandang tim Mabes polri ke jakarta.

Menariknya, berdasarkan investigasi awak media dilapangan, diduga kuat pelaku PETI yang bermain di pusaran ilegal mining di lokasi POTOLO dan RUMAGIT , masih dipegang dan di kendalikan oleh pemain lama. Kata sumber kuat yang minta namanya tidak di sebut.

Bak Rendaman Pemurnian Emas Berskala Besar dan Alat berat Excavator dilokasi PETI Potolo-Rumagit

Sumber membeberkan, Bilamana aktor yang mengendalikan masih pemain lama inisial S yang bekerja sama denga Istri salah satu penambang ilegal. Namun ucap sumber, pola kerjanya saja yang dirubah. Kalau kemarin mereka terjun langsung, hari ini mereka menggunakan kaki tangan dan mengendalikan dari luar, tetapi Bos pemodalnya sama. Ungkap sumber. Sembari memberikan beberapa rekaman video dan rekaman percakapan oknum pemodal atas aktivitas ilegal tersebut sekaligus pembagian bak koordinasi untuk para pemangku kepentingan disana.

Awak mediapun melakukan penelusuran kebenaran informasi tersebut. Dan nyatanya informasi yang disampaikan sumber ini memiliki kebenaran yang kuat. Dan ditemukan lokasi peti potolo dan peti rumagit terdapat puluhan alat berat dan dhun truck yang lagi beraktivitas.

 

(Lucky Lasabuda)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan